
Didalam kamar Siska , Rima menulis tugas yang akan di kumpul besok tidak lupa ia menulis tugas milik Siska
Tok..
Tok..
" Masuk..
Arjuna membuka pintu membuat mood Siska menjadi buruk
" Kamu , ngapain sih ngedor - ngedor pintu kamar orang !
" Ini ponsel kamu ketinggalan
Dengan cepat siska mengambil
" Jangan sentuh barang apapun milik gue ,
Brak.
Siska membanting pintu
" Siska kamu nggak boleh gitu dong ,kasihan kan Arjuna
" Kamu nggak lihat apa mukanya kek kaset rusak gitu
Rima tertawa geli
Tokk
tokk
tokk
Suara ketukan pintu kembali terdengar
" Ehh mau dia apa sih
Siska menghentakkan kakinya sangking kesalnya
" Udah biarin
Ucap Siska
" Biar aku aja yang buka
Rima berdiri membuka pintu
" Kak Dimas
" Kamu yang di pantai waktu itu
Dimas mengingat Rima
" Kak Dimas
Rima kebingungan melihat Dimas berdiri di depannya
Menunjuk tangannya kearah Dimas lalu menunjuk kearah Siska
" Surpriseeee , hehe Rima , Dimas ini kakakku
Wajah Rima langsung memerah tanda malu ia ingat sekali waktu bertemu Dimas di jalanan ia berteriak disamping Siska yang sedang membawa mobil di sampingnya
****** aduh, bagaimana ini Siska mukaku mau di taruh dimana
" Kamu kurusan
Ucap Dimas
" Ya , udah aku cuma mau ngecek aja kalian lagi ngapain
Dimas pergi meninggalkan Rima dan Siska
" Ciee di liatin kak Dimas
" Siska kamu kok tega nggak ngasih tau aku kalo Kak Dimas kakak kamu
" Kenapa emangnya ?
nggak suka
" Bukan begitu , tau mau ketemu kak Dimas kan aku bisa pake baju agak bagusan dikit
" Ah , dasar
Mereka kembali melanjutkan obrolan di kamar dengan tertawa geli
" Kamu suka kak Dimas ya ,
Siska menggoda Rima
" Iya siapa coba yang nggak suka sama kak Dimas sempurna gitu
" Aku nggak
__ADS_1
Siska tertawa menggoda Rima
" Cuma kak Dimas suka nya sama Ana
Rima tersenyum pasrah
" Coba aja kamu deketin kak Dimas mana tau kamu beruntung ,
" Ah ,Siska
Tak lama mama Siska datang kekamar
"Siska temenin Arjuna beli pakaian di mall
" Apaan sih mami
Suruh pergi sendiri aja mi , Siska lagi males kemana - mana,
" Eh jangan kek gitu dong Siska , aku kan jadi nggak enak sama mami kamu
ayo pergi sana ,
" Tuh dengar kata teman kamu ,
Rima menaikkan bahunya karena di puji oleh maminya ,
Rima jangan berharap lebih ya
" Mami aku udah Siap
Tampak Arjuna sudah siap seperti biasa ia memakai baju batik dan celana batik lengkap dengan blangkon di atas kepalanya
" Kamu mau main wayang orang ya ,
Siska membentak Arjuna
" Kamu harus sabar ya nak ngadapin Siska dia memang begitu suka marah - marah tapi hatinya baik sekali
Rima sudah berdiri di samping Siska , ia berpamitan dengan mami Siska dan tidak lupa melirik kearah Dimas yang asik dengan laptopnya
" Rima pulang dulu ya tante , kak Dimas
Dimas mengangkat tangannya tanpa menoleh
" Yap hati - hati
Ya ampun kak Dimas membalas salamku
aku meleleh ,, tolong ...
