Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 142


__ADS_3

Berjalan berdua Arjuna keluar dari tempat mama nya terbaring Siska tak berani bertanya banyak


Menyusuri sudut rumah megah dan besar ini membuat Siska merasa sangat lelah " Arjujna asebenarnya kita mau kemana "


Arjuna berhenti di depan sebuah kamar " Masuklah dulu, jangan berbicara sembarangan karena disini dinding saja memiliki telinga "


Arjuna menarik tangan Siska untuk segera masuk kedalam kamarnya


" Tunggu sebentar " Arjuna keluar dari dalam kamar melihat kekiri dan kekanan pintu


" Trus sekarang apa ?" Siska merasa heran


" Kau masih ingin mengatakan permintaanmu, atau menginginkannya nanti "


Siska berpikir jika ia mengatakan sekarang maka tak mungkin ia kasihan melihat ibu Arjuna terakhir bertemu ia masih kelihatan segar bugar


" Nanti saja , santailah " Siska tampak meremehkan Arjuna karena ia begitu yakin jika sebentar lagi semuanya akan berjalan dengan indah


" Baiklah kita sudah sepakat berarti ya " Arjuna mengaitkan jarinya ketangan Siska


tanpa Siska sadari Arjuna sudah berapa kali menyentuh tanganya berkali - kali


Siska mengangguk tanda setuju " Aku sudah lapar apa di rumah ini ada makanan " Siska yang telah berganti pakaian kebaya khas putri keraton tampak anggun dan cantik sekali ,Kenya Putih dengan kain batik sebagai bawahannya, rambutnya di biarkan terurai


Arjuna memencet tombol di samping dinding


" Mbok cepat kekamar ajak istriku untuk menikmati semua makanan enak di tempat ini , berikan pelayanan terbaik padanya "


Arjuna membuka bajunya ia sekarang sudah mengganti pakaianya dengan pakaian biasa


" Kau pergilan berjalan kemanapun sesukamu di rumah ini, aku akan pergi sebentar "


Arjuna sangat yakin meninggalkan Siska seorang diri bersama pelayan di rumahnya karena ia tau karakter Siska


" Ya pergilah, aku akan menikmati liburan di tempat ini "


Arjuna membuka pintu lalu tak berapa lama terdengar bunyi seseorang mengetuk pintu


Tok


tok


"Ya masuk saja " Siska masih berbaring dan berguling - guling di kasur milik Arjuna


" Ternyata empuk juga ya "


Sebuah tepukan tangan membuat Siska melirik siapa yang datang di hadapannya


" Oh begini rupanya kelakuan istri Arjuna "


Siska masih berbaring dengan santainya memainkan kukunya


" Oh kamu yang tadi di sana ya, kamu ada perlu apa denganku "


Wanita paruh baya yang merupakan bibi Arjuna pun tampak marah, cuma tentu saja dengan tutur kata berirama dan lembut, tetapi sungguh menyakitkan


" Lihat saja gaya bicaramu tidak mencerminkan seorang putri bangsawan berbeda sekali dengan putriku "


Seorang pelayan mengetuk pintu, Siska langsung berdiri " Eh kamu iya mencari ku bukan, hello " Memberi kode dengan jemarinya


" Kemarilah, jemput aku " Bergaya bak seorang ratu lalu memberikan jemarinya

__ADS_1


Meninggalkan Bibi tua tersebut tetapi sebelumnya Siska memberi pesan


"Wanita tua tolong kau tutup pintunya ya "


Membuat bibi Arjuna tampak semakin kesal


Siska berjalan bak seorang ratu dengan rambut di ikat bak model papan atas ia berjalan penuh percaya diri,


" Dimana tempat makannya "


" Disana den ayu "


Ia berbicara dengan gemetar


" Apa den ayu? ,nama aku Siska jadi panggil aku Siska "


Siska tampak tidak suka


" Tapi saya tidak berani memanggil istri Raden Arjuna, tuan muda kami memanggil nama nona, karena itu sudah peraturan di rumah ini, jika tidak kami akan di hukum "


Siska yang selalu ingin tahu pun mulai memancing di air keruh " Atau kau mau aku yang menghukummu , bagaimana ? "


" Jangan Nona jangan biarkan saya kena hukuman, baiklah saya akan memanggil nama anda Siska " Siska tersenyum puas


