
Dirumah Ana dan Aditya kedua keluarga besar mereka berkumpul untuk mengadakan acara tujuh bulanan usia kandungan Ana sekaligus untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka di dalam kandungan Ana
Aditya, mamanya dan Oma Rita juga telah menyewa jasa Event organizer ternama untuk membuat acara tujuh bulanan cucu pertama oenerus Bratawijaya grup
.
" Rita aku sangat senang sekali kalian akan mengadakan acara pada saat aku sedang berada di sini " Dengan mata berkaca - kaca
" Tentu saja sepupu aku sangat ingin melihatmu menikmati kebahagiaan yang aku miliki, bukankah kau adalah saudaraku "
Ana mendengar oma Rita dan nenek sepupunya itu mengobrol " Ternyata panggilan sepupu memang sudah mendarah daging dari dulu di keluarga mereka ya "
Siska tertawa geli
" Berapa hari lagi acara akan di gelar " Mama Aditya bertanya dengan salah satu panita EO
" Dua hari lagi nyonya "
" Baiklah kau pastikan semuanya terlihat sempurna aku tak mau ada yang kurang sedikitpun "
Semua tampak sibuk kak Bima pun di pastikan akan datang juga dari kaliamantan
Orang tua Ana malam ini juga menginap di istana besar miliknya, ia hanya di bolehkan turun dari kamar jika situasi urgent
" Diperlakukan seperti ratu itu memang membahagiakan tetapi tak perlu seperti ini juga kale, aku sudah seprti burung di dalam sangkar saja "
Ana meletakkan tubuhnya di dalam kamar bak permaisuri
Tok
tok
" Ya masuk saja tidak di kunci "
Seseorang membuka pintu kamar
" Mama, papa "menghampiri Ana
" Sudah kau jangan bangun, tetap tidur saja di tempat tidur ya "
Mama mertuanya memaksanya untuk tetap tidur tentu saja membuat Ana seperti orang yang sedang sakit saja berbaring dan di lihati oleh kedua mertuanya
" Sayang papa akan memberimu kabar baik "
Wajah mama nya tampak bahagia sekali sedangkan sang mertua lelaki tampak tersenyum - senyum bahagia
" Apa itu ma " Masih terbaring di tempat tidur dengan wajah yang kaku dan tegang karena Ana memang tak berani membantah apapun itu keinginan mertuanya
Kedua mertuanya saling tersenyum dan bertatapan langsung "Mulai hari ini kau akan mengikuti kuliah dari rumah saja, dosen - dosenmu akan datang mengajarmu secara khusus di rumah ini "
Wajah mereka tampak bahagia, berbeda dengan Ana ia tampak sangat kecewa
Aduh bagaimana ini, tak mungkin aku menolak keinginan mereka tapi aku pasti akan merasa sangat bosan jika rutinitas ku di rumah saja mengertilah
" Terimakasih mama papa "
Ana memaksakan senyumnya
Sama - sama sayang, kau tau itu ide siapa "
Ana menggeleng " Itu ide suamimu "
Mama dan papa mertuanya tampak puas
" Sayang dia amat mencintaimu sampai hal detail semuanya ia lakukan untukmu "
" Baiklah sayang kau istirahatlah jangan sampai kelelahan mama dan papa akan turun dulu kebawah untuk mengecek semua keperluan pesta kalian "
" Baik pa terimakasih "
Menutup pintu
Ana yang dari tadi berbaring seperti orang sakit langsung berdiri
" Sudah ku duga ini pasti ulah Aditya, dia ini tak pernah berubah sama sekali ia tak melihat apa perutku sudah mulai membesar, ia pasti takut aku dekat - dekat kak Dimas "
Ana berdiri dan menatap dirinya di cermin sambil memegang perutnya " Anakku aku akan segera menjadi burung di dalam sangkar "
Ana menaarik nafas ia begitu kesal sekali dengan tingkah Aditya
" Aaaaaaa keterlaluannn "
.Tok
tokk
" Ah siapa lagi sih mengetuk pintu "
