
Dira mencoba menghampiri Rai yang sedang duduk di ranjang dengan wajah yang masih terlihat emosi.
"Sampai kapan sih kamu kaya gini? " ucap Dira yang sudah duduk di samping Rai.
"Kaya gini apa nya? " Rai berbalik bertanya sambil menoleh ke arah Dira.
"Menghabiskan waktu mu di klub malam, bersama teman-teman mu yang yang tidak baik itu,"
Rai memicingkan mata nya dan menatap Dira dengan emosi " apa maksud mu? teman teman ku tidak baik?"
"Iya memang tidak baik, dari sekolah teman teman mu itu tidak ada prestasi nya.. kalian hanya membuat ulah dan lebih banyak senang senang kan? " Dira mencoba mengutaran perasaan nya yang memang tidak menyukai teman teman Rai
"Oh.. jadi orang yang baik itu, orang yang berprestasi dan sering membaca buku seperti kamu, begitu? " Rai semakin emosi karena teman teman nya di peemasalahkan.
"Bukan begitu, kalau mereka baik pasti mereka akan nembawa kamu ke arah yang lebih baik.. bukan terus menemani kamu di klub malam " Dira mencoba menjelaskan dan melihat Rai yang tampak semakin emosi pada nya.
"Kamu tidak tau apa apa tentang teman temanku.. dan aku tegaskan ke kamu Dira, pernikahan kita hanya sebatas tuntutan orang tua, jadi kamu enggak berhak mencampuri urusan ku, mengerti kamu! " ucap Rai yang langsung meninggalkan Dira ke kamar mandi.
Entah kenapa perkataan Rai terasa begitu menusuk untuk nya, Dira semakin sadar kalau Rai memang tidak mencintai nya, pernikahan mereka memang hanya sebatas tuntutan orang tua.. Dira pun menghela nafas dan mencoba memejamkan mata nya di tempat tidur.
***
Pagi hari Rai dan dira bersiap mempacking barang barang mereka karena hari ini mereka akan pindah ke rumah baru yang sudah di siapkan papa Rai. Setelah selesai Rai dan Dira dan keluarga mereka pun bersama sama menuju rumah baru tersebut, mereka mulai memasuki rumah tersebut yang tampak bagus dan besar untuk dua orang penghuni..
"Ini enggak kebesaran pah? Dira kan cuma tinggal sama Rai? " tanya Dira pada papa Rai sudah duduk di sofa.
"Tidak apa apa, kamu juga bisa mencari pembantu dan satpam, kamu akan tetap berkerja dira? " tanya papa Rai pada menantu nya itu yang memang masih berstatus karyawan di salah satu perusahaan besar di Jakarta.
" Iya pah.. Dira masih ingin kerja, boleh kah kan? " Dira mencoba meminta persetujuan mertua nya itu.
"Boleh kok sayang, tapi nanti kalau sudah hamil berhenti saja ya," sahut mama Rai yang memang sudah tidak sabar menunggu menantu nya itu hamil..
"Iya benar itu sayang, " timpal mama Fira.
Dira pun hanya menganguk sambil mencoba tersenyum.. setelah berbincang bincang keluarga mereka pun pamit dan meninggalkan Rai dan Dira di rumah baru tersebut. Sampai malam hari Dira dan Rai masih sibuk merapihkan rumah mereka.. tiba-tiba saja Rai mengambil jaket nya.
"Kamu mau pergi? " tanya Dira yang melihat Rai keluar kamar.
__ADS_1
" Iya," jawab *** singkat dan terlihat masih marah pada nya Dira hanya terdiam melihat Rai pergi.. dan tidak ingin melarang nya karena tidak mau lagi mencampuri urusan nya .
***
Pagi hari Dira mulai membuka matanya dan melihat Rai yang sudah tidur di samping nya. Dira bergegas mandi dan membuat sarapan pagi itu. Rai mulai keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih karena ini hari pertama nya berkerja di perusahaan papa nya.
"Di makan dulu Rai sarapan nya, " ucap Dira yang sudah menyiapkan makanan di meja makan.
"Enggak usah lah, aku buru buru, kamu mau pergi bareng enggak? " tanya Rai melihat dira sudah rapih dengan pakaian kerja nya
"Enggak usah, aku mau sarapan dulu.. aku naik taxy saja, "
"Oh.. yaudah, " sahut Rai yang langsung bergegas meninggalkan Dira keluar rumah.
