
Malam perayaan akan segera tiba semua persiapan sudah 100 persen siap
Ana sudah bersiap - siap di dalam kamar sembari menunggu desainer dan tukang rias datang, tetapi ntah mengapa matannya sungguh terasa berat sekali seperti ingin tertidur terus
Kenapa aku mengantuk sekali ya,
Ana menguap berkali - kali
" Padahal aku hanya makan tidur saja tetapi nasih saja terus mengantuk "
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya
" Permisi "
" Ya, masuk saja "
Seorang perempuan cantik dengan dandanan glaumour, wajahnya tidak asing karena sering muncul di televisi
ya seorang desainer ternama yang sengaja di datangkan oleh mertuanya untuk penampilannya malam ini, ia langsung kedalam kamar Ana membawa pakaian bersama seorang MUA ternama yang wajahnya juga sudah tidak asing lagi , sering wara - wiri di layar kaca
Mereka berdua sudah tidak sabar lagi untuk segera memberikan sentuhandi wajah cantik Ana,
" Wah kau istri Aditya benar sekali sungguh cantik " MUA tersebut tampak memuji Ana berkali - kali membuat Ana merasa sangat malu
" Ah mbak juga cantik " Ana kembali melempar pujian kepada perempuan tersebut
sedangkan desainer yang membawa beberapa baju tak berbicara sama sekali
ia duduk dan memberikan baju kepada Ana
" Cobalah sayang , aku sangat yakin kau begitu pantas memakai ini, apa lagi aku sangat tau selera mertua perempuanmu "
Ia meletakkan ponselnya di samping meja rias Ana . tak sengaja Ana melihat walpaper handponenya, wajah seseorang yang tak asing lagi
" Ini bukannya Marisa ? " Ana melihat wajah desainer tersebut
" Benar aku adalah ibunya Marisa ,apa kau juga mengenal putriku "
Tentu saja tante aku sangat mengenal putrimu yang jahat itu, dia dan temannya berkomplotan untuk menghabisiku, apa kau tau, apa kau mendidiknya dengan baik nyonya
" Apa kau penggemar Marisa juga, kebetulan anakku juga seorang model ternama "
Ibu Marisa tampak begitu membanggakan putrinya
Cuihhh fans? waww rendah sekali seleraku
selain ummu aisyah dan ummu khadijah aku sama sekali tak tertarik ngefans dengan figur yang tak mendidik apa lagi putrimu itu ckckc
Ana baru ingat jika ibu Marisa adalah seorang desainer ternama negeri ini, wajar saja ibu Aditya memanggilnya untuk memberikan baju hasil karyanya yang terkenal begitu luar biasa kepada dirinya
" Tidak tante aku hanya sering melihatnya di jampus dulu, aku pikir dia dulu adalah pacar Aditya ternyata tidak " Ana sedikit panas hatinya maklumlah namanya juga wanita
" Iya Aditya adalah lelaki yang ia sukai, tapi balik lagi takdir tak mengizinkan Marisa mendapatkan Aditya " Ibunya Marisa sangat bijaksana sekali sangat lembut berbicara takut sekali menyinggung perasaan Ana
" Mana mungkin Aditya sanggup berjauhan dengan gadis secantik dirimu sayang "
ibu Marisa memuji kecantikan Ana dengan tulus
Ana merasa heran apa ibunya Marisa tidak tahu kelakuan Marisa di luar sana, bukankah Marisa sudah masuk kedalam kantor polisi
" Cepat kalian rias wajahnya, sesuaikan dengan warna gaunnya " Ia tersenyum begitu lembut dan ramah, berbeda sekali dengan putrinya yang sombong itu
Ana mencoba bertanya mengenai dimana posisi Marisa sekarang ,mencoba berbasa basi karena terakhir bertemu pada saat tragedi bersama Amanda tempo hari
" Marisa sekarang di mana ya tante, jarang kelihatan di kampus "
Ibunya tersenyum " Marisa ada di luar negeri "
Lalu ibunya berdiri dan membereskan beberapa pakaian untuk dibawa pergi
