Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 190


__ADS_3

Ana tampak lemas tak bedaya ia mengucapkan beberapa kalimat yang membuatkan Aditya meneteskan air mata


" Sayang, kau suami terbaik tolong doakan aku dan anakmu baik -baik saja, jangan kau menangis sayang, bukan kah aku akan selalu berada untukmu "


Aditya memegang tangan Ana dengan cemas


" Sepupu, sudah sebaiknya kau beritahu keluargamu dulu, karena istrimu harus segera di operasi malam ini juga "


Siska memegang tangan Ana " Ana kau kuat kan aku yakin kau pasti bisa melewati ini semua, benarkah jika kau berhasil melewati ini semua kita akan kembali lagi ke tempar pavorit kita, bukit pesona "


Siska mencoba menguatkan Ana meski ia tak kalah rapuh di banding Aditya


" Sudah... pasien ini akan segera di bawa keruangan operasi "


Aditya menangis tersedu -sedu termasuk Siska


" Kak Adit cepat kau telpon orang tua Ana "


Aditya memberikan ponselnya " Tolong Siska kau saja yang menelponnya "


Siska tampak gemetaran ,Arjuna yang berada di sampingnya, memegang tangannya


" Tenanglah, Ana akan baik -baik saja, bukankah ia sama sepertimu, sama -sama keras dalam berjuang "


Siska tampak sangat rapuh menelpon orang tua Ana " Halo, ibu "


" Iya nak Adit, " terdengar suara ibu Ana

__ADS_1


" Bu, ini Siska bisakah ibu segera kerumah sakit karena Ana akan segera melahirkan "


" Oh iya Nak, ya ampun ini berita bahagia baiklah ibu akan segera kerumah sakit "


Siska menutup telpon ia tak berani mengatakan jika Ana dalam kondisi berbahaya ,Siska yang menganggap Ana lebih dari sekedar teman wajar saja ia sampai menangis tersedu -sedu


Arjuna tau Siska sedang rapuh, sekali ia pun memberikan bahunya kepada Siska


Aditya berdiri lalu menelpon papa ,mananya Dan jugs Oma,


"Pa, cepatlah kemari ajak mama dan oma , Adit takut jika sesuatu terjadi pada Ana "


Aditya meraung -raung dengan suara yang besar sekali


Sampai - sampai Siska ikut terganggu karena suara Aditya yang besar sekali mengoceh


Arjuna pun harus turun tangan menenangkan Aditya


" Kak Aditya, kak.. istighfar Ana itu tidak kenapa -kenapa ia akan baik -baik saja justru kelakuan mu yang seperti ini akan membuat seisi rumah sakit menjadi gila karena tak konsentrasi mengobati Ana, aku mohon tenanglah, kita hidup punya tuhan berdoa sajalah memohon yang terbaik "


Mendengarkan ucapan Arjuna bukannya membuat Aditya tenang justru menjadi bertambah emosi


" Apa kau bilang, aku harus tenang ha!


bagaimana mungkin aku bisa tenang sedangkan kondisi istri dan anakku di dalam aku tidak tau seperti apa, kau itu jika tidak tau rasanya lebih baik diam saja ini rumah sakit milikku aku bebas melakukan apapun kau dengar!! " Aditya menarik baju Arjuna dan siap menghajarnya


Untunglah Arya datang ia langsung melerai perkelahian itu walau sebenarnya ia juga punya dendam dengan Arjuna

__ADS_1


" Dit, hentikan apa yang kau lakukan "


Arya mendorong Arjuna dengan kencang hingga membuat ia hampir terjungkal


Ini kesempatan ku untuk mengerjaimu


hei suami Siska, apa kabar kenapa tidak sampai jatuh saja ah...


Arya bersikap sok baik padahal ia punya maksud terselubung


" Awas Arya, dia itu sok tau sekali, dasar lelaki bodoh "


" Sudah hentikan Dit, dia itu memang bodoh tak perlu kau jelaskan "


Arya melirik kearah Siska dan tersenyum puasa


Arjuna merasa tak enak karena ulahnya memancing emosi Aditya ,ia pun berdiri dan meminta maaf pada Aditya


" Maafkan aku kak Adit aku tak bermaksud menyinggungmu "


Arya langsung menjawab seolah mewakili Aditya


" Sudah tenang saja ,sudah di maafkan sebaiknya kau tunggu di luar saja dulu "


Arya tersenyum puas lalu berbicara kecil


" Aku berharap tadi Aditya langsung menghajarmu saja dungu "

__ADS_1


__ADS_2