"Aku ingin sekali menendangmu dari hadapanku
kau dengar ,
Arjuna hanya diam saja ibarat patung yang tak perduli sama sekali dengan omongan Siska
" Kau tuli ya ,
Apa kau punya telinga
Wajar saja Siska bersikap seperti itu , tiba - tiba ada seorang lelaki berpakaian aneh yang harus ia jaga kemana - mana
" Siska kamu nggan boleh gitu
"Terimakasih Rima
Arjuna menundukkan kepalanya , tampak gingsulnya di sudut bibir saat tersenyum
Gila manis juga
Rima ini semua lelaki yang agak bening selalu membuat hatinya deg - deggan
"kamu langsung antar aku pulang dulu ya
" Enak aja , nggak bisa gitu kamu harus temenin aku cariin curut ini belanja
"Curut itu apa ya
Arjuna bertanya
Rima dan Siska tertawa berbarengan
Hahahahaha
"Curut itu merk baju
Mereka langsung naik kemobil Arjuna membuka pintu mobil dan duduk di samping Siska
"Eh siapa yang kamu suruh duduk di depan
pindah kebelakang
Rima menahan senyum geli karena wajah Siska benar - benar tampak kesal
Didalam mobil Arjuna terus menatap Siska dari kaca spion
__ADS_1
membuat Siska benar - benar risih
ia terlihat senyum - senyum memandang Siska ntah apa yang sedang ia bayangkan mengenai Siska
Apa yang ia pikirkan di otaknya kenapa dia senyum - senyum terus dari tadi , apa dia sebenarnya tidak waras maka mami dan kak Dimas menyuruhku selalu menemaninya
ia berprilaku aneh mulai dari penampilannya
yang aneh apa dia tak mengenal fashion
" Mbak Siska manis juga
Duarr......
Arjuna nyalinya besar sekali ia memuji Siska yang dari tadi terus meremehkannya
"Ciee ciee
ucap Rima
" Gue emang manis tapi jadi pahit karena melihat muka loe
Arjuna hanya tersenyum saja
Sampailah mereka di mall yang tak jauh dari rumah Siska
" Turunlah cepat !
Siska dan Rima berjalan didepan meninggalkan Arjuna yang berjalan di belakang sendirian
"Siska
" Sudah biarkan saja
......
Amanda sampai dirumah Marisa , ia melihat keadaan Marisa yang masih menggigil dan tampak lemah
" Bagaimana keadaanmu ?
"Aku masih syock semalaman terkunci di toilet yang gelap ,aku sudah tak bisa berkata apa - apa lagi
" Kamu tau siapa yang melakukannya
" Aku tidak tau , mungkin aku benar - benar terkunci di toilet
"Apa kau tak mencurigai seseuatu
" Maksudmu sudahlah Amanda aku tak mau lagi ikut - ikutan permainanmu ini
kemarin kita sudah mengorbankan Arya sekarang aku yang kena sialnya
Amanda naik pitam mendengar ucapan yang terucap dari mulut Marisa , sisi lain Amanda yang mengerikan terlihat
" Apa kau menyuruhku menghentikan ini
kau sudah tak mau lagi membantuku , oke baiklah tapi kau harus ingat kau tidak akan aman berada di kampus
kau dengar itu
Marisa tampak sangat ketakutan karena ia sangat tau sekali sifat Amanda jika sudah marah
" Maksud aku bukan begitu Amanda
aku hanya
"Kau dengar baik - baik aku ingin menghabisi Siska besok pagi aku sudah punya rencana
kau hanya perlu duduk manis di sampingku
melihat aku melakukannya
Marisa melihat Amanda sudah berapi - api
" Apa rencanamu selanjutnya
Sepertinya Marisa tidak mau ikut kedalam rencana Amanda tapi dia juga takut jika ia menolaknya Amanda akan melakukan hal yang sama kepadanya
" Aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri
kau lihat saja dia sudah bermain - main dengan Amanda
" Kau yakin kita akan aman
" Tenang saja aku akan menabraknya nanti
Marisa terkejut mendengar Amanda akan menabrak Siska
" Amanda kau akan masuk penjara jika ketahuan
"Kau tenang saja aku sudah memikirkan semuanya
Jantung Marisa berdegup begitu kencang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Amanda ia berpikir jika Amanda sudah mulai tidak waras karena sudah bermain - main dengan nyawa
"Bagaimana menurutmu , apa rencanaku ini bagus
__ADS_1