Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 184


__ADS_3

Ana dan Aditya tampak sangat kelelahan setelah melakukan olahraga sore di tempat tidur, ya obat paling ampuh setelah bertengkar dengan pasangan adalah senam di tempat tidur


Mereka pun memutuskan untuk mandi sore ini lalu makan malam di luar, mereka sudah berencana mengajak Siska ,Dimas dan


Arya juga di ajak tetapi entah mau datang atau tidak, ini semua ide Dimas untuk segera mengakhiri sandiwara Rima, ia sudah tak sabar ingin membuka kedok Rima


"Sayang apa ini tidak terlalu cepat, kenapa kita harus buru - buru melakukan ini "


Ana sudah kepayahan berjalan apa lagi perutnya sekarang semakin membesar saja


"Sudah sini kakanda gandeng saja tangan adinda " Aditya bersikap sangat romantis sekali apa lagi tadi sore sudah diberikan sentuhan yang membuat ia semakin sayang kepada Ana


" Siapa yang memilih tempat ini sayang"


Ana sangat menyukai tempat ini restoran mewah bernuansa klasik romawi kuno


" Kenapa emangnya sayang " Aditya tampak kaku menjawab


" Aku suka tempat ini indah sekali, kau sungguh sangat pandai sekali memilih tempat untuk makan malam spesial ini "


Aditya terpaksa mengiyakan tempat ini


karena restoran ini adalah rekomended Dimas


" Tapi menurutku tempat ini biasa saja


sayang "Aditya menaikkan suaranya

__ADS_1


" Terimakasih sayangku " Ana mengecup Dimas yang sedang menahan cemburu karena nyatanya Ana dan Dimas memiliki selera yang sama


" Heiiii kau baru tiba juga ya " Siska menepuk pundak Ana ternyata ia datang bersama Arjuna


" Kau bersama siapa " Siska menunjuk Arjuna menggunakan mulutnya


" Tumben " Ana berusaha menahan tawanya


"Ya kau tau kan aku tak akan di izinkan kemana - mana jika tak bersama dia ,ayo kita kesana aja " Menggandeng tangan Ana


Seperti hendak membawa kantung belanja saja tentu saja membuat Aditya membelalakkan kedua matanya


"Siska biar dia menggandengku saja, jika kau menariknya secara kasar begitu kau bisa membuat anakku lahir sebelum waktunya "


Ana mencubit perut Aditya


Siska mengangguk mengerti " Oke baiklah tuan Aditya aku paham sekali dia ratumu dan aku lupa "


Siska berada di samping Arjuna yang sama sekali tak berbicara sepatah katapun


ia sibuk memainkan ponselnya membuat Siska heran


Apa yang sebenarnya sedang ia lakukan


tak seperti biasanya ia cuekin aku,


" Ehem.... " Arjuna masih tak bergeming juga

__ADS_1


hingga pasangan fenomenal datang Siska dan Ana tak percaya dengan apa yang mereka lihat, Rima yang dikenal pemalu dan lugu


menggandeng tangan Dimas dengan mesra dan ia berpakaian sangat terbuka dengan make up yang sedikit menor


Ana masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya sampai - sampai ia tak berkedip sama sekali


Siska pun berbisik pelan ditelinga Ana


" Sekarang aku percaya ini lah penampilannya yang sesungguhnya ia sama persis dengan kakaknya "


" Husss.. orang sudah meninggal jangan kau sebut-sebut lagi "


" Kau lihat aku sudah tak sabar ingin membuka kedoknya "


Rima tampak bahagia sekali karena bergandengan dengan Dimas


Yang di takutkan Arya dan Aditya adalah bagaimana jika gadis itu benar - benar patah hati, mereka sebenarnya tak menyetujui cara Dimas karena akan menyakiti Rima, tapi terserahlah semoga saja cara Dimas ini efektif


" Hay Ana sahabatku dan Siska adik iparku "


Siska tak tahan ingin muntah mendengar Rima memanggilnya dan menyebut dirinya adik ipar


" Selamat malan Rima, kenapa kau jadi mirip kakak senior kita di kampus ya, Siapa namanya itu " Siska menepuk jidatnya


" Mm Marisa ,yah benar kalian begitu mirip "


Ana menahan giginya sambil berbicara pelan

__ADS_1


" Ya tuhan Siska apa yang kau lakukan, kau sudah gila " Ana mengengg erat tangan Aditya


__ADS_2