
Sesampainya di rumah Ana langsung berbaring dikamar , ia masih mengingat kejadian siang tadi yang ia lakukan pada Amanda
" Meski aku sangat sakit sekali , aku puas bisa membuat Amanda kesal
Tadi siska menelponku , apa dia jadi mau main kesini
aku tunggu saja dia kemari ,
Sambil menunggun Siska Ana berjalan - jalan kebawah, ia ingin sekali keluar rumah tetapi Aditya tidak mengizinkan dia kemana - mana
" Dia selalu mengekangku , padahal sekarang ntah apa yang sedang ia lakukan .
Apa sebaiknya aku telpon saja dia ,
Mmm berhentilah mengkhawatirkannya Ana
kau selalu berharap lebih padanya
Seorang pelayan datang menghampiri Ana
" Selamat sore nona ada seorang perempuan luar disana sedang mencari anda,
" Itu pasti Siska , baiklah suruh dia masuk
Pelayan langsung berlari keluar rumah
.....
Siska sampai didepan sebuah rumah besar yang mewah
" Wah , Ana rumahmu besar sekali , kenapa aku merasa jika Aditya sangat mencintaimu Ana, kak Dimas kau memang tidak ada kesempatan lagi sepertinya
Siska membunyikan klakson mobilnya
Tak berapa lama keluar empat orang penjaga bertubuh tinggi dan besar ,menggunakan pakaian serba hitam
Mereka menghampiri Siska
" Maaf nona anda mencari siapa ?
" Aduh Ana apakah Aditya menjagamu dengan sangat ketat seperti ini
Siska menurunkan kaca mobilnya
" Saya mencari yang punya rumah ini
" Apa anda sudah membuat janji nona
" Pak tolong sampaikan dengan nona anda jika Siska mencarinya
" Baiklah nona sebaiknya anda keluar terlebih dahulu dari dalam mobil , nona kami sedang hamil muda tuan Aditya memrintahkan untuk memeriksa siapa saja yang masuk kedalam rumah ini untuk menjaga keamanan nona dan calon anaknya
" Ah , Ana kau sedang hamil ,
pantas saja Aditya terlalu berlebihan memperlakukanmu , kau juga tak bercerita padaku baiklah
Para bodyguard memeriksa mobil milik Siska dan memeriksa tubuh Siska dengan alat pendeteksi
" Sudah seperti apa saja aku ,
Seorang pelayan berlari menemui salah satu bodyguard .
" Biarkan dia masuk nona Ana sudah menunggunya didalam
Siska tampak kesal dia menatap para bodyguard dengan tatapan marah
Untung saja dia berbadan besar jika badannya kecil aku akan menantangnya untuk bergulat
Gerbang rumah tersebut terbuka mobil milik Siska memasuki perkarangan rumah mewah tersebut
Ana sudah menunggunya didepan pintu
__ADS_1
Siska turun dari mobilnya dengan wajah ditekuk
" Siska
" Dia memanggilku , aku sangat marah padanya
" Kenapa wajahmu seperti itu ,
Siska masih membisu
" Apa kau tidak menyuruhku untuk masuk terlebih dahulu
" Tentu saja ayo masuklah ,
Ana mengajak Siska untuk duduk diteras belakang menikmati halamann belakang yang tak kalah luas dari halaman depan ,terdapat berbagai macam jenis bunga dan ada sepasang kelinci berwarna abu - abu dan coklat yang sedang bermain diatas rumput
Mereka duduk diatas rumput , karena memang mereka berdua sangat hobi menyatukan diri dengan alam ditambah lagi sejak kejadian dibukit pesona tempo hari saat mereka mendengar suara auman binatang mereka tak pernah kesana lagi , apa lagi seperti kondisi Ana sekarang bisa - bisa Aditya akan mendirikan sebuah rumah untuk Ana dibukit itu ,
" Kau membohongiku
Ana menoleh kearah Siska
" Maksudmu apa Siska , kamu itu kenapa dari tadi jutek amat
Siska memegang perut Ana
"Kenapa kau tak mengatakan padaku jika aku akan menjadi seorang bibi
Wajah Ana langsung berubah merah
" Bukan begitu ,aa a
" Aaa ku apa ?
