
" Kenapa sih dia menelponku menyebalkan sekali ,apa dia mau bertanya tentang Arjuna "
"Ayo cepat jawab ini telpon dari kakakmu, nanti dia bisa marah, ayo sayang "
Maminya membujuk Siska dan mengelus kepalanya
Siska pun langsung mengangkat telpon dari Dimas dengan sangat berat hati
dan berbicara tanpa titik koma padahal Dimas belum bertanya apapun " Jika kau bertanya Arjuna, ia tak ada bersama kami, ia tidur di rumah karena tidak enak badan, malam. tadi ia pulang subuh sekali puass "
Siska memberikan ponselnya kembali pada maminya,
" Ini Mi ambil, Siska rasa ia hanya ingin bertanya tentang Arjuna "
Maminya mengambil ponselnya dan terdengar suara Dimas berbicara dengan jelas
"Halo aku belum berbicara apapun "
Maminya mendloudspeaker suara ponselnya
" Siska dengarkan aku, aku berada di restoran samping mall cepatlah kemari ada yang ingin aku ceritakan, kau harus tau sesuatu ini menyangkut Rima "
Siska terkejut dan langsung menoleh kearah maminya
tak bertanya sama sekali pada Dimas
" Rima ? Siska terkejut , Ada apa dengannya? "
" Rima temanmu yang manis itu kan "
" Iya mi, ingatan mami masih bagus juga rupanya "
" Tentu saja sayang kan kau hanya dua kali membawa teman kerumah, Ana dan Rima, kau itu kan keras mana ada yang betah berteman denganmu, kalau bukan orang yang sangat sabar seperti mereka "
" Ah, mami kalau begitu Siska izin pergi sebentar ya Mi, ketempat kak Dimas
Siska penasaran tumben kak Dimas ngomongin perempuan "
Siska tersenyum kecut
Siska yang tampak kebingungan langsung meminta izin ingin pergi ketempat Dimas,
Sebelum melangkah pergi meninggalkan maminya, dari kejauhan tampak sesosok lelaki yang ia kenal, berjalan dengan rapi mendekati Siska dan maminya,
ternyata ia adalah pak kumis
" Mami itu kan... "
Siska menunjuk pak kumis dan menengok kearah maminya
" Hmmm sepertinya ada yang sengaha janjian ya ... "
Pak kumis mendekati mereka lalu menyapa Siska dan maminya
" Apa kabar nak, Siska "ia menyapa Siska dengan sopan dan ramah sekali
"Alhamdlilah baik pak "
__ADS_1
Siska membalas dengan sopan dan memberikan senyuman, sepertinya Siska menyukai pak kumis sebagai calon papa sambungnya
" Aku sengaja kemari agar bisa mengobrol. dekat dengan Siska ,apa kau tak keberatan jika aku mencoba dekat dengan anakmu "
Mami Siska tersenyum ia tak mengeluarkan sepatah katapun ,dengan lembut Siska pun menjawab
" Tentu saja pak kumis, aku sangat senang jika bisa mengobrol dekat denganmu, tapi aku harus pergi dulu sebentar kerestoran sebelah
kak Dimas tadi menelponku "
Siska melirik kearah maminya ,ia tampak seperti orang yang benar - benar sedang jatuh cinta, Siska terkejut sekali dengan kedatangan pak kumis, pantas saja penampilan maminya benar - benar mempesona hari ini ,rupanya ada udang di baik batu, ckckckckck
wajah maminya berubah sangat cerah Dan tampak pancaran pesona kebahagiaan tak terkira dari wajah maminya
" Kau datang wijaya "
Maminya akhirnya buka suara juga
Siska yang tak ingin berlama - lama berada di sana memutuskan untuk segera pergi dan membiarkan maminya untuk mengobrol berdua dengan pak kumis setelah sekian lama maminya tak boleh kemana - mana dengan Dimas
" Pak, Siska ada urusan bapak mengobrollah denga mami ya, nanti kak Dimas bisa marah aku lama datang menemuinya "
Siska mencium tangan pak kumis, meski bersifat keras ia sangat menghormati orang tua, lagian ia tak tau takdir jika nanti pak kumis di takdirkan menjadi ayah sambung untuknya,
....
