
Aditya singgah disupermarket, lagi - lagi Arya masih saja mengikutinya
walaupun dengan keadaannya yang sedang seperti mummi mesir.
Ia melihat Adity membeli susu untuk perempuan agar cepat hamil
"Hah ! Aditya?
Apakah kau sekarang sudah berganti kelamin ?
Tidak - tidak mungkin.
Arya mulai mengingat apa saja isi apartament Aditya.
#######
Di tempat lain
Dimas sudah pulang dari penelitiannya, ia juga sudah tak sabar untuk ikut mendaftar ujian skripsi agar bisa menyusul Aditya
untuk segera wisuda.
"Aku akan segera wisuda , semoga saja.
Dimas pun menelpon Ana , karena ia sudah sangat kangen ingin mendengar suara Ana.
ditambah lagi dikampus, Dimas tak bisa menjumpai Ana.
ia hanya bertemu Rima dikampus
lalu mengatakan Ana tidak masuk kuliah karena sakit ia izin satu minggu harus istirahat di rumah.
Ponsel Ana pun berdering.
Kring..
kring..
kring..
"Siapa yang menelpon ?
Ana langsung berjalan menuju kamar untuk mengambil ponselnya.
"Dimas ?
Tumben Kak Dimas nelpon , apa dia sudah pulang ?
Aditya yang baru tiba, langsung membuka pintu , ia melihat
Ana sedang memegang ponsel di tangannya.
"Kenapa nggak di angkat telponnya ?
"Ini mau di angkat,
"Halo ? Kak Dimas ?
Seketika raut wajah muka Aditya berubah saat mendengar Ana menyebut nama Dimas.
"Iya kak Dimas , Ana butuh istirahat kata dokter Ana kecapekan .
Aditya duduk dikursi dan langsung berdehem
"Ehemm...
Ana yang mengerti teguran dari Aditya langsung buru - buru mematikan ponselnya.
" Kenapa dia ?
" Nggak cuma nanya aku aja.
"Kamu nggak boleh terlalu dekat sama dia.
"Kenapa aku nggak boleh dekat sama kak Dimas, dia baik kok
"Ya , nggak boleh aja.
Udah jangan banyak protes
Aditya menaikkan nada suaranya.
"Kalau begitu kau juga tidak boleh dekat dengan Amanda.
Aditya terdiam lalu membalikkan badannya.
"Dengan senang hati !
Tentu saja Aditya senang ,karena ia memang tidak ada hubungan dan perasaan apapun dengan Amanda lagi.
" Kau yakin ?
Bagaimana dengan perjanjian kita ?
"Semua batal !"
"Jadi maksudmu ?
"Maksudku, kau tidak perlu khawatir jadi janda muda,
Anggap lah ini hadiah dariku, untuk perempuan jelek sepertimu.
Ini bukan hadiah Ana tapi ungkapan rasa cinta ,
Kamu mengerti kan Ana !
__ADS_1
Aku tidak suka kau dekat - dekat dengan Dimas.
Aditya ingin sekali membentak Ana, saat ia mendengar Ana memuji Dimas.
Kenapa diotaknya hanya Dimas , Dimas saja.
Ana duduk di depan televisi, walaupun dengan muka yang masih sangat kesal,
Aditya membuatkan Ana susu.
"Ini minum !
"Susu ?
Untuk apa ?
"Ya untuk diminum lah.
"Maksud aku susu apa ?
"Susu dinosaurus !!!
Aditya menaikkan suaranya.
"Cerewet sekali sudah dibuatkan susu masih kau tanya saja"
Aditya sengaja tidak memberi tahu jika susu yang diberikannya kepada Ana adalah susu untuk program hamil.
"Susunya tidak enak, tidak ada rasa.
Kau ingin meracuniku secara perlahan ya ?
Ana terlihat menyelidiki.
"Ya aku akan meracuni mu dengan ketampananku.
"Dia sudah gila !"
Tak perlu kau racuni aku, Aditya .
kau sudah meracuni hatiku hingga ia mati rasa untuk siapapun.
Kau telah memilikinya.
"Oh ya , tadi mama nelpon katanya mau kesini .
"Iya biarkan saja lah
kau makan saja dulu ya.
Aditya menyuapi Ana makan,
Aditya bisakah kau menyuapiku dengan menggunakan bibirmu,
kau seperti perempuan yang sedang kecanduan sesuatu.
"Hey, apa yang kau pikirkan ?
