
" Aduh bagaimana ini jika Ana sampai tau aku pergi kejogja berdua Arjuna " Siska tampak panik, berjalan bolak - balik membuat para pelayan yang berdiri di sekitarnya merasa keheranan, tetapi sama sekali tak berani bertanya pada Siska yang garang
Arjuna pun kembali pulang dengan gaya yang sangat berbeda berjalan dengan tegap, dengan pandangan lugas kedepan
" Siapkan air hangat aku mau mandi " Menyuruh pelayannnya
" Sudah di sediakan tuan, semua sudah beres sesuai permintaan anda "
Arjuna pergi melewati Siska ia tampak tergesa - gesa
Siska ternganga karena melihat Arjuna seperti memiliki dua kepribadian berbeda
gila ya, di sini dia seperti seorang raja yang dielu - elukan, aaahh masa bodohlah dia yang memilihku menjadi istrinya bukan atas keinginanku tapi atas kemauannya, bodo amat sih, mau dia raja, ratu atau apalah
Siska masih duduk - duduk saja, ia belum menyadari jika hari sudah mulai gelap dan ia tak membawa pakaian selembar pun karena memang ia berencana untuk tidak menginap di tempat ini
" Perempuan kok kayak gini, jam segini masih belum mandi apa tidak tau agama ya, heran kok bisa Arjuna mau menikah dengan kamu " Perempuan paruh baya itu kembali nyinyirin Siska
Masih bersantai dengan kaki di goyang - goyangkan " Terus masalahnya apa dengan loe " Siska berbicara santai tapi ketus khas anak muda
" Tidak sopan " Masih berdiri dengan mengipas - ngipaskan rambutnya
" Bodoo amat " Siska pergi sambil menaikkan kepalanya , mundur kebelakang dan berhenti tepat di depan bibi Arjuna
" Kau tidak suka padaku? ha! Sama " Siska tertawa terkekeh dan melaju pergi
tanpa di sadari ia langsung masuk kedalam kamar Arjuna, karena memang ia tidak tau mau masuk kekamar siapa
Siska terkekeh geli dan menutup pintu kamar
tampak Arjuna keluar dari dalam kamar mandi, dengan badannya yang penuh bulu, dada berbulu, betis berbulu
Siska bukannya ketakutan ia malah merasa geli didalam hatinya " Apakah ia jelmaan Megantropus erectus, hahaha bisa jadi manusia purba modern "
Arjuna seperti tak memperdulikan Siska ia santai saja melewati Siska, mungkin ia sudah tau apa yang ada didalam otak Siska
Melirik Siska yang sedang menutup mulutnya
" Sepertinya mbak Siska menikmati sekali suasana di kamar ini "
Arjuna berbicara datar
Siska yang selalu berbicara terang - terangan pun spontan menjawab ' Hahah tidak aku hanya heran melihat semua bulu yang hinggap di tubuhmu, apa kau tidak merasa risih "
Arjuna terkejut sekaligus terpana ini untuk pertama kali ia melihat Siska sebahagia itu
" Oh ya, apa kau mau melihat yang lebih rimbun dari ini " Arjuna berbicara serius
Siska terdiam " Maksudnya " Suara Siska tampak sedikit ragu
Arjuna mengangkat ketiaknya " Ini "
__ADS_1
Siska kembali tertawa terpingkal - pingkal
" Hentikan Arjuna kau sungguh menjijikkan "
Arjuna membuka lemari " Kau mandilah dulu, ini pakaian untukmu sudah aku sediakan di dalam lemari ini , aku mau solat dulu nanti aku tunggu di kamar mama "
Arjuna keluar kamar setelah mengganti pakainnya
Ha? Sudah ganti pakaian aja, kok bisa
Tenang saja Arjuna sudah memakai celana pendek dari dalam kamar mandi tadi, cuma ia sengaja melapisinya dengan handuk
" Oke baiklah " Siska mengambil handuk baru dan langsung mandi, sejenak Siska lupa akan keinginannya tanpa ia sadari ia merasa nyaman berada di rumah ini
.......
