Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Pemuja rahasia


__ADS_3

Pagi hari Rai sudah bersiap dengan kemeja kerjanya menunju meja makan untuk sarapan.


" Di makan sayang," Dira menydokan nasi serta lauk ke piring makan Rai.


"Heeemmm," sahut Rai dengan wajah yang tampak di tekuk.


" Kenapa kamu pagi pagi wajah mu kusut begitu seperti cucian kotor" ledek papa Rai sambil mengunyah makanan.


Rai hanya terdiam dengan wajah masih di tekuk.


" Sudah punya anak itu enggak boleh ngambek, kapan dewasa nya kamu," timpal mama Rai yang tampak geli melihat putra nya yang seperti ngambek padanya karena kejadian semalam yang melarang nya tidur dengan Dira.


" Sudah, aku sudah selesai sarapan," sahut Rai yang bergegas meninggalkan meja makanya.


" Dasar bocah tengik masih saja seperti abg tingkah nya padahal sudah punya anak." cletuk papa Rai yang tampak gemas dengan tingkah putranya.


Rai bergegas ke kamar mengambil tas kantor nya. Tak lama Dira menyusul ke kamar.


" Sayang." ucapnya saat menghampiri Rai.


" Iya,"


" Kok pagi-pagi cemberut gitu? " goda Dira sambil memegang dagu Rai.


" Sudah, aku mau berangkat." ketus Rai.


Dira tersenyum dan melingkarkan tangan nya di leher Rai lalu mencium bibirnya. Rai sedikit terkejut sesaat sampai dia menikmati ciuman Dira untuk sejenak.


" Benar-benar istri yang pengertian," ucap Rai tersenyum saat Dira melepaskan ciuman nya.


" Aku tau kok apa yang di inginkan suami mesum ku," ledek Dira.


" Oya? baguslah, kalau begitu nanti malam aku minta jatah ya," jawab Rai antusias.


" Sayang, kita enggak boleh berhubungan badan dulu,"

__ADS_1


" Tidak berhubungan badan, pakai cara menual saja, pokoknya kita bergerak ya sebelum mama datang," bujuk Rai.


Dira mengerutkan kening nya " cara manual bagaimana maksudnya?" tanya nya dengan ekspresi bingung.


" Sudah, nanti malam saja aku jelaskan." Rai mencium kening Dira lalu menghampiri bayinya yang masih tertidur di kasur dan mencium kening nya juga.


" Aku pergi dulu ya. " pamitnya yang langsung keluar kamar dan bergegas pergi ke kantor pagi itu.


***


Tak lama setelah Rai pergi bayi nya terbangun. Dira bergegas memberinya asi lalu keluar rumah dan berjalan jalan di halaman rumah Rai seraya menyiram tanaman sambil menggendong bayinya.


" Dira," terdengar suara pria dari belakang nya.


Dira menoleh dan tampak terkejut dengan pria yang di lihat nya.


.


"Dimas? kenapa kamu kesini? "


Dimas tersenyum" Boleh aku bicara dengan mu sebentar?"


" itu bayi mu? " tanya nya sambil melirik bayi yang di gendong Dira.


Dira tersenyum" iya, ini bayi ku,"


" Boleh aku menggendong nya? " pinta Dimas.


Dira menyerahkan bayinya pada Dimas.


Dimas tersenyum sambil menatap lekat bayi mungil itu" Dia benar-benar mirip pria nakal itu," ledek Dimas saat melihat wajah bayi tersebut sangatlah mirip dengan Rai.


Dira tertawa " iya memang mirip," sahut nya.


"Mungkin ini terakhir kalinya aku melihat mu, besok aku akan pergi ke Australia," ucap Dimas dengan wajah yang tampak serius.

__ADS_1


Dira mengerutkan kening nya " ke Australia? untuk apa?"


"Dulu aku memang kuliah di sana, dan sekarang aku ingin menetap di sana," jawab nya.


" Apa karena ingin menghindari ku? " tanya Dira menerka nerka.


" iya," sahut Dimas seraya menyerahkan bayi tersebut kembali ke gendongan Dira.


"Kenapa harus seperti itu? "


Dimas tersenyum" Aku ingin memulai hidup baru, terima kasih ya sudah membuat aku menyukai mu, semoga kelak aku bisa mendapatkan wanita seperti mu," harap Dimas.


"Banyak yang lebih sempurna dari ku, aku yakin kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih dari ku, kamu baik, tampan dan mapan, aku rasa itu sudah paket lengkap," goda Dira sambil tersenyum.


Dimas tertawa " aku mau mengembalikan ini," Dimas memberikan kotak kecil yang sedari tadi di bawanya.


" Apa ini? " Dira mengerutkan kening nya.


" Buka saja."


Dira perlahan membuka kotak kayu kecil berwarna coklat tersebut.


" ini? " ucap nya yang tampak terkejut melihat beberapa lembar foto nya di dalam kotak tersebut.


" iya, aku sering memotret mu diam diam," sahut Dimas.


Dira memperhatikan fotonya yang tampak di dalam kantor dalam berbagai kegiatan. Dan menoleh ke arah Dimas dengan wajah sedih.


" Aku sangat menyukai mu, tapi sekarang tidak lagi, jadi aku rasa foto foto itu harus aku kembalikan pada pemilik nya," jelas Dimas.


Dira hanya terdiam dan tidak menyangka kalau selama ini Dimas sangat menyukai nya sampai berbuat seperti ini.


" Sudahlah, semoga kamu selalu bahagia ya, aku pergi dulu." pamit Dimas yang langsung bergegas meninggalkan Dira yang masih diam mematung.


Dira kembali masuk ke kamar nya dan kembali melihat foto foto nya yang di berikan Dimas.

__ADS_1


" Dia seperti pemuja rahasia saja, aku jadi merasa tidak enak hati." gumam Dira yang bergegas menaruh kotak kecil itu di dalam laci lemari nya.


Guys . . tolong bantu vote yak . . ❤️❤️


__ADS_2