Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 92


__ADS_3

"Aku akan merasa sangat bete , aku yakin Siska tidak masuk hari ini


padahal aku ingin menunjukkan sesuatu padanya


Memandang poto mami Siska dan pak kumis di ponselnya


"Ana


Rima melambai - lambaikan tangannya


" Hei Rima


waw.. kau cantik sekali hari ini


Rima tersipu malu benar saja semenjak ia menjadi langsing , ya langsing alami karena libur kuliah kurang asupan gizi alias kurang makan hahaha ,


karena toko ayah ibunya sepi pembeli membuat perekonomian keluarganya menurun biasanya untuk makan saja berlimpah - limpah meski lauk pauknya hanya tempe tahu dan sayur - sayuran di sekeliling rumahnya , beruntunglah Rima berteman dengan Ana di kampus ia ibarat tambang emas bagi Rima yang selalu tak perhitungan padanya


" Iya Siska yang membelikan ini untukku


" Mm kau sekarang sudah tak membutuhkanku lagi sepertinya


Ana berpura - pura marah


" Ana bukan begitu kau tetap teman terbaikku


Ana langsung tertawa " Aku hanya bercanda Rima


" Ayo kita kekelas ,


" Ya , aku juga sudah menyelesaikan tugas Siska


" Percuma saja dia tidak masuk hari ini


" Kok bisa


" Ya , bisa dia sedang menjaga kang mas Arjuna


" Ehemmm , kalian membicarakan aku ya


Ana dan Rima menoleh kebelakang


" Siska kau masuk kuliah hari ini


" Ya tentu saja aku tak mau mengorbankan kuliahku ,


" Arjuna ?


" Biarkan saja menjadi urusan mami


Mereka pun masuk kekelas karena hari ini adalah tugas presentasi setiap kelompok harus mempresentasikan jurnal mereka kedepan


tibalah giliran kelompok Ana maju kedepan karena jurnal yang mereka bahas adalah tentang perekonomian rakyat tentu saja mengarah pada industri kecil , industri rumah tangga seperti ukm dan usaha rumahan


Rima dan Ana menjelaskan dengan detail sedangkan Siska ia hanya menjadi notulen saja yaitu yang menulis pertanyaan dari mereka - mereka dari kelompok lain yang ingin bertanya


" Sebelum menjawab setiap orang dari anggota kelompok harus menjawab satu pertanyaan dari kelompok lain karena itu akan mempengaruhi nilai individu kalian


Siska langsung deg - deggan tentu saja ia di belanda sengaja mengambil jurusan koki karena memang otaknya tidak sanggup untuk menerima pelajaran lagi ,tetapi demi bisa sekelas dengan Ana ia akhirnya mengambil jurusan ekonomi


" Tenang aku akan membantumu menjawab


Ana berbisik pada Siska


" Baiklah saya akan menjawab pertanyaan ke tiga


Bagaimana cara efektif untuk mengenalkan usaha rumahan pada orang lain sedangkan dana sangat minim dan terbatas ?


Jawabannya adalah


Siska melirik kearah Ana dan Rima keringat sudah mulai bercucuran


Ana tak bisa memberikan bantuan karena ibu dosen berdiri tepat disamping mereka


" Ayo Siska jawab

__ADS_1


" Baik bu


Ana dan Rima saling melihat mereka seoalah tau apa yang sedang dirasakan oleh Siska


Maafkan aku Siska aku tidak bisa membantumu kali ini


" Caranya adalah kita harus mengenal pasangan kita terlebih dahulu , jika benar ia mencintai kita , dia akan berusaha melakukan apapun untuk mendapatkan cinta kita , ia akan rela mengorbankan segalanya bahkan dunianya , terimakasih


Ana menepuk jidatnya


"Siska apa yang sedang kau katakan


aduh


Rima menutup mulutnya menahan tawa karena geli dengan ucapan yang terlontar dari mulut Siska


Ibu dosen tertawa renyah mendengar jawaban dari Siska di ikuti teman - teman mereka sekelas


" Siska apa kau sedang jatuh cinta , baiklah ibu akan meluruskan jawaban dari Siska


