
Nanda segera mengantar Sabri pulang, tak ada percakapan di antara mereka berdua sampai Sabri sampai rumahnya dan Nanda berlalu pergi pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Nanda merebahkan tubuhnya di kasur seraya memejamkan matanya sejenak, hati terasa sangat sangat mendengar ucapan Sabrina yang ternyata telah di jodohkan.
Semua nya sia sia, tapi gue bener bener cinta sama dia. batin nya nelangsa.
Selama satu minggu lebih Nanda memutuskan untuk tidak lagi menghubungi Sabrina begitu pun sebaliknya Sabrina tidak pernah lagi menghubungi Nanda. Sampai pada suatu sore dia merasakan sangat rindu pada gadis tersebut.
Kangen juga udah lama engga ketemu, ngobrol dikit di rumahnya boleh kali ya. batin nya
Nanda bergegas mengambil handphone di saku nya dan mencoba menghubungi Sabrina.
" Sabri, apa kamu ada di rumah? boleh enggak aku ke rumah kamu sebentar? " tulis nya di pesan tersebut, tapi Sabri tak kunjung merespon nya.
Kok enggak di bales ya? gue langsung ke rumahnya aja deh hari minggu gini pasti dia ada di rumah.
Nanda bergegas mengganti pakaian nya dan melajukan mobil nya ke rumah Sabrina. Tak lama Nanda sampai di lihat nya pintu depan rumah yang sedang terbuka, Nanda hendak masuk ke dalam dan mengucap salam tapi langkah kaki nya terhenti dan dia sedikit bersembunyi di balik pintu melihat Sabrina dan ayahnya sedang berbicara pada seorang pria.
" Jadi kuliah mu di mesir sudah selesai? " terdengar samar percakapan mereka di telinga Nanda.
" Alhamdulillah, sudah pak." sahut pria tersebut.
" Baguslah, lalu apa rencana mu selanjutnya? " ayah Sabri kembali bertanya.
" Saya sudah menerima beberapa tawaran pekerjaan di sini, saya akan mempertimbangkan perkerjaan mana yang paling bagus untuk ke depannya, tapi sebelumnya saya ingin meminta ijin untuk menikahi Sabrina." jawab nya penuh keyakinan.
Ayah Sabri terdiam di lirik nya wajah putri nya yang sedikit sendu dan menundukkan kepalanya.
" Sabri, kamu mau kan menikah dengan nak Roby, dia itu purta teman aby, anaknya baik agamanya pun baik, aby yakin dia bisa jadi imam yang baik untuk mu." ujar ayah Sabri dengan pendapat nya.
__ADS_1
Sabrina yang hanya terdiam akhirnya mengangguk pelan.
" Sabri kamu mau kan jadi istri aku? " tanya pria tersebut.
" Aku akan melakukan apapun yang menurut aby baik untukmu ku." jawab lirih gadis itu.
Ayah Sabri dan Roby pun tersenyum lega mendengar nya. Sedangkan Nanda yang berada di balik pintu memperhatikan dengan seksama wajah pria tersebut, pria muda dengan wajah yang tak kalah rupawan dari nya. Nanda memalingkan pandangan nya, hati terasa semakin sakit mendengar semua ucapan mereka, dia merasa sudah tidak ada yang perlu di harapkan lagi dari Sabrina, Nanda pun memutuskan untuk pulang.
Ke esokan harinya sepulang dari kantor Nanda memutuskan menemui Arya dan Kemal di klub malam.
" Lama loe." seru Kemal yang sudah menunggu di sana.
Nanda pun hanya terdiam dan menengguk wine di hadapan nya.
" Kusut bener muka loe." ledek Arya sambil tertawa.
Arya dan kemal pun tersentak mendengar ucapan Nanda.
" Serius loe? " tanya kemal tak percaya.
" Muka gue kurang serius emang nya? "
" Sama siapa sih? " tanya Arya penasaran.
" Nama nya Roby, dia lulusan dari universitas di mesir, baru pulang ke sini."
Kemal dan Arya pun terkekeh geli mendengar curhatan pilu sahabat nya.
__ADS_1
"Universitas mesir? " tanya kemal masih dengan tawa nya dan Nanda hanya mengangguk pelan.
" Kalau di umpain nih loe sama dia tuh bukan nya kaya langit sama bumi, tapi kaya langit sama tanah." sambung Kemal yang semakin terkekeh geli.
" Waduh, langit sama tanah jauh banget donk. "timpal Arya yang juga terkekeh geli.
Nanda melirik gemas dua sahabat nya seakan akan puas tertawa di atas penderitaan nya.
.
" Loe ber dua bisa lebih berguna enggak sih jadi temen? " geram Nanda.
" Lagian selera loe ketinggian sih, udah jangan sedih sama si sisil semok aja tuh, suka dia sama loe." Kemal menunjukkan jarinya pada gadis bohay yang tengah duduk manis di bar.
Nanda menggeleng.
" Yaudah sama si Laura aja gimana? " Arya menunjukkan jari nya pada gadis cari yang tengah asik berdugem.
Nanda kembali meggeleng.
" Yaudah lah terserah loe." sahut Kemal yang akhirnya menyerah.
Nanda hanya terdiam sambil terus menengguk wine yang di pegang nya seraya memperhatikan orang orang di sekitar ya yang tengah asik bersenang senang di klub malam tersebut. Sampai mata nya terpaku pada sosok pria yang tak asing untuk nya Nanda semakin memicingkan matanya dan memperjelas penglihatan nya.
" Pria itu? " gumam nya dengan ekspresi tidak percaya.
Thor kok temen temen Rai masih pada garsek? iya emang Rai aja yang baru lempeng otaknya 😂😂 doain aja ya semoga di part part selanjutnya mereka tobat 😂😂 jangan lupa vote ya say.. ❤️❤️❤️
__ADS_1