Di restoran mereka sudah tak sabar ingin menceritakan pada Siska, kecuali Ana ia masih tak setuju jika Siska tau secepat ini karena ia sangat cemas jika sampai Siska tau ia tak bisa membayangkan bagaimana nasib Rima di kampus
"Bagaimana apa Siska sudah menuju kemari "Ana mulai tampak cemas
" Tunggu saja ia sedang menuju kemari
ia tak perlu memiliki banyak teman, jika banyak yang tak tulus "
"Aku sungguh cemas sekali, bagaimana jika ia tau Rima menyakiti Ana dan yang lainnya"
Dimas juga takut sekali sebenarnya jika Siska tau ,karena dengan sekali pukulan Rima bisa terkapar oleh adik perempuannya itu "
Siska berjalan kaki menuju restoran karena jaraknya memang dekat, didalam perjalanan ia masih bertanya - tanya
" Apa sih yang mau di ceritakan kak Dimas padaku, atau jangan - jangan ia ingin mengatakan mulai menyukai Rima ,oh ini berita yang sangat bagus "
Siska tersenyum bahagia
" Ah semoga saja "
Siska pun sampai di depan restoran ia memasuki restoran dan mencari - cari keberadaan Dimas dimana
" Di mana Kak Dimas ya? "
Ana berdiri seorang pelayan menghampiri
" Ada yang bisa saya bantu Nona, "
" Iya saya sedang mencari.... "
Tentu saja yang duluan melihat kedatangan Siska adalah Arya dengan dada yang berdegup kencang ia melihat kedatangan Siska
__ADS_1
"Itu Siska sudah datang "
" Mana, " Dimas menoleh
Ana melambaikan tangan agar Siska segera kemari
" Oh di sana "
" Terimakasih Mas, saya lagi janjian dengan kakak saya, itu mereka "
" Baiklah Nona, selamat menikmati hidangan restoran ini "
Siska tersenyum manis lalu ia berjalan menuju meja makan
" Lah kok rame, aku pikir cuma kak Dimas aja"
Siska berbicara ketus sekali, karena ada Arya juga di sana
Siska melirik kearah Arya dengan muka kesal sekali, karena perlakuan Arya malam tadi padanya sungguh menyakitkan hati buatnya
" Duduk dulu sini " Ana menyuruh Siska duduk di dekatnya bersebelahan dengan Arya
"Kak Dimas pindah duduk sana aku bisa gatal - gatal duduk di sebelah sana "
Ana paham karena ada Arya duduk di sebelah sana
" Eh tidak bisa, jangan duduk di didekat Ana "
Aditya kembali emosi
" Baiklah biar aku saja yang pindah kesamping Arya "
Aditya pindah duduk di samping Arya
dan Siska duduk diantara Dimas dan Ana
" Sudah.. sudah sekarang ayo cepat jelaskan pada Siska "
Ana berbicara dengan pasrah
Siska masih syok " Sebenarnya mau bicara apa sih, harus dibicarakan sedarurat ini sekali, masalah Rima emang di kenapa,
kak Dimas ini main telpon aja nggak ngasih tau kalau di sini ada banyak orang, kirain cuma di sendirian "
Siska melirik kearah Arya dengan wajah tidak senang
Arya yang mendengar ucapan Siska memilih untuk pura - pura tidak menanggapinya
jangan lupa follow instagram author ya
@Sandihasan90
awal bulan nanti author mau bagi - bagi rezeki masing -masing @100.000 rupiah untuk 3 orang pemenang
syarat : follow ig author
tag 5 orang, dan sebutkan judul novel author
__ADS_1
tuliskan tokoh favorit kamu di novel
komentar terunik akan memenangkan hadiah terimakasih