
Aditya menggendong Ana yang masih terlihat lemas,
"Kenapa dia mendadak begitu manis begini sih,
Dit, jangan manis - manis seperti ini kenapa?
Aku takut nantinya jadi makin sayang.
Bangun Ana ! jangan terlalu tinggi ,nanti sakit jika jatuh.
Ana menatap wajah Aditya yang sedang menggendongnya menuju lift.
"*Ya ampun, kok jadi deg - deggan gini
"Jantung !" kamu jangan berdetak kencang kayak gini dong.
aku takut nanti Aditya dengar,
Bisa makin besar kepala dia.
Aditya menurunkan Ana, untuk membuka pintu , dan mereka pun langsung masuk kedalam.
"Kamu langsung istirahat ya jangan ada pikiran yang aneh - aneh,
kalau kamu mau sesuatu tinggal panggil aku aja.
Aditya menyelimuti Ana,.
Lalu ia mengeluarkan laptop, untuk mengurus beberapa perusahaan yang akan segera pindah tangan atas namanya.
Diam - diam Ana memperhatikan lelaki yang ada disampingnya ini.
Sepertinya aku akan kalah dit, aku sepertinya mulai menaruh hati padamu.
Kau benar ,benci dan cinta hanya beda tipis,
Aku sudah siap, dengan segala resiko .
jika nanti kau akan pergi meninggalkanku
pasti akan terasa sangat sakit jika hari itu terjadi.
Biarlah ... aku tak perduli, aku akan terus menyukaimu dalam diamku.
Aditya melihat kearah Ana yang berbaring disampingnya.
Ana langsung pura - pura memejamkan mata.
"Maafkan aku Ana, karena kebodohanku kau jadi begini,
Aditya memandang wajah Ana yang tertidur ia mendekatkan wajahnya semakin dekat.
"Ya ampun dit, jangan terlalu dekat,
kau mau apa dit, jangan bilang kau akan menciumku.
Tidak - tidak aku harus terus berpura - pura,
tidur, jika aku bangun dia akan memarahi ku nanti.
karena ketahuan sedang pura - pura tidur.
Aditya melihat mata anda berkedip.
ia pun langsung menepuk dengan perlahan pipi Ana.
sambil tersenyum
"Kau tak perlu pura - pura tidur seperti itu
cepat buka matamu itu.
"He, iya...
Ana merasa ia terlihat sangat gugup menatap Aditya yang tampan itu.
"Tidurlah,
Aku juga sangat mengantuk ,
besok kau jangan kekampus dulu ingat pesan dokter .
"Iya,
Ana langsung menutup wajahnya dengan selimut ia, sangat malu jika sampai Aditya melihat wajahnya memerah karena mendapatkan perhatian manis dari nya.
"Tak perlu kau tutupi mukamu yang sedang memerah itu dariku Ana .
Aditya dia tau dari mana, mukaku memerah
__ADS_1
apa kelihatan ?
"Tentu saja kelihatan !"
Aditya menjawab dengan spontan
Ana terkejut bagaimana mungkin Aditya bisa menjawab dengan pas.
Gawat apa dia bisa membaca pikiranku ?
Hmm ntahlah..
Ana langsung memejamkan matanya.
* * * *
Keesokan pagi.
Aditya sudah bangun lebih awal, ia terlihat sangat tampan dan rapi
"Kau sudah bangun Ana,
Aditya duduk disamping Ana dengan mengelus kepala Ana.
"Dit, please jangan terlalu manis memperlakukanku
aku takut nanti malah akan mencekik Amanda mu itu.
Karena tak mau seorang pun mendekatimu.
"Aku sudah menyiapkan sarapan tadi, sudah aku pesan kau tinggal makan saja ya,
Jangan kemana - mana hari ini.
Ingat !"
Aditya menunjukkan jari telunjuknya kemuka Ana.
"Hmm walaupun dia agak sedikit aneh menjadi manis sekali sejak malam tadi,
Ya biarkan lah.
Kau mulai menikmati sikap manisnya itu kan Ana ,sudahlah mengaku saja !"
Tidak ada ruginya , tentu saja kau bisa bersaing dengan Amanda.
* * *
Aditya langsung memarkirkan mobilnya.
Dia langsung bergegas menuju ruangan ketua prodi jurusan ekonominya.
untuk menyelesaikan beberapa urusan kampusnya menjelang ia wisuda .
