Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 150


__ADS_3

Malam perayaan akan segera tiba semua persiapan sudah 100 persen siap


Ana sudah bersiap - siap di dalam kamar sembari menunggu desainer dan tukang rias datang, tetapi ntah mengapa matannya sungguh terasa berat sekali seperti ingin tertidur terus


Kenapa aku mengantuk sekali ya,


Ana menguap berkali - kali


" Padahal aku hanya makan tidur saja tetapi nasih saja terus mengantuk "


Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya


" Permisi "


" Ya, masuk saja "


Seorang perempuan cantik dengan dandanan glaumour, wajahnya tidak asing karena sering muncul di televisi


ya seorang desainer ternama yang sengaja di datangkan oleh mertuanya untuk penampilannya malam ini, ia langsung kedalam kamar Ana membawa pakaian bersama seorang MUA ternama yang wajahnya juga sudah tidak asing lagi , sering wara - wiri di layar kaca


Mereka berdua sudah tidak sabar lagi untuk segera memberikan sentuhandi wajah cantik Ana,


" Wah kau istri Aditya benar sekali sungguh cantik " MUA tersebut tampak memuji Ana berkali - kali membuat Ana merasa sangat malu


" Ah mbak juga cantik " Ana kembali melempar pujian kepada perempuan tersebut


sedangkan desainer yang membawa beberapa baju tak berbicara sama sekali


ia duduk dan memberikan baju kepada Ana


" Cobalah sayang , aku sangat yakin kau begitu pantas memakai ini, apa lagi aku sangat tau selera mertua perempuanmu "


Ia meletakkan ponselnya di samping meja rias Ana . tak sengaja Ana melihat walpaper handponenya, wajah seseorang yang tak asing lagi


" Ini bukannya Marisa ? " Ana melihat wajah desainer tersebut


" Benar aku adalah ibunya Marisa ,apa kau juga mengenal putriku "


Tentu saja tante aku sangat mengenal putrimu yang jahat itu, dia dan temannya berkomplotan untuk menghabisiku, apa kau tau, apa kau mendidiknya dengan baik nyonya


" Apa kau penggemar Marisa juga, kebetulan anakku juga seorang model ternama "


Ibu Marisa tampak begitu membanggakan putrinya


Cuihhh fans? waww rendah sekali seleraku


selain ummu aisyah dan ummu khadijah aku sama sekali tak tertarik ngefans dengan figur yang tak mendidik apa lagi putrimu itu ckckc


Ana baru ingat jika ibu Marisa adalah seorang desainer ternama negeri ini, wajar saja ibu Aditya memanggilnya untuk memberikan baju hasil karyanya yang terkenal begitu luar biasa kepada dirinya


" Tidak tante aku hanya sering melihatnya di jampus dulu, aku pikir dia dulu adalah pacar Aditya ternyata tidak " Ana sedikit panas hatinya maklumlah namanya juga wanita


" Iya Aditya adalah lelaki yang ia sukai, tapi balik lagi takdir tak mengizinkan Marisa mendapatkan Aditya " Ibunya Marisa sangat bijaksana sekali sangat lembut berbicara takut sekali menyinggung perasaan Ana


" Mana mungkin Aditya sanggup berjauhan dengan gadis secantik dirimu sayang "


ibu Marisa memuji kecantikan Ana dengan tulus


Ana merasa heran apa ibunya Marisa tidak tahu kelakuan Marisa di luar sana, bukankah Marisa sudah masuk kedalam kantor polisi


" Cepat kalian rias wajahnya, sesuaikan dengan warna gaunnya " Ia tersenyum begitu lembut dan ramah, berbeda sekali dengan putrinya yang sombong itu


Ana mencoba bertanya mengenai dimana posisi Marisa sekarang ,mencoba berbasa basi karena terakhir bertemu pada saat tragedi bersama Amanda tempo hari


" Marisa sekarang di mana ya tante, jarang kelihatan di kampus "


Ibunya tersenyum " Marisa ada di luar negeri "


