Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 54


__ADS_3

Arya berlari menghampiri Aditya untuk menenangkannya


semua warga disitu tampak hanya diam saja tak bisa berbuat apa - apa


Arya menyelinap mundur kebelakang sendirian .


semua warga yang terbagi tiga grup tampak sudah kembali dan langsung berkumpul semua ditengah balai desa .


Arya berlari mencari sumber suara teriakan tadi , dengan cepat ia menyelinap pergi seorang diri lalu mengelilingi rumah penduduk satu persatu .


ia yakin jika Ana masih berada disekitar sini


" Aku juga mendengar dari sini tadi arahnya ,


Arya mendapati sebuah pondok yang usang tak jauh dari pemukiman penduduk


ia mengintip melalui dinding papan yang rapuh itu , Benar saja ada Ana dan beberapa orang disekap didalam salah satunya seperti memakai pakaian dinas karyawan pertambangan


" Aku harus melaporkan ini pada Aditya segera


Arya membalikkan badannya


Tiba - tiba ,


" Kau ?


Plak


.....


Aditya semakin gusar saja , sudah hampir pagi tidak ada tanda - tanda kemunculan Ana


ia mulai merasa hilang kendali


ia baru menyadari jika Arya tak nampak dari tadi


" Pak , dimana teman saya Arya


Aditya berdiri dan melihat sekeliling tapu tak menemukan Arya


Ia mencoba untuk tenang dan berpikir keras ponsel Arya tak aktif


ia ingat sms terakhir Arya , Aditya mulai mencurigai suatu kerjasama antar warga


ia tak berani bercerita kepada siapapun


Arya terbangun dengak keadaan kaki dan tangan terikat ,


" Aww sakit


Tampak disebelahnya Ana dan beberapa orang juga sedang terikat


" Ana kau baik - baik saja ,Arya tampak khawatir dengan istri sahabat baiknya itu


" Bagaimana mungkin kau juga bisa tertangkap , bagaimana Aditya ?


" Aku tidak tau , seseorang memukulku


Mereka siapa


Salah seorang perempuan yang tak dikenal mereka berbicara dan mulai bercerita


" Target mereka adalah anak dari bratawijaya grup Aditya ,


" Maksudnya ? Ana terlihat panik


" Kalian mau aku lanjutkan cerita atau tidak


perempuan tersebut tampak pasrah


" Ana kau diamlah dahulu kita harus mendengar apa yang ingin ia sampaikan


" Beberapa hari yang lalu pak indra , menunjuk laki - laki yang sedang duduk terikat menggunakan pakaian kerja itu lengkap dengan sepatu boot yang masih menempel dikakinya itu.

__ADS_1


Mengabarkan kepada kepala adat jika sang pemilik pertambangan akan datang kemari mengutus putranya untuk memeriksa keuangan perusahaan yang tidak sesuai dengan pengeluaran


Arya dan Ana mendengar dengan seksama


" Jika sampai ketahuan bahwa beberapa warga terlibat curang dalam hasil pertambangan dan bermain dibelakang maka pihak pertambangan akan mencabut akses listrik , signal dan air yang selama ini di beri secara gratis oleh pak kusama ayah Aditya


" Bagaimana mungkin warga bisa melakukan nya ?


" Aku yang salah , ucap laki - laki itu


Aku tidak bisa menolak ancaman pak karta setiap hasil tambang yang dibawa keluar ia meminta jatah sepuluh mobil truk setiap harinya.


Dia juga mengancam kepala adat desa ini


" Pak karta ? Siapa dia . tanya Arya


" Dia sesepuh di desa ini


" Tunggu dulu , sesepuh? bukannya dia mengatakan ada seorang perempuan tidak waras yang hobi menculik perempuan yang sedang hamil untuk dibunuhnya


putri dari salah satu aparat desa yang juga seorang dokter


Ana langsung takut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arya


" Heh dia mengarang cerita


aku lah dokter itu , dan dia yang bercerita kepadamu adalah ayahku


Dia sengaja menakuti kalian agar segera pergi dari desa ini dan apa yang ia lakukan tetap berjalan dengan aman