__ADS_1
Berdiri " Yaa masuk saja "
" Surpriseeee hai sepupu "
Seorang perempuan yang tidak asing lagi berada di depannya
" Iya sepupu " Ana tampak kaku wajahnya mulai tegang
" Ada apa sepupu "
Tersenyum ramah bahkan sangat ramah
" Sepupu aku akan memberikan pelayanan terbaik untuk acara tujuh bulanan calon keponakanku nanti "
" Lalu ,apa gerangan sepupu kemari "
menggunakan tutur bahasa keluarga orang kaya harus banyak menggunakan majas dan kiasan
Dengan perasaan deg - deggan dan mulai berpikir agak aneh
Apa lagi yang akan terjadi ini, kenapa rempong sekali keluarga kaya ini, padahal keluargaku tak. perlu serepot ini jika mengadakan acara
" Iya sepupu, ibarat bintang yang berkelap kelip di angkasa, maka aku akan menunjukkan resep masakan yang akan aku hidangkan aku harap sepupu bersedia menyicipinya satu persatu "
Benar dugaanku, sabarlah nak ya kau akan mmencoba banyak masakan aneh ini
" Baiklah sepupu tentu saja aku bersedia mencicipi seluruh makanan yang akan kau berikan "
Ana sudah bersiap mengambil sendok di kamarnya untuk mencicipi makanannya
" Boleh aku masuk kamarmu sepupu "
" Tentu saja boleh sepupu, ayo masuklah "
Menarik kursi dan menyuruh Ana duduk
lalu ia menepuk kedua tangannya
" Pelayan bawa semua hidangannya masuk "
dengan satu tepukan sepuluh orang pelayan berjejer di depan Ana dengan membawa makanan masing - masing
Ana tampak tercengang karena tak menyangka banyak sekali yang harus ia cicipi
" Sepupu ini adalah sepuluh menu andalan yang sudah aku padukan dengan 10 chef ternama dari lima benua di dunia "
Ana bersiaplah kau akan di siksa untuk beberapa menit ini
" Maju lah" Seorang pelayan menyerahkan makanan di depannya
" Silahkan di cicipi sepupu, ini adalah Beef straganof Daging tumis makanan khas rusia yang sengaja di masak di dalam jet tempur rusia dengan tingkat keasaman yang lumayan membuat lidah menjadi tergelitik
Ana menyicipinya
Astaga rasanya sama seperti daging rebus aku lebih menyukai rendang, dendeng dari pada masakan ini
" Bagaimana menurutmu Sepupu rasanya "
" Apa boleh aku menambahkan sesuatu di masakan itu sepupu "
Ana meminta dengan cara halus
"Boleh sekali sepupu apa itu "
iia dengan cepat mengeluarkan catatan
" Bisa kau tambahkan santan, dan cabe serta rempah - rempah khas Indonesia di dalam daging itu lalu di aduk sampai mengering "
" Baiklah sepupu " Mengarahkan tangannya agar pelayan tersebut segera keluar
Ya yang kupinta kau membuat rendang baiklah sepupu apa lagi berikutnya
" Yang kedua ini adalah makanan khas mozambik namanya ayam. piri - piri
Perpaduan anrara saos kacang dan saos tomat , chef nya di datangkan langsung dari Afrika ia sering sekali memasak makanan di tengah - tengah hutan amazone
Hahahaha ya kaleee di terkam singa afrika
Ana selalu terkejut setiap sepupu Aditya menyebutkan tempat asal makanan yang ia sebut
Seorang pelayan maju dan melakukan khal yang sama Ana kembali mengulanginya lagi untuk mencicipinya
" Yah ini lumayan ” Ana menyetujui masakan kedua ia sebenarnya tidak terlalu suka tapi melihat kesungguhan sepupu Aditya tersebut
tak mungkin ia bersikap terlalu mendikte apa lagi ia adalah orang baru di keluarga Aditya
apa lagi ia sangat di terima dan di perlakukan sangat baik oleh keluarga besar Aditya
__ADS_1
Ana tampan sangat kelelahan mencicipi berbagai macam masakan dari berbagai belahan dunia yang di sajikan sepupu Aditya tersebut