" Sekarang berdirilah kita sama - sama manusia lagian kau juga seumuran denganku"


Siska pun berjalan kemudian langkahnya terhenti saat melihat pelayan yang menjemputnya tadi sedang mengepel lantai


kembali lagi ide jahilnya Siska


" Hei kamu, kemari !" Siska memanggil pelayan tersebut , Tampa wajah pelayan tersebut sangat ketakutan


Berjalan mendekati Siska lalu " Iya nona muda ada apa "


" Tapi di sini tidak boleh seperti itu nona, jika melanggar maka kami akan di hukum "


Ia menjawab dengan sangat gugup


"Mulai sekarang aku akan merubah peraturan di rumah ini kalian dengar, jika ada yang tak suka maka aku akan menghukumnya, kalian tau kan aku siapa di rumah ini " Siska tampak menikmati sekali perannya sebagai menantu di rumah Arjuna, Ehem


" Baik nona "


"Sekarang berdiri dan tatap aku "


Pelayan tersebut pun melihat wajah Siska yang cantik " Bagaimana aku cantikkan , lalu mengeluarkan segala giginya hingga membuat pelayan tersebut berlari kebelakang karena terkejut


Bukan apa - apa orang jawa terkenal. dengan tutur kata, bahasa yang halus apa lagi di lingkungan bangasawan terkenal dengan keramahannya, sopan santun yang tinggi"


Siska menuju meja makan semua makanan enak telah tersedia di hadapannya


Ia pun duduk di meja makan yang besar seorang diri " Kau tidak duduk "


" Tidak nona, saya berdiri di sini saja " Berdiri di samping Siska


"Jadi maksudmu aku makan seorang diri duduk di sini, menghabiskan semua sisa makanan ini " Siska tampak heran


" Terserah nona muda saja mana bagusnya "


menundukkan kepalanya


"

__ADS_1


" Bagusnya kau duduk " Singkat padat jelas kata - katanya


" Jangan nona " Terdengar panik


"Ini perintah "


Dengan cepat pelayan tersebut duduk di samping Siska


Siska mengambil. makanan dan memasukkanya kedalam piring


" Sekarang giliran kau cepat !!"


"Saya sudah makan nona "


"Ini perintah kedua "


Siska menahan tawanya karena menurutnya lucu sekali berada di rumah ini.


Mereka berdua duduk di meja makan melahap makanan " Ayo Segera habiskan "


Siska menikmati makanan yang di hidangkan


" Sungguh enak sekali "


" Enak ya ,sopan sekali kamu , siapa yang menyuruhmu makan di sini "


Bibi Arjuna menyuruh pelayan tersebut untuk lindah


" Maaf nyonya saya salah "


Ketakutan dan berdiri


Siska menahan tangannya " Duduk !"


Melanjutkan makannya


" Tapi nona " wajahnya sudah mulai panik


" Aku bilang duduk, ya duduk kau tau kan siapa yang paling berkuasa di rumah ini "


Siska cuek saja " Baik nona "


Tampak wajah bibi Arjuna sangat muak melihat tingkah Siska di rumah ini


Siska makan sambil berdiri dan sengaja berbicara agar nasi di dalam mulutnya menyembur keluar " Eh ada kamu siapa ya , apa kau juga ingin bergabung makan dengan kita "


" Eh aku lupa kau di sini kan cuma menumpang ya, " Siska menyemburkan nasi di wajah bibinya itu


Mengelap wajahnya " Dia benar - benat tidak punya tata krama lihat saja aku akan membuat Arjuna menceraikan dirinya, dan tentu saja menikah dengan putriku yang cantik jelita itu "


Siska tertawa terbahak - bahak ,suaranya yang besar membuat seisi rumah terkejut karena memang tidak pernah ada yang berani bersuara sekeras itu di dalam rumah besar ini


Para pelayan berbisik


*Aku tak menyangka tuan Arjuna menikah dengan perempuan seperti itu


Benar saja dia memang cantik tapi kelakuannya seperti preman pasar


Tapi aku suka dengan nona muda itu dia tidak munafik, aku rasa tuan Arjuna akan sangat bahagia bersamanya


Kau lihat caranya melawan nyonya tua itu, sepertinya ia sangat muak melihat nona Siska*

__ADS_1


Para pelayan tampak tertawa cekikikan melihat tingkah Siska


__ADS_2