
Arya mengangkat telponnya dan mendloudspeaker ponselnya , Siska yang dari tadi berdiri di belakang rak langsung keluar mendekati mereka bertiga lalu memegang tangan Rima
" Aku sudah memegang tanganmu sekarang jadi kau tak bisa kabur seenaknya ,Rima "
Rima terdiam saja tak bersuara
" Bagus Siska aku suka caramu "
Arya dan Siska nampak kompak sekali , Sedangkan Dimas sama sekali tak bersuara
ia memilih Diam
" Kau dengar baik -baik Rima ini dari kantor polisi ,kau dengar sekarang ! "
"Selamat pagi menjelang siang pak Arya, saya ingin memberi tahu anda , jika hasil penyelidikan kejadian yang terjadi di rumah Tuan Aditya adalah murni kelalain pihak acara, tidak di temukan adanya tanda -tanda sabotase, mengenai kamera yang berada di kamar Nona Ana , tidak ada sama sekali unsur kejahatan, kami sudah bertanya kepada pihak rumah sakit , yang menaruhnya adalah seorang perempuan ,dan ia juga berpesan jika kamera itu agar bisa mengawasi Nona Ana selama di rumah sakit , dari rumahnya karena ia tak boleh pulang larut malam "
Jleb...
Suasana berubah menjadi tegang,
" Halo Tuan Arya, apa kau masih berada di sana "
" Iya,, masih Pak ... "
Polisi itu terus menjelaskan ,Wajah Arya ,Dimas dan Siska langsung berubah tak karuan ,rasa menyesal pasti ,karena mereka telah suudzon terhadap Rima
" Baiklah Tuan, detektif suruhan anda pun telah memberi laporan jika Nona Rima sama sekali tak terlibat, orang tua nya yang laki -laki sedang sakit keras, sedangkan ia memang benar adik kandung Nona Marisa hanya saja Nona Rima lebih memilih untuk mengurusi dan merawat Orang tua angkatnya yang juga mantan pembantu keluarga Nona Marisa"
Rima berdiri dan melepaskan genggaman tangan Siska
" Sekarang sudah jelas kan, aku harus pergi karena orang tua ku sedang membutuhkan aku , Permisi "
Dari dalam telpon terdengar suara polisi yang masih saja memanggil Arya " Halo Tuan Arya, jika kau ingin lebih jelas silahkan saja datang kemari "
" Baik pak , terimakasih penjelasannya " Arya menutup telpon , wajahnya kaku sama seperti Siska
Dimas yang dari tadi tampak galau langsung berdiri " Sial !!! " Ia langsung berlari mengejar Rima
Arya dan Siska saling berpandangan
" Benar -benar kita sudah menuduh orang, dan
itu semua karena kamu Kak Arya , tidak jelas memberikan informasi " Siska pun berlari menyusul Dimas tinggallah Arya seorang diri di dalam perpustakaan
" Aduh apa yang akan aku katakan pada Aditya dan Ana mereka pasti akan sangat marah padaku , ya ampun " Arya tampak cemas
__ADS_1
Di luar perpustakaan
Dimas berlari dan menarik tangan Rima
" Rima tunggu dulu "
Dimas berdiri dan mengembangkan tangannya di hadapan Rima ia menghadang Rima yang ingin lewat , Siska yang menyusul keluar ruangan terkejut melihat pemandangan seperti itu di hadapannya ,
" Kak Dimas ??? apa yang sedang ja lakukan dengan Rima,atau jangan -jangan ia memang ....."
