
" Kau kenapa ?
Dimas tampak heran melihat Siska yang dari tadi mondar - mandir seperti orang yang sedang cemas
" Siska !!
" Kak Dimas ,
Apa penting aku memberi tau kak Dimas , aku tak yakin Ana lebih bahagia dengan Aditya jika aku memberitahu Dimas maka ia akan cemas , justru akan membuat kakakku ini semakin luka , ditambah lagi ia belum mengetahui jika Ana sedang mengandung anak Aditya
" Kau kenapa cepat ceritakan ,
Dimas menatap Siska dengan menyelidik untung saja Dimas baru pulang ntah dari mana dia baru pulang selarut ini
" Aku hanya mengantuk kak,
Ponsel Siska terjatuh dari tangannya
Dimas mengambil ponsel Siska
Dengan cepat Siska merebutnya dari tangan Dimas . ia takut Dimas membuka ponselnya yang berisi banyak pesan ke ponsel Ana yang tidak terkirim sampai saat ini
Untunglah kak Dimas tidak ada di rumah saat Aditya dan Arya datang kemari tadi maafkan aku kak , aku terpaksa tidak memberi tahumu untuk menjaga hatimu agar lukanya tidak bertambah dalam.
Siska berlari kedalam kamar lalu menutup pintu
.....
Aditya membuka pintu kamar ia melihat Ana sedang tertidur pulas sambil membuka mulutnya dengan baju yang juga terbuka seperti sedang menantang jagoan kecil miliknya
" Dia benar - benar ceroboh sekali tidur dengan posisi seperti itu , untung saja kau bertemu denganku
berterimakasihlah padaku
Aditya mendekat kearah Ana , ia melihat pakaian Ana tersingkap hingga kelihatan bagian perutnya
Aditya menaruh telinganya di atas perut Ana
" Anakku apa kau mendengarku
kau baik - baik saja kan disana
Woy baru dua minggu woy yang suara detak - detak cinta dari hati Ana yang kau dengar itu aku bahkan sedang berjuang untuk menjadi segumpal daging tuan Aditya
" Kau lihat kan perempuan itu , dia masih saja tertidur dengan mulut yang ternganga
benar - benar memalukan sekali kelakuannya
Ana merasakan sesuatu yang berat sedang berada diatas perutnya membuat ia terbangun dari mimpi indahnya
" Hey apa yang sedang kau lakukan diatas perutku ?
Ana berteriak
Aditya menoleh kearah Ana
" Kau diam sajalah jangan terlalu berisik aku hanya ingin mendengarkan apa yang sedang ia lakukan didalam perutmu
Ana merasa heran melihat tingkah Aditya yang semakin hari semakin Aneh saja
Apa dia sudah gila ? bagaimana mungkin ia dapat mendengar suara sedangkan usiw kandunganku baru dua minggu
__ADS_1
Ana menaruh tangannya di kening Aditya
" Kau tidak sedang sakit
Aditya langsung berhenti dan kembali berdiri seolah ia baru menyadari kekonyolan yang ia lakukan pada Ana .
Dia berpikir aku sedang sakit panas , berani sekali dia
" Cepatlah kau mandi , lihat bentukmu itu sudah berantakan , apa yang kau lakukan semalaman di kamar ini malam tadi ha ?
Cepatlah kau mandi lama - lama kau seperti ini membuat niatku bisa berubah kepadamu
" Aku hari ini sudah libur tidak ada ujian dikampus
Ana berbicara dengan sangat manja ia berharap Aditya akan mengiba padanya
" Aku hari ini juga tidak masuk kerja , apa kau mau menemaniku untuk mencari sesuatu
Aditya sedang berencana untuk mengajak Ana berjalan - jalan kerumah mertuanya , ia ingin melihat bagaimana raut wajah Ana kena marah oleh orang tuanya karena sudah mencoba kabur darinya
" kau sudah rapi sekali , apa kita akan pergi berdua saja ?
" Tidak kita akan membawa seluruh pelayan.
