
" Wajahmu kenapa Ana ?
Rima melihat muka Ana yang berubah seketika seperti ingin menerkam sesuatu
Ana tak mungkin bercerita dengan Rima apa yang terjadi selama liburan semester
Orang tua Amanda keluar dari ruangan
ia melihat Ana berdiri di luar
Mami Amanda itu buru - buru pergi meninggalkan Ana , ia tau Ana sangat marah padanya
Siska yang terlebih dahulu keluar langsung meletakkan kakinya di depan kaki orang tua Amanda ia ingat apa yang di lakukan Amanda pada Ana
Gubrak
Mami Amanda terjatuh , sebenarnya ini tidaklah baik , apa lagi dia adalah orang tua tak sebaiknya di lakukan tetapi kalau orang tua nya seperti ibunya Amanda tak apalah kita kasih teguran sedikit
Siska pura - pura tidak melihat ia kembali memeluk kedua temannya itu ,Amanda yang terlihat wajahnya bekas cakaran kuku Siska langsung dibawa pulang oleh kedua orang tuanya , karena memang tidak ada yang benar sama - sama salah , apalagi Profesor doyot terkenal adil dan cerdas ia tau siapa yang sedang mencari masalah
" Kau di score ?
" Siapa yang mau menghukumku, tentu saja tidak .
Siska tersenyum puas
Tak lama mami Siska keluar dengan profesor Doyot , mereka tampak sangat akrab
Ternyata mami Siska dengan profesor Doyot adalah sahabat lama mereka satu almamater dulu , di tambah lagi Dimas adalah mahasiswa berprestasi di kampus ini tentu saja ia sangat menghormati mami Siska
" Jadi kau sudah bercerai dari Alan
"Yah sudah lama sekali
Pak kumis lewat sambil membawa tong sampah
" Wijaya kemarilah
Ana , Siska dan Rima saling berpandangan
" Kita kekantin aja yuk , ngapain disini
ucap Ana
Sebenarnya Siska masih ingin berada disana untuk mendengar obrolan maminya
Soalnya semenjak maminya bertemu pak kumis , ada perubahan yang terjadi pada maminya , ntah mungkin itu hanya perasaan Siska saja atau gimana ia juga tidak tau
" Kau keren sekali tadi Siska
ucap Rima
Ana hanya tersenyum saja karena Rima tidak tau jika ia dan Siska sering berkelahi dulu waktu sekolah ,targetnya ya anak - anak nakal yang selalu menindas orang yang lemah
" Dia nggak sempat ngejambak muka kamu tadi
Rima bertanya dengan detail
" Dia belum tau aku punya jurus cakaran macan , biar tau rasanya perih seperti apa
dia nggak lihat apa bokong Arya penuh luka
" Ehemm
Ana berdehem
"Aku aja nggak lihat kamu Rima , ngeliat ngga
Mereka berdua tersenyum - senyum , ternyata Siska lagi membalaskan rasa sakit Arya
Siska menjadi salah tingkah
" Apaaan sehh , cepetan pesenin makanan
Dari kejauhan Siska melihat Marisa berjalan kearah toilet , lagi - lagi Siska mendadak emosi ia izin berpamitan dengan Ana dan Rima
__ADS_1
" Aku ke toilet dulu ya bentar
" Ya.. ya pergilah
Siska berlari ke toilet , ia melihat Marisa sudah masuk kedalam toilet
Lalu dengan cepat Rima mengunci toilet dan menempelkan kertas di pintu dengan tulisan
" Toilet Rusak "
" Selamat bersenang - senang
Siska tersenyum lalu duduk kembali bersama teman - temannya
" Kau bahagia sekali
Siska memamerkan giginya
" Tentu saja ,
Mereka melahap makanan dengan cepat tampak di ujung kantin maminya , pak kumis dan profesor Doyot sedang mengobrol bertiga untuk pertama kalinya Siska melihat maminya tersenyum lepas dengan bahagia
" Apa mungkin mami
Ah itu tidak mungkin
" Kau kenapa Siska ?