" Ana tante pamit dulu ya sayang, semoga acranya lancar ya nanti malam "
Berpamitan pergi
Jam menunjukkan pukul 07 : 00 malam
oara hadirin dan tamu undangan sudah memenuhi rumah keluarga Aditya dan Ana pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan keamanan di kerahkan tampak begitu ketat kawat - kawat berduri di pasang sepanjang jalan untuk mengamankan acara perhelatan keluarga bratawijaya yang terkenal sebagai salah satu keluarga konglomerat terkaya di negaranya
anjing pelacak pun juga di turunkan langsung untuk mengamankan tempat tersebut
Aditya tampak tak sabar lagi ingin pulang kerumah
ia dari tadi sibuk melihat ponselnya tak sabar ingin mendengar suara istri cantiknya itu
Membuka telpon dan langsung menelpon Ana
" Sayang aku masih di jalan apa kau sudah minum vitamin " Aditya menelpon Ana
" Iya sayang sudah ini sekarang lagi di make over sama tukang riasnya "
Ana mendloudspeaker ponselnya
" Apa kau sudah makan sayang, aku tak mau nanti pas acara di mulai kau kecapekan dan belum makan " Berbicara dengan kecepatan yang tinggi
" Sudah aku sudah makan dengan sangat kenyang sayang " Wajah Ana tampak kesal sekali melihat Aditya yang selalu memperlakukannya seperti anak kecil saja
__ADS_1
Tukang rias wajahnya tampak tersenyum - senyum melihat tingkah laku sepasang suami istri ini ,mereka saling melirik satu sama lain dan tersenyum - senyum
." Sayang kau jangan terlalu letih ingat ya, aku lagi di jalan ini sebentar lagi sampai "
" Iya sayang sudah ya, " Ana mematikan ponsel miliknya
" Ah selalu saja begitu "
Seorang tukang rias yang tampak sudah berumur memberi nasehat kepada Ana
" Nggak boleh begitu nona cantik, itu randanya suamimu sangat mencintai my, seharusnya kamu beruntung memiliki suami yang sangat perhatian seperti itu "
Dia menepuk pundak Ana
Mama Aditya masuk di ikuti oleh ibu dan kakak iparnya yang baru tiba dari kalimantan
" Permisi " mamanya Aditya mengetuk pintu, bagi mereka memasuki kamar orang lain sangat perlu meminta izin karena kamar adalah ruangan pribadi suami istri bukan ruang tamu yang bebas di masuki oleh siapapun, di tambah lagi kamar juga merupakan simbol terjaganya rahasia rumah tangga
" Aaaaa kakak ,mama , ibuk ayo silahkan masuk , kenapa masih berdiri di pintu sih mana si kembar dan kak Bima"
Ana tersenyum saat berjumpa dengan Anya kakak iparnya
" Mereka semua ada di bawah menunggu mu"
cepatlah turun sayang, mamanya memeluk menantunya itu,
ibu Ana dan Anya kakak iparnya saling berpandangan
" Tidak salah ya ma , kita menyerahkan Ana di keluarga ini ,lihatlah ma, mama Aditya sangat menyayanginya melebihi kita " Anya dan ibu Ana pun saling berpelukan
" Mmm aku juga sangat beruntuk nak, memiliki menantu seperti dirimu "
Aditya yang baru pulang dari kantor langsung menerobos masuk kedalam kamar, dengan berlari tergesa - gesa menaiki anak tangga dengan terburu - buru
" Ayo kita keluar , lihat Aditya baru pulang kerja, tidak baik kita berlama - lama di kamar ini "
Ibu Ana mengajak kakak iparnya keluar dari dalam kamar Ana
" Baiklah sayang mama juga akan menunggu kalian di bawah " Mengedipkan matanya kepada Ana
" Wah rame sekali di kamar ini, "
Aditya tampak kaget melihat mertua, ipar dan mamanya berada di kamar
" Ah tidak sayang kami akan segera turun, hanya sedang memastikan bahwa menantu dan calon cucu mama sudah siap bertemu dengan orang banyak di depan sana "
