
Ana tau jika Siska sedang berbohong , ia sangat paham betul
Arya juga meringis mengeluarkan air mata kembali
" Aku tiba - tiba teringat mama di rumah sakit
Aditya heran tak biasanya Arya teringat ibunya sedangkan ia sangat cuek sekali terhadap keluarganya
Seperti terjadi perang hati di antara mereka berdua tetapi tak tau cara mengungkapkan hati mereka masing - masing
" Ana sebaiknya kita pulang
Aditya menarik tangan Ana mereka berdua seolah mengerti apa yang sedang terjadi
" Arya , Siska kami pamit pulang dulu ya
Arya masih meringis menahan sakit begitu juga Siska mereka sama - sama menangis menahan sakit hati yang mereka rasakan
....
" Kenapa kita pulang cepat sekali
Aditya berusaha menenangkan Ana
" Aku sudah tak sabar ingin memelukmu
Didalam hatinya Aditya sangat mengkhawatirkan keadaan Ana dan anaknya
Aku akan menjaga kalian meski nyawaku taruhannya
Aditya mengelus kepala Ana sambil menyetir
" Dit , apa kau menangkap sesuatu yang berbeda dari tingkah Arya
" Berbeda maksudnya,.
Aditya pura - pura tak mengerti
"Sudahlah tak usah memikirkan mereka lebih baik kita memikirkan tentang kita berdua saja
Didalam perjalanan menuju pulang kerumah mereka , Ana melihat mami Siska sedang duduk berduaan di sebuah warung nasi uduk di pinggir jalan
" Dit , coba kau lambatkan laju mobil ini
" Kenapa sayang ,
" Aku ingin makan nasi uduk di tempat itu
Aditya melihat tempat nasi uduk itu berada di pinggir jalan tentu saja ia tak pernah makan di tempat yang menurutnya tidak steril di tepi jalan raya
Apa yang sedang di lakukan mami Siska di tempat seperti ini , mami Siska seorang sosialita berkelas berada di tempat makan yang seperti ini ,tidak mungkin
" Sayang apa kau yakin makan di tempat ini ?
Wajah Ana memohon tentu saja Aditya tak sanggup menolak istri cantiknya itu
" Baiklah
Aditya baru saja ingin memencet nomor di ponselnya , buru - buru Ana merampas ponsel dari tangan Aditya ia tau jika Aditya akan melakukan sesuati yang berlebihan lagi
" Aku tidak mau kau menelpon seluruh sepupumu untuk menjaga kita makan di tempat ini
Aditya terlihat pasrah saat mata Ana sudah melotot kepadanya
__ADS_1
" Baiklah tuan putri kali ini kau menang , tapi hanya sekali ini saja
"Baiklah , ucap Ana bahagia
Mereka turun dan duduk di kursi jika Ana berjalan seperti biasanya berbeda dengan Aditya ia seperti jijik untuk duduk di tempat seperti itu belum lagi lalu lalang kendaraan bermotor di tempat itu menambah hiruk pikuk berbeda sekali dengan restoran mewah yang biasa mereka singgahi
Ana sengaja tidak memberitahu Aditya perihal ia sebenarnya ingin tau apa yang sedang dilakukan oleh mami Siska dan pak kumis ia mengeluarkan ponselnya diam - diam lalu memotret mereka
." Kau mau makan apa sayang?