Cepatlah kau buka mulutmu ,
Apa kau mau aku suap dengan kaki ku.
Aditya meledek Ana, lalu ia membuka mulutnya.
"Kau makan la yang kenyang, berhentilah mengagumiku.
Tenang saja aku akan terus berada disampingmu.
Ana terus mengunyah walaupun ia sangat kesal,
tapi apa yang dikatakan Aditya itu emang benar.
"Kau sungguh terlalu percaya diri ?
"Benarkan kau selalu memikirkan ku ?
Aditya mengedipkan matanya.
Hentikan Aditya,
Stop
kau mengedipkan matamu seperti itu,
Aku bisa berhenti bernafas kau buat.
Tak lama mama Aditya tiba dirumah.
ia membawa banyak sekali oleh - oleh untuk menantunya.
"Sayangg ..
Mama Aditya langsung memeluk Ana.
"Kau baik - baik saja sayang ?
"Iya ma cuma agak sedikit lemas aja.
"Mama bawakan kalian oleh - oleh,
ini pakaian yang akan kamu pakai nanti saat Aditya wisuda.
Ana terlihat panik, saat mendengar ia akan mendampingi Aditya wisuda.
Aduh bagaimana ini, Bagaimana jika semua orang melihat aku bersama Aditya.
__ADS_1
Bisa -bisa semua orang dikampus tau aku sudah menikah.
"Maafkan mama dan papa Aditya tidak bisa datang diacara wisuda mu, kau tau kan kalo mama sangat sibuk mengurus semuanya.
"Ya, pergilah kemana kalian sesuka hati, aku masih bisa melakukannya sendiri
Aditya tampak kesal mendengar perkataan mamanya,
Yah inilah yang harus dirasakan oleh Aditya meski ia memiliki semuanya tapi ia tidak memiliki kasih sayang yang cukup.
"Kau kan sudah ada Anastasya sayang, dia akan menemanimu nanti.
Ana tersenyum dengan kaku.
Ia jika ia mau mengajakku, jika tidak
aku bisa apa ?
"Mm tadi mama dibawah ketemu temen kamu siapa itu namanya..
yang anak teman bisnis papa, itu..
"Arya ?
"Nah betul, itu mama kaget tadi ngeliat dia penuh perban,
"Dimana mama ketemu ?
"Tadi dibawah , dia sepertinya lagi mencari sesuatu, ya udah mama samperin.
Sial , nggak ada kapok nya si Arya
Apa sih maunya, sampe ngikutin kesini.
"Ya udah sayang ya, mama mau pulang dulu,
cuma sekalian mampir aja mama .
Oh ya satu lagi, Ana
Cepat berikan mama kabar bahagia itu ya..
Mama Aditya pergi, meninggalkan mereka berdua
Aditya merebahkan diri nya diatas sofa depan televisi
"Kamu tumben dirumah aja Dit?
"Kenapa ? kamu nggak suka.
"Nggak bukan begitu, biasanya kamu pergi dengan Amanda.
"Kamu kenapa sih nyebut nama Amanda terus,
mulai sekarang nggak usah sebut nama Amanda itu lagi.
Atau jangan - jangan kamu sengaj ya ?
nyuruh aku pergi ,
biar bisa bebas telponan dengan Dimas.
"Bukan begitu Dit, aku kan ...
"Udah - udah jangan dibahas,
kamu kalau sudah pulang dari kampus jangan kemana -mana.
langsung kerumah .
"Kenapa sih Dit ?
Aku bosan kalo di rumah terus,
"Udah jangan berisik, mending kamu istirahat biar cepat pulih.
Aditya menahan dirinya untuk tidak menyentuh Ana, yang semakin hari semakin mempesona saja.
Ah, lama sekali satu minggu !
Aku tidak boleh menyentuhnya sama sekali, sampai ia benar - benar pulih,
lihat saja nanti setelah kau pulih Ana,
kau akan membayarnya
karena telah membiarkan anakku keluar dari rahimmu.
Ana bolak - balik didepan Aditya
Membuat hasrat Aditya semakin memuncak.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang Ana.
Berhentilah kau bolak - balik dihadapanku dengan menggunakan baju tidur seksi itu.
Ponsel Aditya berdering, panggilan masuk dari Amanda.
Aditya tidak mengangkatnya
ia mematikan ponselnya lalu menaruhnya diatas meja.
Ana melihat apa yang dilakukan Aditya .
"Siapa yang menelpon Aditya ?.
__ADS_1