
Aditya langsung membuang mukanya karena ia masih merasa tidak resfect sama sekali dengan Dimas
" Jika kau terus - terusan bersikap seperti itu dengan Dimas maka jangan harap semua masalah ini akan cepat berakhir, dan satu hal lagi Dit, kau harus tau kau lah sumber masalah yang menyebabkan Dimas mencintai Ana, itu salahmu yang merahasiakan pernikahanmu sejak awal "
Arya berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut karena begitu kesal dengan sikap Aditya yang tak dewasa sama sekali dalam bersikap, memang benar ia kecewa sekali dengan sikap Dimas padanya tapi tak semestinya juga Aditya terus - terusan marah dengan Dimas, dia juga manusia biasa punya hati dan berhak mencintai siapapun
Arya dan Aditya tak menyadari jika Dimas sudah berdiri sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua, karena ia sejak pulang dari restoran langsung menuju rumah Rima dan membuntutinya
Dimas kembali terkejut mendengar pembelaan Arya untuknya, lagi - lagi rasa bersalah itu muncul kembali dan semakin kuat kali ini, rasa sesal Dimas memisahkan cinta Arya dan Siska membuat ia harus kembali mengantukkan kepalanya ke dinding " Hmmm apa hukuman yang pantas untuk orang yang telah menyakiti kita, berikan ia kebaikan lalu buat ia merasa bersalah seumur hidup, itu merupakan hukuman terbaik yang untuk mereka yang telah sengaja menyakiti "
" Aku sungguh tak pantas mendapatkan pembelaan darimu Arya "
Dimas tampak malu sekali menampakkan mukanya di hadapan Arya
Aditya yang hendak menyusul Arya keluar pun langsung terkejut ketika melihat Dimas telah berdiri di luar ruangan dengan mengantukkan kepalanya di dinding
__ADS_1
" Dimas, kau..... " Aditya tampak sangat kaku dan merasa tidak enak karena melihat Dimas berada di tempat itu
"Iya aku baru datang " Dimas berusaha berbohong tapi Aditya tau jika Dimas tak bisa berbohong padanya
" Kau mendengarkan semuanya kan " Aditya tampak sinis sekali, lalu ia bergantian memukul tembok hingga tangannya berdarah
Brukkk
Brukkk
Aditya langsung memeluk Dimas " Dimas maafkan aku atas perasaan mu, Arya betul aku yang memulai semua ini , aku yang telah membuat hati mu sakit "
" Bukan kau, aku yang salah seharusnya aku sadar dari awal , aku yang salah mencintai perempuan yang sudah menjadi istri orang "
Arya yang berjalan kembali ntah dari mana, langsung terkejut melihat Aditya dan Dimas yang saling berpelukan meski tampak tangan Aditya terluka
__ADS_1
" Wah ada pertunjukan apa ini, apa aku bermimpi " Arya mengucek matanya
"Kau sendiri kemana,setelah memarahiku kau meninggalkanku, sudah hebat sekali rupanya Pak Arya ini "
Arya menggaruk kepalanya " Apa lah kau Aditya apa aku harus izin dulu denganmu untuk buang air besar "
Dimas kembali tersenyum meski ia merasa sungguh sangat bersalah pada Arya ia memeluk Arya " Kau yang terbaik "
"Aduh.. aduh apa lagi ini kenapa kalian berdua seperti lebaranan saja maaf - maaffan begini "
" Meminta maaf itu tidak harus ada momen, setiap kali kita melakukan kesalahan kepada siapapun kita harus meminta maaf, memangnya malaikan meminta izin dulu sebelum mencabut nyawa kita, nggak kan "
Arya kembali bertepuk tangan dan berteriak
" Uisssss calon bapak baru di tinggal sebentar untuk buang hajat, pikirannya langsung clean, bukan main, anda luar biasa pak Adit " Arya membalas Aditya
__ADS_1
Dengan kedua tangan Adit dan Dimas menutup mulut Arya " Kecilkan suaramu, nanti ketahuan kita di sini "