Arya sibuk membantu persiapan untuk acara perhelatan besar keluarga bratawijaya ia membantu menyusun acara apa saja yang kurang tiba - tiba
Seorang anak buah EO masuk kedalam rumah mengangkat barang - barang
Dari kejauhan Arya melihat wajahnya seperti tidak asing ternyata tebakan Arya benar tidak meleset
Ia memakai kostum badut dengan kepala yang telah terbuka
" Ha, benar perempuan gila itu ternyata, kenapa dia ada disini dengan menggunakan kostum badut tersebut " Arya menggeleng - gelengkan kepala nya
Tampak beberapa orang dengan kostum badut mengantri untuk di seleksi siapa saja yang akan di pakai nanti untuk acara
betapa beruntungnya menjadi Ana ya kan,
Tradisi gila ini, ini terlalu berlebihan aku sudah seperti hidup di zaman kerajaan saja
mau kemana - mana di angkat pakai tandu
Tandu yang sengaja di buatkan khusus dengan corak berwarna merah di lapisi untaian berlian, dengan kilauan mutiara yang berkilau, gagangnya terbuat dari emas murni hasil dari pertambangan dua orang manusia didalam sungai dengan penuh cinta kasih
Apalah... apalah.. hahaha
" Ana kemari sayang ", suara oma Rita dan nenek sepupu Oma tampak bersemangat
Ana tersenyum " Pelan - pelan kalian turunkan dia dari atas sana, jangan sampai bayinya merasa terguncang "
Bodo amat
" Duduk sini sayang " Menyuruh Ana duduk di tengah - tengah mereka
" Sekarang kau lihat oma dan nenek sengaja menyuruhmu turun kebawah, kau tau untuk apa "
Aku tau Oma pasti untuk sesuatu yang tidak penting kan
Wajah Ana tampak memaksakan senyumannya
__ADS_1
Arya yang memperhatikan dari kejauhan tau bagaimana perasaan Ana
ia pun memberi kode dengan mengusap dadanya " Yang tabah Ana "
Ana langsung membalas dengan lirikan matanya
Ternyata Aditya telah memasang kamera CCTV di mana saja
Arya mengangkat telponnya yang bergetar
" Iya bos Aditya ,persiapan pesta sudah 80 persen "
Suara Arya tampak bersemangat
" Ya aku tau, tapi aku hanya mengingatkanmu jangan terlalu sering memandang istriku itu ya " Suara Aditya terdengar cemburu
" Hahaha aduh kawan apa kau sudah gila bagaimana mungkin aku bisa menggodanya, ia sudah ku anggap seperti saudara perempuanku "
Arya tertawa renyah
" Bukan karena aku cemburu dengar, aku hanya memastikan jika nanti anakku akan lahir wajahnya akan mirip denganku
,itu saja "
"Ya.. ya.baiklah aku paham ,Kau memang tidak cemburu sama sekali "
Aditya Langsung mematikan ponselnya
" Tidak cemburu bagaimana, orang bodoh juga tau kau cemburu " Arya menarik napas melihat kelakuan Aditya
Berkeliling mencari dimana Aditya meletakkan kamera Cctv nya
Pesan masuk kembali kedalam ponsel Arya
" Tak perlu kau patahkan lehermu untuk mencari dimana kamera itu di pasang ,aku sedang melihatmu sekarang "
" Baiklah tuan Aditya, kau menang "
Arya segera pergi dari hadapan Ana
.Ana masih berada di antara dua wanita uzur mereka tampak sangat semangat sekali memilih badut untuk acara Ana besok
" Ana nenek sengaja memilih badut ini agar bisa menghiburmu nanti apa kau suka sayang"
" Eh ini ideku, Ana ini ide Oma apa kau suka "
Dua orang wanita uzur tersebut sibuk sekali
"Sudah Oma, nenek Ana suka. pokoknya sekarang jangan ribut lagi "
i
__ADS_1