Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 111


__ADS_3

Aditya mengendap di belakang pohon melihat Arya sudah terduduk dengan Amanda yang sedang mengacungkan pistol kekeningnya


" Tembak saja kepalaku , itu bukan masalah buatku mati atau hidup bagiku sama saja


tetapi setidaknya aku mati dalam keadaan terhormat " Tersenyum lebar


Membuat Emosi Amanda menjadi semakin panas saja " Siapa yang menjamin kau akan mati dengan terhormat "


Amanda kembali duduk dan membalikkan pistol di tangannya


" Arya kau sungguh menyedihkan "


Dorr


Amanda mengarahkan tembakan kearah Arya dan menembakkan kearah pohon tepat Aditya mengintip


" Untung saja tidak kena " Aditya mengelus dadanya ia tampak cemas


" Bagaimana ? " Amanda meniup ujung pistol yang baru ia tembakkan


Marisa tampak gemetaran ia sangat ketakutan sekali melihat aksi Amanda yang sudah di luar akal sehat


" Tunggu apa lagi ayo tembak saja aku "


Arya melebarkan kedua tangannya dan memejamkan matanya


" Haha kau pikir aku akan semudah itu membiarkan kau mati , seharusnya dari awal aku memang tak usah mempercayakan semua ide ku padamu "


Menantang Arya dengan sangat marah


" Kau itu menyedihkan Amanda kau lihat dirimu, tersiksa dengan perasaan mu sendiri


mencintai lelaki yang sama sekali tak memperdulikanmu, kasihan sekali,


memiliki segalanya tapi tak siap menerima takdir "


Mengejek Amanda dengan kata - katanya yang menusuk dada


Amanda tampak sangat emosi " Hentikan ucapanmu atau aku akan menembak mulutmu "


Aditya sangat panik mendengar ucapan Amanda jika ia keluar sekarang Amanda bisa berbuat lebih gila lagi " Astaga polisi lama sekali sampai di tempat ini "


" Kalau begitu sebelum kau menembakku marilah kita bersenang - senang dulu sepertinya kau Sangat membutuhkan belaian seorang lelaki " Arya tersenyum nakal memegang bibirnya ia sengaja melakukan itu


" Sebelum aku menarik pelatuk pistol ini aku beri kau satu kesempatan atau aku akan menembak Aditya yang sedang mengendap di balik pohon itu "


Menunjuk kearah Aditya yang bersembunyi di balik pohon tampak jelas bajunya kelihatan


Amanda berdiri sambil memegang pistol di tangannya " Aditya sayang , cepat keluar atau aku akan kesana memaksamu untuk kemari "

__ADS_1


Aditya terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Amanda " Bagaimana ini Ana " Aditya lebih memikirkan keselamatan Ana dan calon bayinya


" Aku hitung satu sampai tiga jika kau tak tak keluar juga atau kau ingin aku menjemputmu"


Amanda tertawa keras seperti seseorang yang hilang kendali


" Sial " Aditya memutuskan keluar dari tempat persembunyiannya dengan mengangkat kedua tangannya


" Baiklah aku akan kesana "


Aditya berjalan ketempat Arya, Amanda dan Marisa berada


Tampak Marisa sudah bercucuran keringat


ia menundukkan wajahnya saat Aditya berdiri di hadapannya


" Marisa cepat kau tampar dia! " Menyuruh Marisa untuk menampar Aditya


" Aku? apa kau sudah gila " Marisa tak mungkin melakukan itu pada Aditya karena dia juga menaruh hati pada Aditya tapi ia tak mungkin membantah Amanda yang sudah terlihat seperti iblis betina


" Cepat kau tampar Aditya atau kau mau.. "


Amanda melirik Marisa


Segera berdiri " Iya baiklah "


Plakkkkk


" Haahahahahaa , aku senang melihat kalian seperti ini hahahaa, sampah, penghianat, dan penjilat " menunjuk wajah Aditya, Arya dan Marisa


Dari dalam mobil Ana sangat cemas melihat Adita berada bersama Amanda " Ya tuhan bagaimana ini Aditya, apa aku turun saja tapi Aditya melarangku "


Ana mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi polisi kembali


" Sial tidak ada sinyal " Ana menjadi sangat khawatir


"Amanda hentikan semua ini "


Aditya membentak Amanda


" Apa yang kau katakan aku harus menghentikan semua ini? Sepertinya kau sudah lupa kau yang sudah membuatku melakukan semua ini , apa kau lupa?


