Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 126


__ADS_3

Rima berdiri di depan rumah Ana sesuai perintah Ana, pengawal yang berada di depan memberikan uang untuk membayar taksi yang di naiki oleh Rima karena memang Rima tak punya uang lebih sama sekali


Ana sudah menunggu di dalam dengan tegang sekaligus penasaran mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka di dalam mobil tadi


" Rima cepatlah masuk " Ana tampak berjalan agak kepayahan padahal kandungannya baru memasuki usia 6 bulan tetapi tendangan dari dalam perutnya sudah mulai terasa


" Sabar, boleh aku duduk dulu " Rima terkapar di sofa


" Seandainya tadi aku ikut denganmu maka aku tak harus kabur seperti ini " Rima tampak sedih, cemas dan ketakutan


Sedih karena ia iba melihat Siska


Cemas ia takut jika Arjuna tiba - tiba meninggal


lketakutan ia takut jika nanti di panggil polisi untuk menjadi saksi


: Iya baiklah aku akan menyuruh pelayan membawa makanan untukmu agar kau bertenaga kembali "


Ana memanggil pelayan di rumahnya


"Bi tolong kalian bawakan makanan kesini ya, yang banyak sekalian air minumnya "


"Baik nona " Mengangguk lalu pergi


Tiga orang pelayan bergegas kedapur tak lama mereka datang dengan makanan yang sangat banyak lalu di letakkan di hadapan Rima


" Makan lah dulu " Ana mempersilahkan Rima untuk makan dengan sigap tanpa aba - aba


Rima yang selera makannya amat bagus


langsung menyantap makanan di hadapannya seperti biasa. kebiasaan Rima yang sekali makan ia langsung melahapnya dengan sangat rakus


Ana menggelengkan kepalanya dan mengelus perutnya mitos yang masih di percaya jika melihat sesuatu yang aneh agar tidak terkena dengan anaknya, he namanya juga mitos boleh percaya boleh tidak


"Aduh Rima baca doa dulu ah kamu " Ana tertawa geli


" Argghh " Rima kelihatan sangat kenyang hingga nafasnya tak beraturan , siapapun tidak akan menyangka jika gadis manis seperti Rima sangat rakus tubuhnya yang sekarang mengecil pasti membuat orang tak menyangka jika dia pernah sangat gendut


" Sekarang cepat ceritakan apa yang terjadi hingga kau harus pulang naik taksi segala "


Ana mendengarkan cerita Rima dengan seksama


" Jadi aku bingung dari pada aku harus terlibat sebaiknya aku kabur saja "


Rima langsung bersandar di sofa


Ana berdiri dan memikirkan sesuatu


" Aku juga bingung sebaiknya apa yang harus kita lakukan untuk Siska atau bisa jadi fisik Arjuna sangat lemah lalu ia akan meninggal dan menikah dengan Arya "


" Tidak mungkin Rima sekalipun Arjuna meninggal Dimas tidak akan pernah menyetujui hubungan Arya dan Siska meski kiamat sekalipun " Ana berbicara agak keras


Tanpa di sadari Arya masuk kedalam rumah di ikuti oleh Aditya dari belakang


" Stt stt " Rima memberi kode agar Ana segera berhenti berbicara


" Apa? "


" Kak Arya ada di belakangmu "


Ana langsung menoleh dan berpura -pura sedang memainkan ponselnya


" Kalian sedang membicarakanku, ayo gibahin aku, biar pahala ku semakin banyak " Arya melewati mereka dan masuk kedalam kamar


Aditya pulang dan langsung memeluk Ana di hadapan Rima " Sweet sekali " Rima memegang kedua tangannya


"Aku mau keatas dulu ganti baju sayang "


"Baiklah " Ana mengangguk


Rima tertawa geli " Kenapa kau tertawa "


"Tidak aku hanya tak menyangka jika ia menjadi suamimu dan kalian bisa saling cinta begitu, aku sangat ingat saat kak Aditya menghukummu waktu ospek dahulu "

__ADS_1


"Sudahlah jangan di bahas "Ana tersipu malu


Ana kembali duduk menemani Rima mereka langsung memikirkan cara menolong Siska kembali


" Bagaimana selanjutnya sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menolong Siska"


