
Arya berlari menghampiri Aditya untuk menenangkannya
semua warga disitu tampak hanya diam saja tak bisa berbuat apa - apa
Arya menyelinap mundur kebelakang sendirian .
semua warga yang terbagi tiga grup tampak sudah kembali dan langsung berkumpul semua ditengah balai desa .
Arya berlari mencari sumber suara teriakan tadi , dengan cepat ia menyelinap pergi seorang diri lalu mengelilingi rumah penduduk satu persatu .
ia yakin jika Ana masih berada disekitar sini
" Aku juga mendengar dari sini tadi arahnya ,
Arya mendapati sebuah pondok yang usang tak jauh dari pemukiman penduduk
ia mengintip melalui dinding papan yang rapuh itu , Benar saja ada Ana dan beberapa orang disekap didalam salah satunya seperti memakai pakaian dinas karyawan pertambangan
" Aku harus melaporkan ini pada Aditya segera
Arya membalikkan badannya
Tiba - tiba ,
" Kau ?
Plak
.....
Aditya semakin gusar saja , sudah hampir pagi tidak ada tanda - tanda kemunculan Ana
ia mulai merasa hilang kendali
ia baru menyadari jika Arya tak nampak dari tadi
" Pak , dimana teman saya Arya
Aditya berdiri dan melihat sekeliling tapu tak menemukan Arya
Ia mencoba untuk tenang dan berpikir keras ponsel Arya tak aktif
ia ingat sms terakhir Arya , Aditya mulai mencurigai suatu kerjasama antar warga
ia tak berani bercerita kepada siapapun
Arya terbangun dengak keadaan kaki dan tangan terikat ,
" Aww sakit
Tampak disebelahnya Ana dan beberapa orang juga sedang terikat
" Ana kau baik - baik saja ,Arya tampak khawatir dengan istri sahabat baiknya itu
" Bagaimana mungkin kau juga bisa tertangkap , bagaimana Aditya ?
" Aku tidak tau , seseorang memukulku
Mereka siapa
Salah seorang perempuan yang tak dikenal mereka berbicara dan mulai bercerita
" Target mereka adalah anak dari bratawijaya grup Aditya ,
" Maksudnya ? Ana terlihat panik
" Kalian mau aku lanjutkan cerita atau tidak
perempuan tersebut tampak pasrah
" Ana kau diamlah dahulu kita harus mendengar apa yang ingin ia sampaikan
" Beberapa hari yang lalu pak indra , menunjuk laki - laki yang sedang duduk terikat menggunakan pakaian kerja itu lengkap dengan sepatu boot yang masih menempel dikakinya itu.
__ADS_1
Mengabarkan kepada kepala adat jika sang pemilik pertambangan akan datang kemari mengutus putranya untuk memeriksa keuangan perusahaan yang tidak sesuai dengan pengeluaran
Arya dan Ana mendengar dengan seksama
" Jika sampai ketahuan bahwa beberapa warga terlibat curang dalam hasil pertambangan dan bermain dibelakang maka pihak pertambangan akan mencabut akses listrik , signal dan air yang selama ini di beri secara gratis oleh pak kusama ayah Aditya
" Bagaimana mungkin warga bisa melakukan nya ?
" Aku yang salah , ucap laki - laki itu
Aku tidak bisa menolak ancaman pak karta setiap hasil tambang yang dibawa keluar ia meminta jatah sepuluh mobil truk setiap harinya.