" Tidak apa - apa , Siska tak mungkin menceritakan kecurigaannya pada maminya pada mereka berdua
Pesan masuk ke ponsel mereka masing - masing
" info kepada mahasiswa kelas mandiri dosen berhalangan masuk , kalian akan diberi tugas makalah dengan referensi yang lengkap
" Yee kita pulang dosen nggak ada
" Rim , kamu bareng aku ya
" Hmm.. padahal aku ingin ikut
rengek Ana
"Mm baiklah
ucap Ana
Siska dan Rima adalah teman yang baik , mereka akan selalu mengingatkan yang baik - baik saja jika salah tetap akan disalahkan , menasehati secara sembunyi - sembunyi itulah arti persahabatan yang sesungguhnya
" Aku akan kekantor Aditya saja menemaninya bekerja
"Rima akan bersamaku
" Siap , ucap Rima bersemangat
Ana melaju dengan mobil dan para bodyguardnya
Sedangkan Siska bersama Rima
Ia melupakan Marisa yang terkunci didalam toilet kampus
" Mau nemenin aku belanja ke mol nggak Rim
" Aku terserah kamu aja Siska
" Tapi nanti , bantuin aku bikin tugas ya 😁
" Iya gampang
Didalam mobil Siska mengemudikan mobil secara perlahan , tiba - tiba Rima berteriak
" Kak Dimas
Siska melihat kearah Rima yang begitu histeris melihat kakaknya itu
" Kak Dimas ? tanya Siska
__ADS_1
" Iya Siska , dia itu kakak senior paling ganteng di kampus kita , aku sangat deg - degan kalo melihatnya
Siska terkejut melihat Rima yang kutu buku
begitu antusias melihat kakaknya
Apa dia tidak tau jika Dimas adalah kakaku
" Apa kau tidak punya pacar Rima ?
" Ah aku tidak mau menghabiskan hidupku dengan menyakiti hatiku , bagiku lebih baik pacaran sesudah menikah
" Tapi kau menyukai kak Dimas
" Hahah Siska itu hal biasa sudah sering terjadi junior junior jelek dan culun sepertiku menyukai kakak senior tampan , lagian dia juga tidak pernah melirikku , dia menyukai Ana
Siska menangkap sinyal ketulusan di mata gadis ini , ia tak ubahnya Ana cuma memang Ana memang lebih cantik alami ,
ia melihat Rima dengan dalam
Ia hanya butuh sentuhan sedikit saja ,
Siska punya rencana sepertinya
" Apa kau mau aku bantu mendekati kak Dimas
" Apa kau sudah gila Siska , hei dia bisa muntah bila di dekatku
Siska dan Rima sampai di sebuah Mall yang besar
" Ayo turun
Mereka berjalan kedalam gedung dan Siska mampir kebutik langganannya
" Nona Siska apa kabar ?
Siska dan pemilik butik itu berciuman pipi
Rima hanya tersenyum ia merasa sangat tidak pantas berada di butik itu apalagi dengan penampilannya yang lusuh itu kacamata tebal , dan rambut keriting panjang
" Rima kemari
Siska membawa beberapa baju lalu memberikan pada Rima
" Coba ini
" Apa ini Siska ?
" Cepat kau coba saja dulu ,
" Hmm baiklah
Tak lama Rima keluar dari ruangan ganti
" Lumayan , ucap Siska
meski Rima memang sedikit aneh mungkin karena penampilannya yang kuno
" Saya mau beberapa baju ini tolong di bungkus ya
" Baik , nona tunggu sebentar
Mereka pun keluar dari butik lalu Siska mengajak Rima kesalon
" Kemana lagi kita Siska
" Sudah kau ikuti saja aku
Mereka berdua berhenti di sebuah salon
" Mbak bawa teman saya
Rima tampak ketakutan karena ini untuk pertama kalinya ia masuk salon ditambah lagi selama ini jika ia ingin potong rambut ibunya lah yang akan memotong rambutnya
" Tenanglah Rima dia hanya ingin melihat rambutmu
__ADS_1
Rima seperti sayang sekali dengan rambut keriting kribonya itu
Tampak Rima sudah mulai relax dengan sentuhan pegawai salon tersebut , membuat pekerja salon dengan mudah menyulap rambut Rima agar menjadi lurus