
Rayyan kembali ke rumahnya dengan perasaan gusar. Dia tetap mencoba menghubungi Reska tapi tak juga ada Respon. Sampai setelah cukup lama handphone bergetar terlihat pesan Reska yang baru masuk dan Rayyan bergegas membukanya.
Maaf tadi ada urusan jadi enggak bisa temui loe.
Tulis Reska di pesan tersebut.
"Gitu doang? kayaknya dia benar-benar enggak ingin dekat sama gue lagi." batin Rayyan yang sudah sangat merasa kecewa.
Selama beberapa hari Rayyan benar-benar mencoba untuk tidak menghubungi dan menganggu Reska.
***
"Tugas gue mana nih??" gumam Rayka yang memeriksa tugas kuliah yang sudah di kerjakannya tidak ada.
"Wah.. kayanya masih di si Reska nih." batinya yang langsung mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Reska.
"Halo, kenapa?" terdengar suara Reska di balik telepon.
"Res, tugas kuliah gue kayaknya masih nyangkut di loe deh,"
Reska menepuk jidat."Ya ampun, gue lupa.." ucapnya.
"Yaudah mana sini?" pinta Rayka.
"Loe ambil deh di rumah gue, ada di kamar gue di meja dekat ranjang, ambil aja di kamar gue.. ada pembantu gue, masuk aja enggak ada barang berharga kok."
"Aduh enggak deh, loe lagi di mana sih?"
"Gue lagi di luar enggak tau pulangnya masih lama atau enggak, loe ambil aja sendiri." ucap Reska yang langsung menutup teleponya.
"Astaga.. udah minjem, nyusahin lagi." gerutu Rayka yang langsung keluar dari kamarnya.
Saat menuruni tangga Rayka melihat Rayyan yang sedang berbaring santai di sofa sambil memainkan handphonenya.
"Kak, loe lagi nganggur enggak?" tanya Rayka yang menghampiri Rayyan.
__ADS_1
Rayyan menoleh."Kalau lagi nanggur kenapa emangnya?"
"Temenin gue dong ke rumah si Reska ambil tugas, dia lagi enggak ada di rumah, enggak enak gue masuk ke kamarnya sendiri." jelas Rayka.
Rayyan berfikir sejenak.
"Yaudah deh, gue mau keluar juga." Rayyan beranjak dari sofa, mengambil kunci mobil dan bergegas ke rumah Reska bersama Rayka.
Tak lama mereka sampai di rumah Reska. Mereka mengetuk pintu terlihat seorang pembantu yang membuka pintu. Rayka meminta ijin untuk menuju kamar Reska bersama Rayyan.
Mereka pun menuju kamar Reska terlihat kamar wanita yang tampak cantik dan rapih. Rayka memutar pandangannya mencari tugas kuliahnya sedangkan Rayyan tampak melihat beberapa tumpukan buku di meja. Sampai matanya tertuju pada sebuah buku yang tetrempel foto Reska , Rayyan, Rayka, Elang dan Devan yang masih mengenakan seragam SMA.
Rayyan tersenyum dan membuka buku tersebut. Di lihat nya beberapa tulisan tangan Reska di buku tersebut. Rayyan memicingkan matanya melihat beberapa catatan yang sungguh membuatnya kaget bukan kepalang.
"Kak, yuk pulang." ajak Rayka yang sudah menemukan tugas kuliahnya.
Rayyan menggeleng dengan mata yang tetap fokus pada buku catatan tersebut.
"Loe balik duluan aja."
"Lah loe ngapain di sini?" tanyanya bingung.
"Oh yaudah, sini kunci mobil loe." Rayyan melemparkan kunci mobil pada Rayka dan keluar dari kamar Reska.
Rayyan duduk di ranjang dan membaca dengan perlahan tulisan tulisan tersebut yang begitu banyak tertulis namanya di sana. Dan sangat jelas tertulis di sana Reska sudah lama mencintai Rayyan.
"Astaga.. ternyata selama ini Reska suka sama gue?" ucapnya tidak percaya.
"Dia sangat kecewa dengan ucapan gue yang menganggapnyw adik? ya ampun.. kenapa gue enggak pernah peka, bodoh banget." Rayyan merutuki dirinya sendiri.
***
Sore hari Reska kembali ke rumahnya dan bergegas menuju kamarnya.
"Rayyan? ngapain loe di sini?" ucapnya yang sangat terkejut melihat Rayyan yang ada di kamar dan sudah lama menunggunya.
__ADS_1
Rayyan beranjak dari duduknya."Gue antar Rayka ambil tugas."
"Oh, terus mana Rayka?" memutar bola matanya mencari keberadaan Rayka.
"Udah pulang." Rayyan berjalan mendekat ke arah Reska.
"Oh.. terus kenapa loe masih di sini?" tanyanya gugup memundurkan perlahan langkah kakinya.
"Ini apa?" Rayyan menunjukkan buku catatan Reska yang sedari tadi di pegangnya.
Reska kaget bukan kepalang melihat buku tersebut sudah di tangan Rayyan.
"Kembalikan." pinta Reska yang hendak mengambil buku catatan tersebut namun Rayyan mengangkat tinggi tangannya.
"Gue udah tau semuanya." ucapnya menatap tajam Reska .
"Itu enggak benar, itu cuma catatan lama." Reska berkelit.
"Catata lama? tapi tanggal di sini baru kemarin loe tulis?!" Rayyan tersenyum tipis mendengar ucapan gadis itu.
Reska hanya terdiam.
"Rayyan, mending loe keluar dari kamar gue, bentar lagi orang tua gue pulang pasti mereka akan mikir yang macam macam kalau loe masih di sini." ucap Reska yang berusaha mengalihkan pembicaraan .
Rayyan tersenyum dan mendorong Reska ke dinding, mengunci tubuh mungil itu dengan tubuh kekarnya.
"Biarkan saja mereka berfikir yang macam macam, dan kita menikah." godanya.
"Maksud loe apaan sih?" wajah Reska merah padam mendengar ucapan pria di hadapannya itu.
"Gue cinta sama loe." Rayyan menatap lekat binar mata gadis cantik itu.
"Apa??"
Hayo.. penasaran yak.. vote dulu yak.. semakin banyak vote semakin cepat aku up nya.. ❤️❤️❤️
__ADS_1
Novel sebelah nanti siang aku up yak.. ❤️❤️
Oia mampir yuk ke ig aku supaya lebih akrab @sheuchull.. terima kasih.. ❤️❤️❤️❤️