Kau mulai mencintai Aditya kan ? ayo ngaku sejak kapan ha ,
" Siska berhentilah marah padaku ,
" Kau tidak menceritakannya padaku , apa kau tak menganggapku sebagai temanmu lagi
" Baiklah aku akan bercerita , apa kau mau mendengarnya
Aditya sengaja memasang jarum pengintai diponsel Ana ia menempel tepat di casing ponsel milik Ana , apapun yang dibicarakan oleh Ana akan tersambung langsung di ponsel milik Aditya
Aditya tidak jadi mengikuti rapat hari ini , karena ia masih merasa mual ia memilih untuk berdiam diri didalam ruangan sambil menandatangani beberapa berkas ,
Ia membuka ponselnya lalu membuka aplikasi pengintai yang sengaja ia tempel kan di ponsel milik Ana, sehingga kapanpun ia membuka aplikasi itu ia bisa mengetahui keberadaan Ana dengan jelas dan mendengar suara nya , sejak ia mengetahui bahwa Ana sedang hamil ia langsung memesan alat penyadap suara canggih yang sebesar jarum itu .
" Dia pertama melakukan itu dimana ?
Aditya yang sedang membaca laporan berhenti saat mendengar suara seorang perempuan bertanya pada Ana
Arya mengetuk pintu dan langsung masuk kedalam ruangan ,
Aditya memberi kode agar Arya diam
" Apa yang sedang kau lakukan
Aditya menyuruh Arya untuk duduk disampingnya
" Waktu itu disebuah penginapan
Muka Aditya tampak memerah dengan Arya yang masih heran dengan suara yang terdengar dari ponsel milik Aditya
" Oh , Ana bagaimana rasanya aku ingin tau
Arya mengenali suara itu
" Siska ?
" Diamlah , Aditya berbicara pelan
__ADS_1
Mereka berdua mendengarkan obrolan itu dengan seksama
" Kenapa kau sangat ingin tau apa kau ingin melakukannya dengan Arya
" Apa kau pikir aku sudah gila , aku belum menikah aku hanya ingin tau saja , ayolah bercerita sedikit saja
" Tidak boleh Siska itu urusan rumah tangga
" Baiklah , baiklahh terserah kau saja apa kau kesakitan saat melakukannya pertama kali
wajah Siska tampak memelas agar Ana mau menjawabnya
Ana mengangguk ,
" Tentu saja
Mereka berdua lalu tertawa keras
Arya yang mendengar obrolan kedua perempuan itu langsung melotot kearah Aditya
" Penginapan ?
Arya mengingat waktu kejadian dipantai saat mahasiswa baru melakukan kemah , saat itu Amanda mendaptkan poto Ana keluar dari kamar milik Aditya
Aditya tampak berusaha mengalihkan pembicaraan
" Aditya kau ,
Arya mendekatkan matanya kearah Aditya
" Aduh , apa yang kau inginkan cepat kau kerjakan pekerjaanmu , sebentar lagi kita akan pulang.
Huh,
Arya menghela nafas panjang lalu keluar ruangan
" Ternyata dia hebat sekali menyembunyikan ini dariku , Aditya kau termakan omonganmu sendiri hah, maru yang kau maki itu sekarang sedang mengandung anakmu
Muka Aditya sangat merah , ia masih mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh Ana dan Siska
" Sejak kapan kau mencintainya Ana , ayo mengakulah kau tak boleh membohongi ku lagi
Aditya mendengarkan obrolan itu dengan perasaan deg - degan ia ingin tau bagaimana perasaan Ana sebenarnya padanya.
Tut
tut
Ponsel milik Aditya mati
" Ah Sialll
Aku tidak bisa mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan
........
Ana terdiam dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Siska
Siska mengerti jangan - jangan Ana tidak enak untuk mengatakan itu padanya karena Dimas juga menaruh hati padanya
" Aku mengerti kenapa kau tak mau menjawabnya , tenanglah kak Dimas akan baik - baik saja , meskipun aku tau ia amat dalam mencintaimu
" Bukan begitu Siska
Ana tampak sedih saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Siska tentang perasaan Dimas padanga
Siska mencoba mencairkan suasana
dia menggoda Ana ,
" Kau mencintainya kan ?
__ADS_1
Ana tersenyum dengan muka menunduk
lalu mengangguk.