Dia juga mengancam kepala adat desa ini
" Pak karta ? Siapa dia . tanya Arya
" Dia sesepuh di desa ini
" Tunggu dulu , sesepuh? bukannya dia mengatakan ada seorang perempuan tidak waras yang hobi menculik perempuan yang sedang hamil untuk dibunuhnya
putri dari salah satu aparat desa yang juga seorang dokter
Ana langsung takut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arya
" Heh dia mengarang cerita
aku lah dokter itu , dan dia yang bercerita kepadamu adalah ayahku
Dia sengaja menakuti kalian agar segera pergi dari desa ini dan apa yang ia lakukan tetap berjalan dengan aman
" Tetapi kenapa kalian juga disekap disini
" Kami berdua saling mencintai , pada saat dia datang mengabarkan bahwa anak pemilik pertambangan akan datang , ia sangat panik memikirkan nasibnya jika ketahuan
kami berdua berinisiatif untuk melaporkan semua perilaku ayahku kepada Aditya itu
berharap mendapatkan keringanan hukuman , aku tau biaya kuliah kedokteranku hasil dari memalak yang dilakukan ayahku
Semua orang di desa sangat takut pada ayahku karena ia terkenal sebagai centeng daerah sini
" Aku sungguh mengkhawatirkan Aditya
Ana mulai menangis
" Ana kau tenanglah Aditya akan baik - baik saja
" Apa rencana mereka selanjutnya
Perempuan itu menelan ludahnya , ia tampak sebagai perempuan yang berpendidikan seorang dokter muda yang lumayan manis untuk ukuran perempuan muda didaerah sini
Matanya terlihat sembab dan ada bekas tamparan merah dipipinya
Dua orang lelaki masuk kedalam dan membawa makanan
" Cepat makanlah ,
" Aku tidak akan makan sebelum Ayah melepaskan mereka
Dua orang lelaki itu saling berhadapan
" Kau jangan terlalu banyak bicara juwita kau tau ayahmu sangat kejam jika kau terus memberontak ia tidak segan akan menghabisi lelaki yang sangat kau cintai itu
hahaha
" Kalian semua serakah , manusia tidak tau malu
" Lepaskan sajalah mereka semua , jika kalian mau menghabisiku silahkan saja
Lelaki tersebut tampak begitu pasrah dengan nasibnya
Ana masih menangis tersedu - sedu memikirkan nasib Aditya
" Nona berhentilah kau menangis bekerjasamalah dengan baik kami hanya membutuhkan laki - laki itu ,
__ADS_1
kau juga tak perlu menangis , kami juga mendengar sedikit cerita tentangmu .
kau tak jauh beda dengan kami , kau berasal dari keluarga tak mampu bukan hahaha
kau menikahinya bukan karena cinta kan
kau juga sama mengincar hartanya
nona , nona hahaha
Mereka berdua tertawa terbahak - bahak
Cuihhh
Ana meludahi wajah mereka
" Jangan sekali - kali kau berani berbicara serendah itu ,
kau tau aku tidak serendah itu memandang Aditya , walau aku tau jika dia tak mencintaiku
tetapi aku sangat mencintainya
Arya terkejut mendengar kata - kata yang diucapkan oleh Ana
Dimas maafkan Ana dia ternyata benar - benar mencintai Aditya
selamat kawan kau lihat ternyata perempuan ini sedang menangisi dirimu
waww kejutan
" Berani sekali kau meludahi ku !!
Lelaki itu ingin menampar wajah Ana
Langsung perempuan yang berada disamping Ana t bergerak dan menendang laki - laki tersebut hingga jatuh tersungkur
ia terlihat sangat marah lalu mendekati perempuan itu
Plak
plak
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi gadis itu , Arya memejamkan matanya karena tidaj sanggup melihat seorang perempuan diperlakukan sekasar itu
Ana terbelalak dengan menangis tersedu - sedu
" Hentikan semua ini jangan kau sakiti dia .
biar aku saja yang kalian pukul
Dua orang lelaki tinggi besar itu berdiri dan kembali tertawa
" Kalian yang bukan suami istri saja terlalu lemah mengagungkan cinta
Kau yakin dia akan menjadi istrimu
kau lihat saja perempuan ini menikah tanpa cinta tapi ia sudah terjamin kaya
kau harusnya mencari lelaki yang seperti itu juwita ,
kau lihat ayah mu telah memberikan pendidikan yang tinggi hingga kau bisa menjadi seorang dokter seperti ini
" Tapi jika bukan karena dia ayah tidak akan bisa mendapatkan banyak uang kan , ayah seharusnya melihat bagaimana ia melakukan semuanya
Ana melihat apa yang sedang terjadi
ternyata mereka berdua saling mencintai dengan dalam tetapi semuanya diawali dengan sebuah kecurangan
" Sudahlah , kasihan dia .
kalian jangan menganggunya lagi
lepaskan saja mereka semua biar aku yang menanggung semuanya
__ADS_1
kau sampaikan pada pak karta bahwa aku akan mengaku pada Aditya aku berjanji tidak akan membawa namanya sedikitpun