Lalu ibunya berdiri dan membereskan beberapa pakaian untuk dibawa pergi


" Ana tante pamit dulu ya sayang, semoga acranya lancar ya nanti malam "


Berpamitan pergi


Jam menunjukkan pukul 07 : 00 malam


oara hadirin dan tamu undangan sudah memenuhi rumah keluarga Aditya dan Ana pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan keamanan di kerahkan tampak begitu ketat kawat - kawat berduri di pasang sepanjang jalan untuk mengamankan acara perhelatan keluarga bratawijaya yang terkenal sebagai salah satu keluarga konglomerat terkaya di negaranya


anjing pelacak pun juga di turunkan langsung untuk mengamankan tempat tersebut


Aditya tampak tak sabar lagi ingin pulang kerumah


ia dari tadi sibuk melihat ponselnya tak sabar ingin mendengar suara istri cantiknya itu


Membuka telpon dan langsung menelpon Ana


" Sayang aku masih di jalan apa kau sudah minum vitamin " Aditya menelpon Ana


" Iya sayang sudah ini sekarang lagi di make over sama tukang riasnya "


Ana mendloudspeaker ponselnya


" Apa kau sudah makan sayang, aku tak mau nanti pas acara di mulai kau kecapekan dan belum makan " Berbicara dengan kecepatan yang tinggi


" Sudah aku sudah makan dengan sangat kenyang sayang " Wajah Ana tampak kesal sekali melihat Aditya yang selalu memperlakukannya seperti anak kecil saja

__ADS_1


Tukang rias wajahnya tampak tersenyum - senyum melihat tingkah laku sepasang suami istri ini ,mereka saling melirik satu sama lain dan tersenyum - senyum


." Sayang kau jangan terlalu letih ingat ya, aku lagi di jalan ini sebentar lagi sampai "


" Iya sayang sudah ya, " Ana mematikan ponsel miliknya


" Ah selalu saja begitu "


Seorang tukang rias yang tampak sudah berumur memberi nasehat kepada Ana


" Nggak boleh begitu nona cantik, itu randanya suamimu sangat mencintai my, seharusnya kamu beruntung memiliki suami yang sangat perhatian seperti itu "


Dia menepuk pundak Ana


Mama Aditya masuk di ikuti oleh ibu dan kakak iparnya yang baru tiba dari kalimantan


" Permisi " mamanya Aditya mengetuk pintu, bagi mereka memasuki kamar orang lain sangat perlu meminta izin karena kamar adalah ruangan pribadi suami istri bukan ruang tamu yang bebas di masuki oleh siapapun, di tambah lagi kamar juga merupakan simbol terjaganya rahasia rumah tangga


" Aaaaa kakak ,mama , ibuk ayo silahkan masuk , kenapa masih berdiri di pintu sih mana si kembar dan kak Bima"


Ana tersenyum saat berjumpa dengan Anya kakak iparnya


" Mereka semua ada di bawah menunggu mu"


cepatlah turun sayang, mamanya memeluk menantunya itu,


ibu Ana dan Anya kakak iparnya saling berpandangan


" Tidak salah ya ma , kita menyerahkan Ana di keluarga ini ,lihatlah ma, mama Aditya sangat menyayanginya melebihi kita " Anya dan ibu Ana pun saling berpelukan


" Mmm aku juga sangat beruntuk nak, memiliki menantu seperti dirimu "


Aditya yang baru pulang dari kantor langsung menerobos masuk kedalam kamar, dengan berlari tergesa - gesa menaiki anak tangga dengan terburu - buru


" Ayo kita keluar , lihat Aditya baru pulang kerja, tidak baik kita berlama - lama di kamar ini "


Ibu Ana mengajak kakak iparnya keluar dari dalam kamar Ana


" Baiklah sayang mama juga akan menunggu kalian di bawah " Mengedipkan matanya kepada Ana


" Wah rame sekali di kamar ini, "


Aditya tampak kaget melihat mertua, ipar dan mamanya berada di kamar


" Ah tidak sayang kami akan segera turun, hanya sedang memastikan bahwa menantu dan calon cucu mama sudah siap bertemu dengan orang banyak di depan sana "


