
Setelah selesai makan malam mereka semua berpamitan pulang,
tidak lupa Papanya mengingatkan Aditya,
besok pagi untuk segera berangkat ke kalimantan untuk melihat Lokasi tambang , yang akan didirikan anak cabang perusahaan di daerah tersebut
"Baik paļ¼aku akan memsan tiket malam ini biar besok bisa sampai disana dengan cepat
aku akan mengurus semuanya
"Jangan lupa kamu telpon kakak iparmu itu,
dia banyak relasi didaerah sana,
Ana terdiam mendengar papa Aditya menceritakan sedikit tentang kakaknya itu,
dia dapat mencerna jika kakaknya memang dapat diandalkan.
Aditya masuk kekamar ia terlihat sedang menyusun pakaiannya untuk berangkat selama tiga hari dikalimantan,
sebenarnya Aditya tak mau meninggalkan Ana seorang diri.
Cuma tak mungkin ia mengajak Ana untuk masuk kedalam hutan kalimantan yang begitu terkenal sangat rawan tersebut,
Hutan kalimantan terkenal sebagai salah satu paru - paru dunia ,
Terkenal dengan penyumbang oksigen terbesar didunia.
Bayangkan saja semua jenis satwa liar ada disana termasuk cerita anaconda yang melegenda dari daerah tersebut.
"Hmm...
Ana menghela nafas ,sebenarnya ia ingin sekali ikut kemanapun Aditya pergi.
Adit, kamu bakal lama ya disana,
aku nggak bisa hidup tanpa kamu
ya ampun Ana sok imut banget sih gombalan basi mu itu.
Ana berdiri dibelakang Aditya wajahnya terlihat murung dan sedih.
"Dit, selama kamu nggak pulang aku nginap Di rumah ayah ibu aja ya..
Aku takut sendirian disini,
"Iya, nanti mau aku anterin , atau ?
"Aku naik taksi aja.
Aditya jangan lama - lama perginya
aku mohon
Aditya berdiri dan menatap Ana,
selama aku pergi ingat kamu jangan
kemana - mana
Ana mengangguk perlahan.
Jam menunjukkan pukul 22 : 00 ,Aditya sudah tertidur duluan karena ia akan berangkat kekalimantan dengan pesawat pertama besok pagi - pagi sekali.
Ana beranjak keluar kamar, ia memandangi gedung - gedung pencakar langit,
lewat jendela kamarnya, entah mengapa perasaannya menjadi tidak karuan.
Aditya akan pergi selama tiga hari, apa yang akan ia lakukan disana,
Dia akan tidur disana bersama siapa ?
belum lagi aku pernah mendengar bahwa suku dayak disana sangat terkenal dengan kecantikannya.
Apa nanti Aditya akan tergoda ?
Sebenarnya apa peduli ku !"
Tergoda atau tidak dia juga tidak mungkin mencintaiku.
Ana menghela nafas panjang menempelkan wajahnya dijendela kaca yang menghadap kegedung - gedung pencakar langit.
Ia berbalik kekamar, ingin sekali Ana membangunkan Aditya untuk mengajaknya berbicara
Aku ingin sekali malam ini menikmati malam bersama suami tampanku ini,
ia akan meninggalkanku selama tiga hari saja
aku sudah merasa tak sanggup,
Bagaimana jika nanti dia benar - benar meninggalkanku ,Apakah aku akan menjadi gila ?
__ADS_1
Ana merebahkan tubuhnya disamping Aditya
ia melihat Aditya tertidur sangat lelap.
Pikirannya sudah jauh menerka - nerka,
apa saja yang akan dilakukan oleh Aditya disana nanti.
Rasa kantuk yang menyerang akhirnya membuat Ana ikut tertidur lelap disamping Aditya.
******
Keesokan pagi
Ana terbangun seperti biasanya,
Aditya sudah tak ada lagi disampingya
Ana membuka pesan dari ponselnya.
"Aditya : Aku sengaja tak membangunkanmu
kau tampak sangat lelah, padahal aku tak menyerangmu malam ini,
Kau jangan terlalu berpikir keras tentangku.
jangan terlalu mengkhawatirkan kegantenganku ini,
Hhehe
aku naik pesawat pertama jam 6 pagi ini .
Baik - baik disana ya.
"Hmm dia selalu seperti itu ,
Ana tampak tak bersemangat pagi itu,
ia uring - uringan dikasur, kalau tidak karena hari ini ujian semester ia sangat malas untuk menginjakkan kaki di kampus.