Rima tampak bersemangat


" Aku juga tidak tau Rima, tidak ada celah untuk membuat Arjuna jelek di mata Siska ia tidak melakukan kesalahan sedikitpun "


Ana tampak pasrah


"Benar, Arjuna memang sempurna untuk Siska ia selalu menuruti kemauan Siska dan tak mungkin ada laki - laki yang bisa sesabar Arjuna menghadapi Siska "


Arya yang masih mengintip di dinding mendengar obrolan antara Siska dan Rima


Sial apa aku tak sebaik pria itu, aku bahkan rela kehilangan nyawaku untuknya


" Brakkk " Terdengar suara seseorang memukul dinding terdengar sangat keras


"Ana suara apa itu kau dengar " Rima memasatkan telinganya


"Sudahlah itu palingan suara para pelayan di belakang "Ana tampak santai


" Baiklah aku pulang dulu " Rima berdiri dan mengambil sisa makanan yang masih banyak di atas meja untuk di bawa pulang kerumah


" Ya sudah bawa saja semuanya salam ya untuk ayah, ibu dan kedua adikmu "


Rima melambaikan tangannya ia di antar pulang kerumah oleh sopir pribadi Ana


......


"Kau sepertinya sangat mencintainya? " Arjuna kembali bertanya


Melihat kearah Siska yang terlihat gugup sekali " Tidak "


Tidak salah lagi


"Jadi kau mau aku bagaimana terhadapmu Siska aku tak ingin melihat kau menderita karena aku " Arjuna berbicara dengan lirih


"Ya sudah jalani saja dulu sampai di mana kita akan bermuara "


Siska tampak gugup juga menjawabnya


" Bagaimana jika aku mengajukan penawaran padamu "


Arjuna menepikan mobil dan berbicara begitu serius


Ia menatap Siska dengan tajam ia terlihat jantan sekali terlebih kancing kemeja atasnya terlepas kelihatan bulu di dadanya


Jangan menatapku seperti itu sial kenapa aku yang jadi ketakutan seperti ini sih


Nyali bar - bar Siska mendadak ciut saat Arjuna dengan jantannya menatapnya tajam


"Mau mu apa " Siska mengalihkan wajahnya kedepan sambil menggaruk kepalanya


Siska tampak cemas


Coba saja jika ia berani macam - macam padaku maka aku akan menamparnya


Mereka berhenti tepat di pinggir jembatan


"Siska lihat aku " Arjuna memegang kedua tangan Siska lalu mencium bibir Siska dengan cepat dan tiba - tiba


bibir Siska menyatu dengan Arjuna mata Siska terbelalak ia sangat terkejut dan jantungnya terasa mendadak berhenti


Waw Siska tak berkutik sama sekali apa llagi ini ciuman pertama untuknya karena ia memang sama sekali tak pernah berciuman dengan lelaki manapun


" Maaf Siska aku tak bisa menahannya "


Tangan Siska dingin sekali ia tak berani berkata apa-apa jantungnya terasa lemah sekali ternyata ia tak bisa berbuat apapun. sepanjang perjalanan di dalam mobil ia tak berbicara sama sekali perasaannya sangat kacau sekali


Maaf Siska kau istriku kau halal untukku

__ADS_1


huh Arjuna kau hebat sekali


tidak sulit ternyata melakukannya untunglah aku menonton beberapa adegan di film agar tampak tak kaku, mungkin iya Arya adalah cinta pertamamu dan kau tak mungkin melupakannya tapi aku telah mencuri ciuman pertama dari bibir manismu itu


huh kita sama - sama pertama melakukannya Siska


Di dalam mobil Siska dan Arjuna tak berbicara sama sekali, mereka pun tak berani untuk menoleh satu sama lain


Siskaaaaaa what, dia menciummu dan kau diam saja, kau hanya diam saja apa kau menikmatinya Siska, lihatlah lelaki yang sama sekali tak pernah terlintas olehmu untuk mencuri ciuman pertamamu tapi dia dengan santainya ******* bibirmu


Siska memegang bibirnya sesekali melihat kearah Arjuna, benar kata orang jika sesuatu yang pertama kali itu sulit di hilangkan dan Siska tak yakin ia bisa melupakan ini