Berjalan keluar, di ikuti oleh tukang rias yang sudah selesai mendandani Ana yang terlihat begitu cetar, cantik sekali


Aditya memeluk Ana " Sayang aku sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anak kita apapun itu aku sudah siap menjadi seorang papa " Berdiri dengan tegap


Membuat Ana tertawa geli melihat tingkah Aditya yang akan menjadi seorang papa muda


Para artis dan grup band ternama telah datang bersiap mengisi acara termasuk juga para badut undangan, tentu saja badut Alena sudah tampak di sana


" Akhirnya aku kembali lagi kerumah ini, bertemu kembali dengan Arya ku "


Alena tampak meloncat - loncat kegirangan sambil mengenakan kostum badut tersebut


Alena langsung berkeliling rumah seperti sedang mencari seseorang tentu saja sudah di pastikan ia sedang mencari sosok Arya yang dari tadi tak tampak di mana, masih dengan menggunakan kostum badut ia berkeliling mencari Arya


" Kak Arya di mana kamu "


Arya yang sedang memakai baju tak menyadari jika pintu masih terbuka lebar


ia membuka lemari dan mencari baju yang akan ia kenakan malam ini " Baju yang mana ya , sepertinya yang ini saja "


Alena yang berjalan tiba - tiba langsung menghentikan langkah kakinya tepat di depan kamar Arya, air liurnya menetes melihat tubuh Arya yang belum memakai baju


" Ya ampun tubuhnya berkotak - kotak, dan di oenuhi otot - otot di benar - benar calon suami idamanku "


Arya menutup pintu lemarinya, membalikkan badan lalu berteriak, saat melihat badut dengan kostum winni the poh berada di depan kamarnya


"Aaaaaaaaaaaaaaawwwwwwwwwwww"


Alena pun ikut kaget mendengar teriakan Arya sehingga mereka seperti sedang melantunkan paduan suara dengan nada 7 oktaf


" Siapa kau ?" Arya cepat - cepat memakai baju nya


Alena langsung menerobos masuk kedalam kamar Arya tanpa rasa malu sama sekali


" Coba saja kau tebak aku siapa "


Arya menempelkan langsung tubuhnya di dinding, karena sangat cemas jangan - jangan ada musuh yang menyelinap masuk kedalam rumah


" Hei siapa kau, mau apa ?" Wajah Arya berubah panik, bagaimana tidak badut besar masuk kedalam kamar tidur miliknya


" Hei kak ini aku Alena, calon instrimu "


Alena melepaskan topeng badut di kepalanya


astaga lagi - lagi dia, bagaimana mungkin ada perempuan yang dengan tidak tau malu masuk kedalam kamar ini


Arya tampak sangat kaget ia ingin sekali memberikan satu pukulan kewajah Alena


Untung saja dia wanita jika tidak habislah dia

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan, kau tau kan tidak baik jika laki - laki dan perempuan yang bukan muhrim berada di dalam satu kamar hanya berdua saja " Arya sangat marah meski ia sendiri sebenarnya sudah tak terhitung lagi berapa banyak berduaan di dalam kamar dengan banyak perempuan yang berganti - ganti wajahnya


" Aku rela kau nikahi agar kita bisa cepat halal dan menjadi muhrim kak Arya "


Alena menampakkan belahan dadanya yang montok kepada Arya, benar - benar memalukan


Alih - alih bernafsu, Arya malah merasa sangat jijik melihatnya


Ntah kenapa aku sama sekali tak bernafsu melihatnya, padahal ia tidak terlalu buruk


ihh tapi sikapnya sudah seperti perempuan tak waras


Arya bergidik ngeri


" Cepat kau keluar dari kamarku atau aku akan mengusirmu dari tempat ini "


Uhuyyy malang tak dapat di tolak untung tak dapat di raih, Siska dan Rima melewati kamar Arya dan melihat Arya dan Alena berada dalam satu kamar yang sama


Siska menatap dengan mata yang berkaca - kaca ia berdiri mematung melihat ke arah Arya