Dira menghela nafas dan mulai menyantap makanannya.. lalu bergegas pergi ke kantor nya pagi itu.
Sore hari Rai keluar dari kantor nya.
" Jemput enggak ya? kasihan juga dia harus naik taxy.. jemput aja lah, " gumam Rai yang hendak menjemput Dira di kantor nya.
"Dira.. " panggil seorang pria saat Dira sedang berdiri di depan kantor menunggu taxy.
"Kamu lagi nunggu jemputan? "
"Oh.. aku lagi nunggu taxy, "
"Taxy? memang nya suami kamu enggak jemput? " tanya Dimas dengan raut wajah yang heran mengingat dimas tau Dira baru saja menikah.
Dira hanya terdiam dengan raut wajah yang risau.
"Emm.. yaudah kalau gitu kamu pulang sama aku aja gimana? lagian juga mendung nih kayanya mau hujan, " ucap Dimas yang seolah mengerti Dira tidak ingin menjawab pertanyaan nya barusan.
Dira hanya menganguk sambil tersenyum.. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka dari dalam mobil.
"teeeetttt... tteeeeett" terdengar suara klakson yang cukup keras hingga membuat mereka ber dua kaget.. Dira mencoba menoleh ke arah klakson tersebut.
"Rai? " Dira memicingkan matanya dan melihat Rai di dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Tak lama Rai pun ke luar dari mobil dan menghampiri mereka ber dua.
"Kamu enggak mau pulang? " ucap Rai dengan nada dingin.
"Oh.. i.. iya ini baru mau pulang," sahut Dira sedikit gugup karena tidak menyangka Rai akan menjemput nya sore ini
"Ini suami kamu Dira? " tanya Dimas sambil menatap Rai.
"Iya ini suami aku, rainan," Dira mencoba mengenalkan Rai pada Dimas.
"Oh.. kenalin gue dimas, teman kerja Dira, " Dimas mencoba mengulurkan tangan nya pada Rai.
"Udah cepat pulang, udah mau hujan, " ucap Rai yang berlalu pergi tanpa memperdulikan uluran tangan Dimas.
"Dim.. aku pulang dulu ya," pamit Dira yang merasa tidak enak pada Dimas.
Dira bergegas masuk ke mobil Rai sepanjang perjalanan Rai hanya terdiam dengan tatapan yang dingin. Sampai di rumah Dira bergegas masuk ke kamar nya untuk segera mandi tapi tiba-tiba saja Rai menarik tangan nya.
"Jadi itu alasan kamu tadi tidak ingin pergi bareng sama aku? kamu pergi sama pria itu? " tanya Rai sambil menatap Dira dengan penuh emosi.
"Kamu tuh ngomong apa sih Rai? aku tadi pagi benaran naik taxy kok," sahut Dira tidak mengerti dengan ucapan Rai.
"Jangan bohong kamu! ternyata tampang aja luguh tapi genit juga sama cowok lain, " ucap Rai sambil tersenyum kecut.
"Jaga ya mulut kamu! Dimas itu teman aku, dan aku enggak seperti itu, " Dira mulai terpancing emosi dengan ucapan Rai yang memojokan nya.
"Kamu itu istri aku! harus nya kamu bisa jaga sikap dengan pria lain! " sentak Rai.
"Jaga sikap gimana? aku emang enggak ngapa ngapain kok, aku tuh cuma ngobrol sama Dimas, "
"Ngobrol? aku tau tadi kamu mau pulang bareng dia kan? "
" Memang nya kenapa kalau aku mau bareng Dimas? mrmang nya kamu perduli sama aku? kamu kan enggak bolehin aku ikut campur urusan kamu harus nya kamu juga enggak usah ikut campur urusan aku! " jawab Dira yang seakan menantang Rai yang sudah semakin terpancing emosi
"Kamu itu istri aku! aku berhak atas kamu! " sentak Rai.
"Kamu tuh egois Rai! " ucap Dira yang mencoba melepas kan tangan Rai dari nya.. tapi Rai justru mendorong tubuh Dira ke ranjang dan mengambil posisi di atas tubuh nya .
__ADS_1
"Lepas Rai, kamu mau apa sih! " ucap Dira seraya mencoba mendorong tubuh Rai dari nya
"Mau menuntut kewajiban mu melayani ku sebagai istri, " bisik Rai yang sontak saja membuat Dira terkejut dan takut dengan perlakuan Rai.