Berjalan keluar, di ikuti oleh tukang rias yang sudah selesai mendandani Ana yang terlihat begitu cetar, cantik sekali
Aditya memeluk Ana " Sayang aku sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anak kita apapun itu aku sudah siap menjadi seorang papa " Berdiri dengan tegap
Membuat Ana tertawa geli melihat tingkah Aditya yang akan menjadi seorang papa muda
Para artis dan grup band ternama telah datang bersiap mengisi acara termasuk juga para badut undangan, tentu saja badut Alena sudah tampak di sana
" Akhirnya aku kembali lagi kerumah ini, bertemu kembali dengan Arya ku "
Alena tampak meloncat - loncat kegirangan sambil mengenakan kostum badut tersebut
Alena langsung berkeliling rumah seperti sedang mencari seseorang tentu saja sudah di pastikan ia sedang mencari sosok Arya yang dari tadi tak tampak di mana, masih dengan menggunakan kostum badut ia berkeliling mencari Arya
" Kak Arya di mana kamu "
Arya yang sedang memakai baju tak menyadari jika pintu masih terbuka lebar
ia membuka lemari dan mencari baju yang akan ia kenakan malam ini " Baju yang mana ya , sepertinya yang ini saja "
Alena yang berjalan tiba - tiba langsung menghentikan langkah kakinya tepat di depan kamar Arya, air liurnya menetes melihat tubuh Arya yang belum memakai baju
" Ya ampun tubuhnya berkotak - kotak, dan di oenuhi otot - otot di benar - benar calon suami idamanku "
Arya menutup pintu lemarinya, membalikkan badan lalu berteriak, saat melihat badut dengan kostum winni the poh berada di depan kamarnya
"Aaaaaaaaaaaaaaawwwwwwwwwwww"
Alena pun ikut kaget mendengar teriakan Arya sehingga mereka seperti sedang melantunkan paduan suara dengan nada 7 oktaf
" Siapa kau ?" Arya cepat - cepat memakai baju nya
Alena langsung menerobos masuk kedalam kamar Arya tanpa rasa malu sama sekali
" Coba saja kau tebak aku siapa "
Arya menempelkan langsung tubuhnya di dinding, karena sangat cemas jangan - jangan ada musuh yang menyelinap masuk kedalam rumah
" Hei siapa kau, mau apa ?" Wajah Arya berubah panik, bagaimana tidak badut besar masuk kedalam kamar tidur miliknya
" Hei kak ini aku Alena, calon instrimu "
Alena melepaskan topeng badut di kepalanya
astaga lagi - lagi dia, bagaimana mungkin ada perempuan yang dengan tidak tau malu masuk kedalam kamar ini
Arya tampak sangat kaget ia ingin sekali memberikan satu pukulan kewajah Alena
Untung saja dia wanita jika tidak habislah dia
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan, kau tau kan tidak baik jika laki - laki dan perempuan yang bukan muhrim berada di dalam satu kamar hanya berdua saja " Arya sangat marah meski ia sendiri sebenarnya sudah tak terhitung lagi berapa banyak berduaan di dalam kamar dengan banyak perempuan yang berganti - ganti wajahnya
" Aku rela kau nikahi agar kita bisa cepat halal dan menjadi muhrim kak Arya "
Alena menampakkan belahan dadanya yang montok kepada Arya, benar - benar memalukan
Alih - alih bernafsu, Arya malah merasa sangat jijik melihatnya
Ntah kenapa aku sama sekali tak bernafsu melihatnya, padahal ia tidak terlalu buruk
ihh tapi sikapnya sudah seperti perempuan tak waras
Arya bergidik ngeri
" Cepat kau keluar dari kamarku atau aku akan mengusirmu dari tempat ini "
Uhuyyy malang tak dapat di tolak untung tak dapat di raih, Siska dan Rima melewati kamar Arya dan melihat Arya dan Alena berada dalam satu kamar yang sama