" Tetapi kenapa kalian juga disekap disini


" Kami berdua saling mencintai , pada saat dia datang mengabarkan bahwa anak pemilik pertambangan akan datang , ia sangat panik memikirkan nasibnya jika ketahuan


kami berdua berinisiatif untuk melaporkan semua perilaku ayahku kepada Aditya itu


berharap mendapatkan keringanan hukuman , aku tau biaya kuliah kedokteranku hasil dari memalak yang dilakukan ayahku


Semua orang di desa sangat takut pada ayahku karena ia terkenal sebagai centeng daerah sini


" Aku sungguh mengkhawatirkan Aditya


Ana mulai menangis


" Ana kau tenanglah Aditya akan baik - baik saja


" Apa rencana mereka selanjutnya


Perempuan itu menelan ludahnya , ia tampak sebagai perempuan yang berpendidikan seorang dokter muda yang lumayan manis untuk ukuran perempuan muda didaerah sini


Matanya terlihat sembab dan ada bekas tamparan merah dipipinya


Dua orang lelaki masuk kedalam dan membawa makanan


" Cepat makanlah ,


" Aku tidak akan makan sebelum Ayah melepaskan mereka


Dua orang lelaki itu saling berhadapan


" Kau jangan terlalu banyak bicara juwita kau tau ayahmu sangat kejam jika kau terus memberontak ia tidak segan akan menghabisi lelaki yang sangat kau cintai itu


hahaha


" Kalian semua serakah , manusia tidak tau malu


" Lepaskan sajalah mereka semua , jika kalian mau menghabisiku silahkan saja


Lelaki tersebut tampak begitu pasrah dengan nasibnya


Ana masih menangis tersedu - sedu memikirkan nasib Aditya


" Nona berhentilah kau menangis bekerjasamalah dengan baik kami hanya membutuhkan laki - laki itu ,

__ADS_1


kau juga tak perlu menangis , kami juga mendengar sedikit cerita tentangmu .


kau tak jauh beda dengan kami , kau berasal dari keluarga tak mampu bukan hahaha


kau menikahinya bukan karena cinta kan


kau juga sama mengincar hartanya


nona , nona hahaha


Mereka berdua tertawa terbahak - bahak


Cuihhh


Ana meludahi wajah mereka


" Jangan sekali - kali kau berani berbicara serendah itu ,


kau tau aku tidak serendah itu memandang Aditya , walau aku tau jika dia tak mencintaiku


tetapi aku sangat mencintainya


Arya terkejut mendengar kata - kata yang diucapkan oleh Ana


Dimas maafkan Ana dia ternyata benar - benar mencintai Aditya


selamat kawan kau lihat ternyata perempuan ini sedang menangisi dirimu


waww kejutan


" Berani sekali kau meludahi ku !!


Lelaki itu ingin menampar wajah Ana


Langsung perempuan yang berada disamping Ana t bergerak dan menendang laki - laki tersebut hingga jatuh tersungkur


ia terlihat sangat marah lalu mendekati perempuan itu


Plak


plak


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi gadis itu , Arya memejamkan matanya karena tidaj sanggup melihat seorang perempuan diperlakukan sekasar itu


Ana terbelalak dengan menangis tersedu - sedu


" Hentikan semua ini jangan kau sakiti dia .


biar aku saja yang kalian pukul


Dua orang lelaki tinggi besar itu berdiri dan kembali tertawa


" Kalian yang bukan suami istri saja terlalu lemah mengagungkan cinta


Kau yakin dia akan menjadi istrimu


kau lihat saja perempuan ini menikah tanpa cinta tapi ia sudah terjamin kaya


kau harusnya mencari lelaki yang seperti itu juwita ,


kau lihat ayah mu telah memberikan pendidikan yang tinggi hingga kau bisa menjadi seorang dokter seperti ini


" Tapi jika bukan karena dia ayah tidak akan bisa mendapatkan banyak uang kan , ayah seharusnya melihat bagaimana ia melakukan semuanya


Ana melihat apa yang sedang terjadi


ternyata mereka berdua saling mencintai dengan dalam tetapi semuanya diawali dengan sebuah kecurangan


" Sudahlah , kasihan dia .


kalian jangan menganggunya lagi


lepaskan saja mereka semua biar aku yang menanggung semuanya

__ADS_1


kau sampaikan pada pak karta bahwa aku akan mengaku pada Aditya aku berjanji tidak akan membawa namanya sedikitpun


__ADS_2