Amanda menatap tajam kearah Aditya dengab tatapan berkaca - kaca


Arya sangat paham tentang perasaan yang dirasakan oleh Amanda karena sekarang ia sedang mengalami rasa sakit yang sama cuma bedanya ia bisa mengendalikan egonya sedangkan Amanda ia tak bisa mengendalikan egonya hingga setan mengambil alih nafsunya


" Maafkan aku, tapi benar Amanda aku memang tak memiliki perasaan apapun padamu, aku menikah dengan Ana memang awalnya tak mempunyai rasa sama sekali tetapi aku salah semakin aku bersamanya semakin rasa cintaku padanya semakin besar sudahlah aku yakin akan banyak di luaran sana yang bisa menerimamu jauh lebih baik dari aku " Aditya berusaha menenangkan hati Amanda.


Amanda meneteskan air mata " Tapi aku tak bisa memaksa hatiku untuk mencintai orang lain, Aditya kau dulu sangat mencintaiku kenapa semudah itu kau bisa melupakan aku"

__ADS_1


"Mencintai kekasih halal itu berbeda Amanda di tambah lagi istriku itu berbeda ia sangat sempurna cantik, pintar dan sabar, aku mencintainya melebihi nyawaku "


" Hentikan !!! aku sangat muak mendengar kau memujinya " Amanda mengacungkan pistol kearah Aditya


" Hentikan! " Ana berdiri di hadapan mereka semua


Wajah Ana tampak pucat ia terlihat sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Aditya tetapi nyali Ana lebih besar dari ketakutannya


" Wah.. hebat sekali " Amanda menepuk tangannya


" Pasangan romeo juliet sudah ada di hadapanku " Melirik kearah Arya


" Hebat sekali kau Arya permainanmu sangat cantik jadi mereka semua sudah menyadari emuanya "


Amanda tertawa keras seperti orang gila


" Mereka bukan romeo juliet tapi Adam dan Hawa Hahahahaa "


Arya mengejek Amanda


Dorrrrr


Amanda menarik pelatuk pistolnya dan mengenai tangan Arya


"Arya!! " Teriak Ana dan Aditya serentak diam - diam Marisa menyelinap ia siap kabur


" Marisa!! , hentikan langkahmu atau aku akan menembakmu " Marisa langsung berhenti dan membalikkan badannya


" Amanda aku tak bisa mengikuti kemauanmu kau sudah benar - benar gila "


Marisa berjalan mundur


" Kau juga sama seperti mereka sama - sama oenghianat kau diam - diam juga mencintai Aditya kan, hebat sekali sandiwaramu selama ini, semua orang menginginkanmu Aditya seharusnya kau memilihku kau lihat rasa cintaku padamu begitu besar aku bahkan bisa melakukan apapun untukmu "


Arya memegang tangannya yang bercucuran darah Amanda mengarahkan pistol kearah perut Ana " Ini sumber masalahnya jika aku tak bisa memiliki Aditya maka siapapun juga tak berhak mendapatkan cintanya , kau telah merebut Aditya dari ku "


" Amanda jangan berani kau sakiti Ana atau aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri " Aditya berjalan maju lalu


Dorrr...


Amanda menembakkan pistol kearah bawah


" Selangkah kau maju aku akan menembak kalian semua "


" Miris sekali hidupmu Amanda kau pikir aku takut mati, silahkan saja kau tembak aku dan membunuh bayiku di perut ini, aku tak masalah tapi sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa mendapatkan cinta Aditya karena cinta Aditya hanya untuk Anastasya, kau dengar baik - baik, Cinta Aditya hanya untuk Anastasya begitu juga sebaliknya , tak ada ketakutan soal kematian "


Ana berlari memeluk Aditya


"Sayang " Aditya memeluk Ana dan mengecup keningnya

__ADS_1


" Menyedihkan, tidak ada gunanya kau menembak mereka " Arya mengejek Amanda yang sudah mulai tak karuan.


__ADS_2