" Terserah kamu aja , Aditya masih melihat sekeliling
" Ya udah biar aku pesanin
" Pak , nasi uduknya dua ayam kampung goreng nya 2 sama cah kangkungya satu ya
" Baik neng ,
Ana berusaha menempelkan telingaya ia sengaja duduk membelakangi pak kumis dan mami Siska , karena sepertinya mereka sedang mengobrol cukup serius
Bukankah pak kumis sangat mencintai istrinya , hmm tapi memang tidak salah sih
mereka kan sama - sama single yang jadi masalah adalah mana mungkin seorang sosialita kaya bisa mengobrol di tempat seperti ini dengan seorang penjaga kampus
memang sih , pak kumis perawakannya sangat ganteng untuk ukuran lelaki seusianya
berkulit putih , berbadan tinggi gempal
aku yakin waktu muda dulu ia ganteng
" Neng ini , makanannya
Panggilan dari penjual nasi uduk membuyarkan lamunan Ana
" Eh iya pak terimakasih
" Kau tidak makan
Ana memaksa menyuapi Aditya dengan tangannya
"Ayo cepat buka mulutmu , kau harus mencobanya baru berkomentar
Aditya pertama menolaknya , tetapi karena Ana terus memaksa maka akhirnya ia pun membuka mulutnya
" Enak sungguh ini enak sekali
Ana tersenyum melihat reaksi wajah Aditya
" Bagaimana enak kan
Tak perlu waktu lama Aditya pun meniru Ana memasukkan tangannya di kobokan lalu makan menggunakan tangan dengan lahapnya
Ya ampun ini enak sekali , bagaimana mungkin di pinggir jalan seperti ini ada makanan seenak ini , ini mengalahkan makanan restoran mewah
Alunan musik pun menemani makan malam mereka di pinggir jalan , ya suara seniman jalanan menambah kehangatan makan di pinggir jalan menyanyikan lagu khas rakyat kecil, berbeda dengan restoran mewah yang selalu menyajikan musik jaz , seriosa
Aditya mulai menikmati makanan di pinggir jalan , ia melihat orang - orang bisa tertawa bebas di tempat makan itu , khas orang - orang kecil yang hobi makan di pinggir jalan
" Pak bisa tambah nasi
ucap Aditya
" Oh iya sebentar mas
__ADS_1
Ana menoleh kearah Aditya sambil tersenyum
" Kan udah aku bilang enak
" Maafkan aku meninggalkan kamu dulu
" Akhirnya aku yang harus kalah dengan keadaan
Ana mendengarkan dengan sangat jelas obrolan mereka pak kumis dan mami Siska
Tak lama pak kumis dan mami Siska berdiri dan memanggil pelayan
Ana langsung cepat - cepat memeluk Aditya agar mereka tak menyadari jika itu Aditya dan Ana
Seperti den Aditya , tapi mana mungkin dia mau makan di tempat seperti ini
Tampak pak kumis yang membayar makanan tersebut , lalu mereka pergi tetapi Ana tak sempat melihat mereka naik apa , apa naik mobil mami Siska atau ntah lah
karena Aditya masih asik makan nasi uduk
Argghhh
urgghhh
Aditya bersendawa dengan sangat kencang tentu saja kalau di tempat seperti itu biasa saja berbeda dengan makan di restoran mewah jika bersendawa di tempat umum seperti itu ia akan di perhatikan oleh semua orang
" Ana apa kau suka makan nasi uduk
" Sangat suka , ucap Ana mengangguk
Aditya memanggil pelayan
" Berapa pak ?
Aditya mengeluarkan kartu kredit miliknya
" Maaf mas kita di sini hanya menerima uang cash
Ana buru - buru mengambil kartu kredit milik Aditya
" Maaf pak berapa semuanya
" 50 ribu neng
Aditya terkejut makan sebanyak ini hanya lima puluh ribu
" Pak ini murah sekali
Semua orang yang sedang makan memandang Aditya yang bersuara lantang karena tak menyangka ada makanan semurah dan seenak ini
" Aduh Aditya kau bikin malu saja
" Bagaimana kalau mulai besok anda berjualan di depan rumah saya saja , tenang saja saya akan membayar anda lebih besar dari ini
Ana buru - buru menarik tangan Aditya kemobil ,
" Maaf pak
*permisi
Terimakasih banyak*
Ana menarik nafas saat duduk didalam mobil
__ADS_1
ternyata bukan hanya orang kecil sepertinya saja yang norak seorang konglomerat kaya pun bisa sangat norak jika berada di tempat orang kecil
" Aditya kau hampir membuat semua orang menonton kita , bikin malu saja