Dari semua menu yang di ajukan sepupu Aditya Ana memilih lima menu, yaitu
Masakan khas timur tengah, masakan afrika dan terakhir ia memilih desert dari belanda
" Terimakasih sepupu kau bersedia menyicipi semuanya " Ia pun berpamitan pergi dan kembali keluar kamar
Setelah menutup pintu ia kembali menghela nafas " Aaaaaaaa sudah kuduga ternyata berdiam diri di dalam kamar malah membuat diriku semakin repot saja, setelah ini apa lagi hadehhhh, sebaiknya aku menelpon Siska saja biar dia kemari, kalau Rima tidak mungkin bisa ia sibuk bekerja membantu orang tuanya apa lagi hari ini hari libur "
Mengambil ponselnya dan mulai mencari nama Siska
Kring
kring
Siska yang sedang berbaring diatas kursi singgasana, tepat berada di tengah rumah besar milik Aditya tampak santai, sambil memainkan game di ponselnya
" Sedikit. lagi.. sedikit lagi yeee "
Menaruh ponselnya dan " Ana menelponku, ada apa "
" Halo Siska kau di mana "
Suara Ana tampak sangat membutuhkannya
" Kenapa emangna aku lagi berbaring "
" Cepatlah kau kerumahku, aku sedang sangat membutuhkan mu saat ini "
Ana berusaha merayu Siska
" Sekarang ! , bagaimana kalau besok saja "
Siska tampak panik ia tak mungkin memberi tau jika ia pergi berdua dengan Arjuna kejogja dan sekarang berada di rumah orang tua Arjuna
Aduh bagaimana ini, jika aku beritahu Ana ia pasti akan mencurigaiku, ia akan berpikir aku sudah mulai memiliki rasa dengan Arjuna
ih... cuihhh.. tidak akan pernah terjadi
Ana berteriak di ujung telpon " Siska.. siskaa
apa kau mendengarku "
Siska langung tersadar dari lamunannya saat teriakan Ana terdengar sampai kegendang telinganya
" Iya Ana, tapi tak usah berteriak sekencang itu juga apa kau mau melihatku menjadi tuli "
Siska tampak jutek
" Sekarang bagaimana apa kau bisa kerumahku sekarang "
Ana kembali bertanya
" Bagaimana kalau besok saja, hari ini aku harus menemani mami dulu , kau tau kan Dimas juga ikut denganku " Siska terpaksa membohongi Ana ia tak mau mengatakan sebenarnya bisa - bisa ia akan di bully habis - jabisan oleh Ana dan Rima
" Uhh padahal aku hari ini sangat membutuhkanmu, jangan - jangan kau lagi berduaan dengan kang mas Arjuna ya "
Ana meledek Siska
" Eh enak saja jangan mimpi karena itu tidak mungkin " Siska menaikkan nada suaranya
Terdengar suara tertawa Ana di ujung telpon
" Haha iya, nggak usah ngegas kaleeess
ingat ya pokoknya besok kau harus kerumahku titik "Ana sedikit memaksa
Siska sendiri belum dapat memastikan apa kah besok ia sendiri akan pulang atau bagaimana " Iya besok ya "
Siska pun mematikan telponnya
Ia dan Ana sama - sama berbaring kembali dengan pikiran yang sama,
Sama - sama kacau, jika Ana kacau karena terlalu sempurna kebahagiaannya berbeda dengan Siska terlalu sempurna kesialan hidup baginya
" Ah aku ingin protes dengab Aditya lihat saja nanti, aku ingin tahu apa alasannya menyuruhku kuliah di rumah saja "
Wajahnya tampak kesal sekali
.....
Ditempat yang berbeda Siska mulai mengatur siasat kembali agar ia segera pulang kejakarta besok pagi, meski malam ini ia harus tidur dengan ibunya Arjuna dulu, tetapi itu bukan masalah yang besar baginya
bukan masalah yang besar tapi Siska kau tidak akan pernah tau takdir tuhan kedepannya
Pa kau akan kembali kepada cintamu atau tetap bertahan dengan kekasih halalmu
__ADS_1
"