"Semoga saja urusan ku selesai hari ini.
Setelah menyelesaikan urusannya Aditya menuju kekantin.
Ia tak menemukan Arya, padahal ia tau kalau Arya juga akan kekampus hari ini, untuk menemui ketua prodi.
Tak butuh waktu lama untuk Aditya mencari Arya,
Dari kejauhan tampak seorang pemuda sedang dimarahi habis - habisan oleh bapak tua penjaga kantin.
Siapa lagi kalau bukan Arya dan pak kumis pemilik motor itu
"Bukan masalah ganti atau apa den Arya.
Tapi ini masalah tanggung jawab.
"Iya pak saya mengerti.
Arya menundukkan kepalanya
jika ia membantah pak kumis itu sama saja dia akan bunuh diri.
Selain pak kumis itu terkenal galak ia juga seorang atlit silat nasional
nggak kebayang jika Arya berani melawanya.
"Saya akan menggantinya dengan motor yang sama pak ?"
"Kamu pikir bisa mengganti motor saya ?
Bukan soal harganya,
Motor itu banyak kenangannya bersama almarhumah istri saya.
Jika kamu ingin menggantinya apa kamu bisa mengganti nilai kenangan yang ada dimotor tersebut ?
__ADS_1
Tentu tidak kan ?
"Repot sekali si kumis tua ini, motor rongsokan jelek itu saja , banyak sekali ceritanya.
"Kalau begitu biar saya ganti dengan mobil saya aja, bapak tinggal pilih mau ferari,marcedes band, toyota alfhard dan bnyak lagi.
Lagi - lagi Arya salah berbicara membuat seisi kantin,
melihat kearah mereka
Aditya yang tadinya tertawa pun
merasa iba melihat Arya yang terus - terusan kena marah pak kumis.
ia sangat tau betul betapa berharganga motor pak kumis tersebut
karena beliau dan istrinya lama sekali menjadi tukang kebun dirumah besar milik keluarga Aditya, sebelum ditarik untuk menjadi penjaga kantin kampus.
"Sudah lah pak maafkan dia,
Dia teman baik saya.
Pak kumis pun berhenti memarahi Arya.
" Untung kamu temannya tuan Aditya kalau bukan sudah kujadikan perkedel.
Aditya pun langsung mengajak Arya pergi dari tempat tersebut.
tetapi pak kumis kembali memanggil Arya.
"Den Arya,
"Iya pak ?
"Jadi kapan saya bisa membawa mobilnya pulang.
"Gubrak huh ,dasar kumis jelek mata duitan
aku pikir kamu tak tertarik dengan tawaran tadi.
Aditya tersenyum dengan menutup mulutnya.
"Emang nya loe dari mana sih dit, sampe harus pinjam motor pak kumis tadi ?
Aditya sengaja pura - pura tidak tau,
sebenarnya ia ingin marah dengan Arya,
karena sifat ingin tahu nya yang sangat berlebihan terhadap hidup orang lain
Tetapi Aditya mengurungkan niatnya
ia melihat muka Arya, kaki dan tangannya
dibaluti oleh perban, jadi ia tak jadi mau marah.
Malah membuat Arya seperti mummi mesir.
"Gue kemarin mau nunjukin sama temen gue,
yang suka motor antik,
Eh gue dikejar anjing sampe masuk
kesemak - semak,
Untung ada warga yang nolongin gue.
kalau nggak ntah bagaimana nasib gue "
Aditya tak kuasa menahan tawa, ia akhirnya kembali tertawa terbahak - bahak.
Sial lo dit, loe senang kan ngeliat gue udah kayak mummi gini,
loe pikir gue nyerah ?
nggak bakal dit, loe kan tau gue manusia super "Kepo " nggak ada satupun informasi yang tidak. bisa didapat oleh seorang Arya.
"Oh , motor antik.
Aditya berusaha bersikapa dengan tenang kembali, agar Arya tak mencurigai jika sebenarnya ia sudah tau kalau Arya mengikutinya.
Aditya pun langsung pamit untuk pulang ia ingat jika Ana sendirian dirumah ,
karena masih sakit.
"Tumben loe pulang cepat dit?
"Iya gue ada urusan !
__ADS_1
"Oke hati - hati brow.
"Baiklah Aditya hari ini aku akan tetap mengikutimu.