Mereka sampai dirumah Arjuna langsung membuka pintu mobil


" Aku bisa sendiri " Dengan wajah merah dan malu Siska berusaha bersikap seperti biasa seolah ia sudah sering berciuman padahal Arjuna sudah mencari tau jika Siska tak pernah pacaran sama sekali bahkan ia sempat di isukan pecinta sesama jenis karena tak pernah pacaran sama sekali


kalau untuk yang naksir jangan di tanya ia termasuk cewek populer yang susah di taklukkan


" Kalian baru pulang " Mami keluar dari kamar seperti biasa tapi kali ini wajah mami lebih cerah ia seperti habis sholat


" Iya mi "Siska menuju kamarnya di ikuti Arjuna di belakangnya


"Mereka mengganti pakaian tanpa melihat satu sama lain


" Aku sholat dulu "Arjuna mengambil wudhu lalu membentangkan sajadah di samping tempat tidur Siska


Sedangkan Siska ia hanya berbaring di atas kasur dengan memegang buku, ia mengintip Arjuna yang tampak serius sekali berdoa


Siska apa yang kau pikirkan, ayo cepat mengaku, atau jangan - jangan karena ciuman tadi kau mulai memperhatikannya bukan hayoo


Siska dengan cepat menutup wajahnya dengan buku saat Arjuna mengucapkan salam


" Kau tidak solat Siska "


"Nanti saja lagian untuk apa aku solat harus di lihat oleh orang lain nanti aku malah jadi riya dan tidak khusuk "


Siska beralibi padahal ia sudah lupa cara sholat dan mengaji


" Ya sudah jangan kau tinggalkan solat, jika kau lupa caranya jangan sungkan aku akan mengajarkannya "Arjuna tersenyum manis


"Hm iya " Untuk pertama kalinya Siska mengiyakan Arjuna


"Siska "Arjuna menegur Siska lagi


" Apa lagi sih " Siska masih menutup wajahnya dengan buku


"Bukumu terbalik " Arjuna keluar kamar sambil tertawa lengkap dengan baju koko dan sarung yang masih melekat


Bagaimana Siska sekarang apa kau yakin tak mau mencoba menyukainya ha, mmm bukankah ia sosok suami idaman, bukankah cinta labil seorang pemuda dan pemudi tanpa sebuah ikatan adalah tipu daya setan saja


seharusnya kau berterimakasih kepada takdir karena sudah di berikan jodoh yang baik sepertinya apa lagi di zaman sekarang lelaki yang berakhlak sudah sangat langka


" Aku tak tertarik dengannya sama sekali "


Siska duduk di kamar dan kembali menatap cermin


Arjuna masuk kembali kekamar ia membuka kitab suci dan siap untuk mengaji


"Jika kau nanti akan merasa kepanasan kau boleh keluar kamar "


Arjuna tersenyum melihat kearah Siska


Apa maksudnya mengatakan itu, aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya yang pasti sangat jelek


Arjuna mulai mengaji Siska yang pertama meremehkan di buat merinding mendengar suara lantunan ayat suci di bacakan Arjuna ia sangat terpukau dengan laki - laki yang sekarang menjadi suaminya itu ternyata benar pilihan maminya dan kakaknya mereka memberikan berlian yang sangat sempurna


Cara Arjuna menaklukkan Siska sudah sangat tepat sekali pertama membuat Siska mengaguminya dan mencuri ciuman pertamanya tapi sayang sekali tak semudah itu meluluhkan hati Siska karena bayangam Arya masih tertancap jelas di hatinya


Waaw amazing suara Arjuna keren sekali aku bahkan merinding mendengarnya, ia sangat sempurna sebagai seorang lelaki dan imam yang baik, Hei Siska apa? hahaha kau barusan memujinya, atau jangan - jangan kau mulai


"Tidakkkkkkkk " Teriakan Siska menghentikan Arjuna


"Siska " Arjuna berdiri dan mengakhiri bacaannya

__ADS_1


" Kau baik - baik saja "Arjuna memegang kening Siska


Dengan ketakutan Siska langsung berlari keluar karena takut jika Arjuna akan melakukan sesuatu yang diuar dugaan padanya.


__ADS_2