Ana terdiam mendengar ucapan dari mulut Aditya
" Sungguh polos dan ***** itu sangat tipis
Cepatlah kau mandi aku menunggumu dibawah
Ana bersiap dengan memakai celana jeans dan baju casual
Aditya kaget melihat body yang tercetak sangat jelas jika Ana menggunakan celana jeans tersebut
Ana merasa sangat sakit mendengar ucapan yang keluar dari bibir Aditya
" Jadi siapa yang cantik
Ana terlihat tidak bersemangat
" Kalau begitu aku tidak jadi pergi ,
" Kau mau ikut atau tidak
Aditya menekankan suaranya
Dengan kesal Ana ikut berjalan dibelakang Aditya
" Ayo naik
Aditya mengendarai motor harley davidson miliknya
Ana melihat tempat duduknya sangat kecil dan sempit sekali
" Bagaimana aku mau duduk ,
" Tentu saja dibelakangku ini kenapa kau malu duduk dibelakangku , hey kau lihat diperutmu itu bukti kalau kau sudah tidak punya malu dihadapanku
Ana memanyunkan bibirnya
karena apa yang dikatakan Aditya itu memang benar hanya saja dia merasa sangat canggung jika harus naik motor berdua dijalanan dan harus dilihat banyak orang
__ADS_1
" Arya mana ?
" Kenapa kau menanyakannya , ingat ya kau tidak boleh menanyakan lelaki lain selain aku
cepat berpeganganlah padaku
Ana masih saja tidak mau memeluk Aditya dengan terpaksa Aditya membawa ngebut motor tersebut lalu mengerem mendadak
" Aditya berhati - hatilah
" Kau mau memelukku atau tidak. atau kau hanya ingin naik motor berduaan dengan Dimas saja
Aditya sengaja mengajak Ana untuk naik motor ,karena ia tanpa sengaja pernah membuntuti Dimas dan Ana yang sedang berboncengan meski Ana tak memeluk Dimas tapi Aditya melihat mereka berdua sangat mesra mengobrol diatas motor tersebut , seperti janjinya ia akan mengeluarkan secara paksa siapapun yang berada dalam hati Ana
" Dari mana kau tau jika aku pernah naik motor bersama Dimas , Tanya Ana heran
Aduh kacau kenapa kau ceroboh sekali Aditya bagaimana jika Ana tau kau pernah membuntutinya dan Dimas malam itu sampai kerestoran
" Aku menebaknya saja , jadi betul ya
Aditya pura - pura membalikkan pertanyaan kembali
" Tidak penting
Aditya melajukan motornya mau tidak mau Ana harus memeluknya meski tidak munafik perasaan Ana sebenarnya sangatlah nyaman dan senang saat bisa memeluk Aditya
Rasanya senyaman ini memeluknya aku bahkan sangat egois ingin memilikimu seutuhnya masa bodoh dengan Amanda
Ana meletakkan kepalanya dipunggung Aditya
" Nyaman kan ,
Sudah kukatakan kau akan menyukainya
" Kau ini cerewet sekali , sebenarnya kita mau kemana sepagi ini
Aditya tidak menjawab pertanyaan Ana ia merasa sangat senang melihat Ana memeluknya
.
Mereka berhenti dilampu merah
Rupanya Dimas juga berhenti dilampu merah yang sama enatah dari mana ia sepagi ini menggunakan motor ninja miliknya dan memakai jaket kulit berwarna coklat muda itu
Dimas tak sengaja menoleh kesamping
ia melihat Ana sedang memeluk Aditya dengan mesra diatas motor yang dikendarai oleh Aditya
Rasa sakit masih tampak tertancap jelas dari mata Dimas
Ana dan Aditya tak menyadari kehadiran Dimas didekat mereka
bayangkan saja perempuan yang selalu ia bela saat pertama masuk kuliah ternyata Ada dihadapannya memeluk laki - laki yang merupakan sahabat baiknya
memang Aditya adalah suaminya tetapi bukankah Aditya dari awal tidak mencintainya
Sebuah mobil melaju dengan cepat menerobos lampu merah hingga tak sengaja menyenggol Dimas yang dari tadi hanya memandang kearah Ana
Semua orang terkejut melihat kearah motor yang terjatuh termasuk Ana dan Aditya
Helm Dimas terlepas dari kepalanya
__ADS_1
Ana menoleh kearah suara tersebut
" Kak Dimas , Ana langsung berteriak dan turun dari motor