" Berhenti dengarkan aku dulu, aku mohon "
Rima tak bersuara ia berusaha melewati Dimas yang masih saja menghadangnya
" Aku mohon ,aku minta maaf padamu "
Dimas duduk dan melipat tangannya di hadapan Rima
Siska yang melihat seakan tak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya,
" Astaga Kak Dimas, apa yang ia lakukan, waduh aku tak menyangka jika akhirnya ia ... "
Siska menutup mulutnya
" Rima aku mohon maafkan lah aku "
" Aku tak perduli aku hanya memohon agar kau bisa memaafkan aku , itu saja "
Dimas masih berlutut dengan melipat kedua tangannya
Rima yang terdesak pun akhirnya membuka suaranya " Apa untungnya maaf dari ku kak Dimas , kalian orang kaya tidak butuh maaf dari aku , aku ini apa lah bahkan jujur pun aku tetap salah, aku tak apa kak Dimas, aku sudah biasa menghadapi ini dari kecil, di buang dari keluarga karena rupa ku yang tak sama dengan mereka, berjuang keras untuk kedua orang tua baruku, yang menyayangiku melebihi orang tua kandungku,
Hanya karena aku tak secantik kakakku,
dituduh dan di fitnah ingin mencelakai teman baikku, tak apa Kak Dimas kalian orang berada memang selalu benar, tak ada yang harus meminta maaf dan tidak ada yang harus memaafkan , hanya aku saja yang salah, seharusnya dari awal aku sudah tau jika aku memang tak pantas untuk duduk bersama lingkaran pergaulan orang-orang kaya "
Rima menerobos pergi dengan cepat
Dimas kembali mengejar , tapi Rima menghilang dengan cepat "Kemana dia ... "
Siska mendekati kakaknya "Kau kenapa Kak Dimas aneh sekali sikapmu padanya , aku jadi curiga " Siska melipat kedua tangannya
" Aneh bagaimana aku hanya kasihan padanya ,apa kau tak melihat jika kita sudah memfitnah nya "
" Iya aku tau, tapi kau sungguh aneh sekali,
__ADS_1
Kak Dimas, aku hanya ingin memperingatkanmu jika dari.rasa iba akan berubah menjadi rasa suka, hati -hati "
Siska buru -buru pulang ia berencana untuk mampir kerumah Ana untuk melihat Bian kecil, tentu saja di temani oleh Arjuna pastinya
Sedangkan Arya ia barusan telah menelpon Aditya ,sudah di tebak ia habis kena marah oleh Ana dan Aditya
Arya tampak tak bersemangat
Melihat Dimas yang sudah meninggalkan parkiran ,tak tau ntah kemana
Rima yang masih bersembunyi ternyata di tarik oleh pak kumis yang juga kekasih mami Siska " Kau sudah aman nak, sekarang pergilah "
" Terimakasih pak kumis anda baik sekali "
Pak kumis mengagguk ia sangat iba melihat Rima
Rima berdiri dan hendak pergi keluar lalu pak kumis memanggilnya
" Nak..."
"Iya Pak..."
" Jangan berkecil hati dengan dunia ini, kau tak perlu menangisi apa yang telah terjadi percayalah , Tuhan memberikan kita cobaan pasti ada tujuan yang baik untuk hambanya, kau jangan khawatir percayalah " Pak kumis tersenyum lalu ia mengangkat jempolnya
Rima menunduk tanda mengerti ia memastikan Arya ,Siska dan Dimas tidak ada lagi di parkiran
.....
Dirumah Aditya
Ana menangis tersedu -sedu saat Arya datang
" Kalian memang jahat, kalian tak tau jika Rima itu memang baik bagiku, kalian tega sekali padanya " Ana menangis terus membuat Aditya semakin panik saja
" Sayang tenang saja kau jangan bersedih, karena sebentar lagi Arya pasti akan berhasil membawa Rima kembali kemari jangan khawatir "
Arya terdiam mendengar Aditya menyebut namanya
Astaga Dit, aku tak berani menemui gadis itu karena aku telah menuduhnya yang bukan - bukan dan benar saja aku sangat ketakutan sekarang
"Arya apa kau dengar ! " Aditya terdengar membentak tapi sambil mengedipkan matanya
"Iya aku dengar "
" Ya sudah sekarang bawa Rima kemari, kalau tidak kau tak usah pulang sekalian "
__ADS_1
Ana membentak kembali karena sangat kesal dengan tingkah Arya yang menuduh Rima seperti itu