Siska terkejut seperti tidak sadar apa yang sedang ia ucapkan


" ****** lah aku , aku tidak tau jika harus berbicara seperti itu


" Baiklah anak - anak diskusi kelompok kita lanjutkan minggu depan lagi


" Uh


Siska menarik nafas panjang


Mereka menyusun buku dan masuk kedalam tas seperti biasa para bodyguard Ana langsung mengambil tas untuk di bawa


" Ya.. ya ini ambil


"Kita ke mall yuk


" Tumben


" Malam minggu ini ada acara di rumahku kalian datang ya ,


" Ah apaan sih , iya yakin


Ana langsung berdiri


" Nanti aku akan menunjukkan sesuatu padamu tapi harus temani aku dulu


" Tunggu , aku tak melihat Amanda tadi di kelas


" Iya aku juga ia selalu seperti itu hilang timbul


" Biarkan saja , aku sudah meletakkan kamera cctv di mobilku dan alarm yang langsung terhubung ke ponsel mami jika sesuatu terjadi padaku


Rima merasa aneh dengan obrolan kedua temannya itu.


" Kalian sedang mengobrol apa sih


Ana dan Siska saling berpandangan mereka tak bermaksud menyembunyikan sesuatu dari Rima cuma mereka iba jika nanti Rima harus terlibat urusan mereka , apa lagi menghadapi Amanda yang sudah seperti orang gila saja


" Bagaimana kalau kalian naik mobilku saja


" Terus mobilku


" Tenang biar mereka saja yang membawanya


Mereka sangat senang sekali , sebelumnya Rima sudah menelpon orang tuanya jika pulang agak telat karena diajak Ana dan Siska


" Bagaimana kalau kita menonton saja


" Bagaimana mungkin mereka semua akan ikut menonton


Ana melirik barisan bodyguard yang berjejer rapi


" Kita duduk disana saja


" Baiklah , mereka bertiga saling bergandengan

__ADS_1


" Keponakanku kau harus sabar ya didalam sana mengahadapi kedua tantemu ini


Mereka duduk bak ratu karena ditempat itu karena masih pagi , jam kuliah hanya satu dosen saja yang masuk hari ini ,


tentu saja tak ada orang sepagi ini


" Ana tadi kau bilang ingin menunjukkan sesuatu padaku


" Oh iya , ini


Ana menunjukkan beberapa gambar di ponselnya


" Mami dan bapak penjaga kampus kita


" Iya pak kumis


Rima pun melihat poto tersebut lalu menggoda Siska


" Cie Siska mau punya papa baru


" Husss


Ana mencolek Rima


Siska terkejut sekali bagaimana mungkin maminya bisa berduaan dengan lelaki seperti pak kumis yang juga derajatnya sangat jauh di bawah mereka


" Tetapi sikap mami akhir - akhir ini memang agak aneh


kau bertemu mereka di mana


" Ditempat nasi uduk pinggir jalan


malam tadi sepulang dari rumah sakit


" Aku harus mencari tau nanti


" Aku juga kaget tadi malam waktu pulang kerumah , Melihat Arya sudah berada di rumah padahal ia besok pagi baru diizinkan pulang , aku juga heran


Siska terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Ana


Bagaimana jika Arya tau malam tadi ia menangis dan sangat amat sedih saat mendengar Arya bertanya mengenai gadis lain tepat di depan matanya


" Siska apa yang sedang kau pikirkan


" Tidak ada , aku hanya sedang memikirkan baju apa yang akan aku pakai di acaramu nanti


Tililit


tililit


"Sttt kalian diam mami sedang menelponku


apaan sih , dia mengajak video call.


"Udah angkat aja , nggak baik tau


Dengan muka masam Siska mengangkat video call dari maminya


Tampak langsung wajah Arjuna memenuhi layar ponselnya


" Hey apa - apaan


Ana dan Rima langsung melihat kearah ponsel Ana tampak Arjuna menyapa Ana dan Rima


"Mbak Ana , mbak Rima


Ana dan Rima pun melambaikan tangan mereka


" Iya hallo Arjuna


" Sini , udah ya aku lagi banyak tugas


Siska langsung mematikan ponselnya


" Malas banget , merusak suasana aja tu wayang orang

__ADS_1


__ADS_2