"Aku malas sekali beranjak dari kasur ini,
Bisa tidak ujiannya ditunda sampai Aditya kembali.
"Baiklahh, Anastasya kau harus segera bangun .
Ia menuju kamar mandi, lalu setelah berganti pakain Ana mengambil beberapa baju
******
Dikampus ia tampak sangat lesu
benar - benar tak bergairah sama sekali
Ana - Ana , apa kau yakin nanti sanggup bila Aditya tak menginginkanmu lagi,
Kau baru ditinggal tiga hari saja sudah seperti ditinggal tiga puluh tahun saja.
"Ana ,
Rima menepuk pundak Ana.
"Kau kenapa ? mukanya kau tekuk seperti itu ?
Aku tak mungkin menceritakan jika aku sangat sedih ditinggal Aditya selama tiga hari.
"Gigiku sangat sakit , sambil memegang pipinya
Ia sengaja membohongi Rima agar tak mengajaknya untuk berbicara banyak lagi.
Maafkan aku Rim, aku memang tidak ingin bicara dengan siapapun.
Setelah selesai ujian ia langsung pulang kerumah Ayah dan ibunya.
..........
Sesampainya di rumah.
"Kau sudah sampai nak ?
"iya bu,
Belum sempat Ana melanjutkan obrolannya ayahnya langsung memotong pembicaraanya.
"Tadi pagi Aditya sudah menelpon ia mengatakan tidak bisa mengantarkanmu kesini,karena akan kekalimantan
Ia menitipkan mu disini selama tiga hari.
Dia sudah menelpon ayah rupanya,
jadi aku tidak perlu repot menjelaskan pada mereka
__ADS_1
"Aku mau tidur ,
Dengan nada datar dan wajah yang tak bersemangat.
Ia mendengar suara ayah dan ibunya sedang membicarakannya
"Ana kenapa ya yah, mukanya jadi begitu
"Ah, ibu seperti tidak pernah muda saja,
"Ingat waktu ayah pamit mau pulang kedesa padahal cuma setengah hari, ibu sampai marah - marah pada Ayah ,padahal sudah ayah jelaskan sepanjang hari,
Ibu Ana tersenyum mengingat kejadian yang diceritakan oleh suaminya itu.
Semenjak di PHK , ayah Ana membuka warung kecil - kecilan didepan rumahnya
untuk menambah - nambah pemasukan mereka sehari - hari,
Masa bodohlah dengan semuanya aku tidak perduli ayah dan ibu membicarakanku
aku tidakkkk perduliii !
"Sedang apa dia disana ya ?
Kenapa dia tidak mengabariku .
*Tolonglah Ana, kau sadar kan ?
jangan berhalusinasi terus
Apa perduli Aditya denganmu
Dia memperdulikanku lah
buktinya dia mengkhawatirkan aku sendirian
di Apartament
Kau yakin dia perduli padamu?
Apa dia membiarkan kau untuk memegang ponselnya miliknya
Hmm sudahlah jangan terlalu bermimpi
nanti kau sakit jika harus terjaga dengan paksa dalam mimpi indahmu itu
jngat ini bukan sinetron yang seperti kau harapkan*.
Terjadilah pergulatan pertanyaan dibatin Ana.
"Adityaaaa cepat lah kau hubungi aku !
Ana menepuk bantal berkali - kali
Kenapa tidak kau saja yang menghubungi duluan,
"Benar juga, ucap Ana.
****
Ponsel Aditya berdering
ia sengaja mengabaikan panggilan masuk tersebut,
karena sedang meeting dengan para klien dan salah satu ketua adat daerah tersebut,
tentu saja Aditya didampingi Bima kakak Ana.
Ponsel Aditya terus berdering, membuat Aditya mematikan ponselnya tanpa melihat siapa yang menelponny.
"Keterlaluan ,,,,,
arghhh..
Telpon aku saja tidak dijawabnya..
Mau dibawa kemana muka ku ini,
Lihatlah dia tak mengangkat telpon dariku
bahkan ia mematikan ponselnya.
Ana terlihat sangat kesal.
"Awas saja dia, aku tidak akan memaafkannya karena tidak mengangkat telpon dariku
Kau pikir aku begitu mengkhwatirkannya
Oh kau jangan terlalu senang.
Ana berusaha menutupi perasaan kesalnya.
__ADS_1