Siska menatap dengan mata yang berkaca - kaca ia berdiri mematung melihat ke arah Arya
Arya langsung berlari keluar kamar dan menghampiri Siska
" Tidak seperti yang kau lihat ini, hanya salah oaham saja "Arya tampak panik ketika Siska berdiri mematung di depan kamarnya
" Tidak perlu kau jelaskan apapun padaku ,lagian siapa lah aku, bukan siapa - siapa di hatimu, terlebih sekarang aku berstatus istri orang lain " Siska menarik tangan Rima pergi
" Ayo Rima kita cari Ana "
Alena yang tampak sangat senang saat Siska dan Rima melihatnya berduaan di dalam kamar membuat Arya meradang
" Akhirnya semua orang tau jika aku akan segera kau nikahi "
Alena tersenyum manis menampakkan lesung pipinya yang dalam
"Tolong kau cepat keluar dari dalam kamarku atau aku akan mengunci mu di dalam sini "
Arya berbicara sangat keras dan lantang , kkesabarannya sudah habis
" Kenapa kau marah kak Arya, tetapi memang tuhan menciptakan kau terlalu sempurna
saat kau marah saja aura kegantenganmu semakin bersinar, aku sangat menyukaimu"
Bukannya ketakutan justru Alena meloncat - loncat kegirangan
" Apa kau serius, ingin mengurungku disini kak Arya, jika itu keinginanmu maka aku rela dengan senang hati "
Duduk di ujung kasur Arya
Ternyata fix dia perempuan yang sudah terkena gangguan jiwa, bahkan ia tak bisa membedakan antara mengajak dan mengusir
semakin sulit saja hidupku akhir - akhir ini
Arya tampak frustasi karena Alena yang terus - terusan mengejarnya
Arya terlihat pasrah ia tak tau lagi harus melakukan apa lagi, ia masih terpikir Siska
Bagaimana Siska, apa dia berpikir aku belum berubah , Aku ingin sekali melempar perempuan ini keluar dari dalam kamar
ini , kalau bukan oma Rita memilihnya untuk mengisi acara sudah aku pastikan dia... !
untung saja Dimas menelpon
" Aku di luar kau dimana "
" Ah kau dimana cepat kekamarku sekarang "
Tak lama Dimas muncul menghampiri Arjuna
terlihat Alena sedang duduk di dalam kamar
Dimas tertawa geli " Bukankah biasanya kau suka wanita "
"Ya tentu saja tapi tidak juga dengan wanita gila sepertinya " Arya tampak pasrah
Untunglah oma Rita dan nenek lewat
mereka berhenti di depan kamar Arya karena melihat Arya yang tampak kesal, oma Rita melihat kedalam kamar Arya
" Arya kenapa badut itu berada di kamarmu " melihat kedalam kamar Arya
" Hei badut cepat keluar pestanya akan segera di mulai, cepatlah kau keluar dari kamar itu , percuma saja kau aku bayar jika hanya untuk tiduran di sini, cepat keluar anak kecil sudah banyak juga yang berdatangan "
Alena yang tadi tak mau keluar, langsung berdiri ia tak mungkin membantah perkataan kedua perempuan tua itu, apa lagi oma Rita, jika ia tak suka ia bisa melakukan apa saja bayangkan saja betapa cerewetnya oma Rita
" Untung saja oma datang " Arya mengelus dada
Alena melewati Arya dengan memakai kostum badut
" Ayo kita kesana acara akan segera di mulai "
MC kondang ternama sudah mulai mengoceh sepertinya acara akan segera di mulai
" Selanjutnya kita persilahkan kepada nyonya Anastasya Aditya, untuk segera turun dan masuk kedalam ruangan agar para hadirin dan tamu undangan bisa melihat secara jelas jenis kelamin anak mereka "
Semua hadirin bertepuk tangan, termasuk Aditya yang sudah tidak sabar lagi
__ADS_1
Dimas, Arya, Siska dan Rima berdiri berjejer dengan Aditya, mata Arya sesekali tertuju kepada Siska yang dari tadi membuang muka
Rima pun iseng bertanya ' Mana Arjuna kok aku tak melihatnya, "