Arya langsung berlari keluar kamar dan menghampiri Siska


" Tidak seperti yang kau lihat ini, hanya salah oaham saja "Arya tampak panik ketika Siska berdiri mematung di depan kamarnya


" Tidak perlu kau jelaskan apapun padaku ,lagian siapa lah aku, bukan siapa - siapa di hatimu, terlebih sekarang aku berstatus istri orang lain " Siska menarik tangan Rima pergi


" Ayo Rima kita cari Ana "


Alena yang tampak sangat senang saat Siska dan Rima melihatnya berduaan di dalam kamar membuat Arya meradang


" Akhirnya semua orang tau jika aku akan segera kau nikahi "


Alena tersenyum manis menampakkan lesung pipinya yang dalam


"Tolong kau cepat keluar dari dalam kamarku atau aku akan mengunci mu di dalam sini "


Arya berbicara sangat keras dan lantang , kkesabarannya sudah habis


" Kenapa kau marah kak Arya, tetapi memang tuhan menciptakan kau terlalu sempurna


saat kau marah saja aura kegantenganmu semakin bersinar, aku sangat menyukaimu"


Bukannya ketakutan justru Alena meloncat - loncat kegirangan


" Apa kau serius, ingin mengurungku disini kak Arya, jika itu keinginanmu maka aku rela dengan senang hati "


Duduk di ujung kasur Arya


Ternyata fix dia perempuan yang sudah terkena gangguan jiwa, bahkan ia tak bisa membedakan antara mengajak dan mengusir


semakin sulit saja hidupku akhir - akhir ini


Arya tampak frustasi karena Alena yang terus - terusan mengejarnya


Arya terlihat pasrah ia tak tau lagi harus melakukan apa lagi, ia masih terpikir Siska


Bagaimana Siska, apa dia berpikir aku belum berubah , Aku ingin sekali melempar perempuan ini keluar dari dalam kamar


ini , kalau bukan oma Rita memilihnya untuk mengisi acara sudah aku pastikan dia... !


untung saja Dimas menelpon


" Aku di luar kau dimana "


" Ah kau dimana cepat kekamarku sekarang "


Tak lama Dimas muncul menghampiri Arjuna


terlihat Alena sedang duduk di dalam kamar


Dimas tertawa geli " Bukankah biasanya kau suka wanita "


"Ya tentu saja tapi tidak juga dengan wanita gila sepertinya " Arya tampak pasrah


Untunglah oma Rita dan nenek lewat


mereka berhenti di depan kamar Arya karena melihat Arya yang tampak kesal, oma Rita melihat kedalam kamar Arya


" Arya kenapa badut itu berada di kamarmu " melihat kedalam kamar Arya


" Hei badut cepat keluar pestanya akan segera di mulai, cepatlah kau keluar dari kamar itu , percuma saja kau aku bayar jika hanya untuk tiduran di sini, cepat keluar anak kecil sudah banyak juga yang berdatangan "


Alena yang tadi tak mau keluar, langsung berdiri ia tak mungkin membantah perkataan kedua perempuan tua itu, apa lagi oma Rita, jika ia tak suka ia bisa melakukan apa saja bayangkan saja betapa cerewetnya oma Rita


" Untung saja oma datang " Arya mengelus dada


Alena melewati Arya dengan memakai kostum badut


" Ayo kita kesana acara akan segera di mulai "


MC kondang ternama sudah mulai mengoceh sepertinya acara akan segera di mulai


" Selanjutnya kita persilahkan kepada nyonya Anastasya Aditya, untuk segera turun dan masuk kedalam ruangan agar para hadirin dan tamu undangan bisa melihat secara jelas jenis kelamin anak mereka "


Semua hadirin bertepuk tangan, termasuk Aditya yang sudah tidak sabar lagi

__ADS_1


Dimas, Arya, Siska dan Rima berdiri berjejer dengan Aditya, mata Arya sesekali tertuju kepada Siska yang dari tadi membuang muka


Rima pun iseng bertanya ' Mana Arjuna kok aku tak melihatnya, "


__ADS_2