Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Candu


__ADS_3

Warning! episode ini sedikit mengandung adegan dewasa walaupun tidak detail, harap berfikir dahulu sebelum membaca dari pada berakhir dengan kata khilaf πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Menjelang subuh Sabrina mulai membuka matanya yang tengah tertidur di pelukan Nanda. tangan kekar suaminya terus melingkar di pinggangnya sepanjang malam itu.


"Kak, sholat subuh dulu yu." ajak gadis itu seraya memegang lembut tangan Nanda yang masih memeluknya.


Nanda perlahan membuka matanya dan kembali mencium punggung istrinya, membuat gadis itu sedikit merasa geli di buatnya.


"Sholat dulu yu." ajak gadis itu kembali.


"Oh iya." Nanda melepaskan pelukannya


Gadis itu menoleh ke arahnya "Aku mandi dulu ya."


Nanda tersenyum dan mengangguk.


Di dalam kamar mandi Sabrina terus memendagi tubuh dan wajahnya di cermin, di lihat nya sisi lehernya yang penuh dengan tanda merah yang di buat Nanda. Gadis itu tersenyum tipis mengingat kembali pengalaman pertamanya.


Setelah mandi hadast mereka ber dua pun melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat Nanda kembali memeluk erat tubuh sang istri.


"Masih sakit ya?" bisik Nanda.


"Sedikit." jawabnya pelan.


"Aku mau lagi, boleh?"


Sabrina pun mengangguk pelan. tangan Nanda mulai meraba dada gadis itu, membuat gadis itu melenguh di buatnya. Nanda membalikkan tubuh gadis itu dia tersenyum melihat wajah Sabrina yang masih tampak malu. Nanda pun mulai kembali meraba tengkuk sang istri dan Β tangan sebelahnya bermain di area sensitif sang istri membuat gadis itu semakin terlihat gelisah, perlahan Nanda kembali melakukan penyatuan itu, Sabrina tampak mendaesah tapi sedikit di tahannya dengan menempelkan tangan di bibirnya membuat Nanda semakin bernafsu di buatnya nafasnya semakin memburu dan panas saat dirinya sampai di puncak permainan membuat tubuhnya tumbang di pelukan gadis itu.


"Makasih ya, enak sayang?" tanyanya.


Gadis itu hanya mengangguk pelan dan tersenyum. mereka pun kembali tertidur sampai pagi. Saat pagi Sabrina kembali membuka matanya, di lihatnya jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.00. Sabrina hendak turun dari ranjang seraya melepaskan pelukan Nanda.


"Mau mandi?" tanya Nanda.

__ADS_1


"Iya."


"Aku mau lagi, boleh?" pintanya.


"Hah lagi?" ucapnya kaget.


Nanda mengangguk.


Sabrina pun yang pasrah saat Nanda mencium bibirnya, menjamah tubuhnya dan kembali menuntaskan hasratnya. Selesai mandi mereka pun sarapan bersama keluarga mereka di restoran hotel tersebut.


Tiga hari kemudian Nanda mengajak Sabrina menuju rumah baru yang telah di persiapkannya. Nanda menutup mata gadis itu dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.


"Buka mata kamu."


Sabrina perlahan membuka matanya dan tampak terkesima dengan rumah yang di belikan Nanda untuknya.


"Besar banget kak?" ucapnya saat melihat rumah yang tampak besar.


"Memangnya kenapa kalau besar?" Nanda balik bertanya.


"Ya nanti kan akan ada bayi, jadi enggak akan berdua lagi." sahutnya seraya mengusap lembut perut sang istri.


"Tapi aku kan belum hamil? "


" Aku akan membuat mu hamil." sahut Nanda sambil tersenyum yang membuat gadis itu tampak malu.


"Tapi Nanti kalau punya anak jangan kaya anaknya si Rai ya." sambung Nanda.


Sabrina mengerutkan keningnya "Kenapa memangnya Rayyan ganteng, aku suka." sahut Sabrina yang memang selalu gemas dengan Rayyan.


"Nakal banget, amit amit deh."


Sabrina tertawamendengarnya.

__ADS_1


"Anak anak kan wajar kak kalau nakal."


"Nakalnya dia udah enggak wajar."


Sabrina pun kembali tertawa. Sampai handphone Nanda tiba-tiba berbunyi, tertera nama Rai di handphonenya.


"Nih bapaknya yang nakal telepon, bentar ya aku angkat dulu." Nanda segera mengangkat teleponnya.


"Halo penganten baru, sibuk banget loe gue telepon enggak di angkat terus." ucap Rai jengkel saat mencoba menelepon Nanda tapi Nanda selalu tak mengangkatnya.


"Loe telepon malam sama pagi terus, tau aja jadwal gue, niat ngerjain emang loe." umpat Nanda.


Rai tertawa "Iya emang sengaja sih." sahutnya jahil.


"Sialan loe, ngapain sih telepon?" gerutu Nanda.


"Minggu besok kita ke cafe, udah beres cafe nya." ucap Rai tentang projeck bersama teman temannya itu.


"Oh, yaudah deh."


"Ok." Rai bergegas menutup teleponnya.


"Kenapa kak?" tanya Sabrina yang masih berdiri di sampingnya.


"Oh ini aku ada projeck buat cafe sama teman teman aku, minggu besok udah beres katanya jadi kita di suruh ke sana." jelas Nanda.


Sabrina mengerutkan keningnya " Cafe?"


"Iya, namanya cafenya tongkrongan error, lucu ya?" ucap Nanda sambil tertawa.


"Lucu apanya? aneh kak." Sabrina memasang wajah heran.


"Iya yang buatnya orang aneh semua sih." Nanda kembali tertawa, Sabrina hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Thor adegan dewasanya kurang greget.. 😏 Iya maaf ya masih terikat sama peraturan kontrak MT soalnya jadi enggak boleh terlalu detail πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2