
Keesokan harinya mereka pun bergegas pulang ke Jakarta, di perjalanan Kemal yang semobil dengan Arya hanya terdiam tanpa suara dan terus memikirkan Shanum yang menolak pernyataan cintanya semalam.
"Diam aja loe dari tadi? lagi sakit gigi?" tanya Arya sambil menyetir yang merasa aneh dengan sikap temannya itu.
"Ngantuk gue." sahut Kemal yang lebih memilih memejamkan matanya.
Sore hari Kemal sampai di rumahnya dan merebahkan tubuhnya di kasur. Dia masih saja dengan lamunannya yang tidak habis fikir kenapa Shanum menolaknya padahal dia mengira Shanum menyukainya. Ingin rasanya dia berkonsultasi pada Rai selaku majikan di tempat Shanum berkerja tapi dia yang pasti Rai hanya akan meledeknya.
"Sakit juga ternyata rasanya di tolak." gumanya yang baru merasakan sekali seumur hidupnya di tolak dengan wanita, biasanya Kemal selalu dengan mudah mendapatkan hati wanita yang di sukainya.
Keesokan harinya Kemal berkerja seperti bisanya, sore hari dia bergegas keluar kantor karena jam pulang sudah tiba.
"Kemal." terdengar suara wanita memanggilnya.
Kemal menoleh tampak Tania yang setengah berlari mengejarnya.
"Kenapa?" tanyanya.
"Ke cafe biasa yuk, BT nih." ajak Tania yang memang sepulang kantor dia sering pergi ke cafe bersama Kemal.
"Enggak bisa, aku mau langsung pulang." Tolak Kemal yang tidak ingin pergi ke mana mana kerena moodnya sedang tidak baik.
"Tumben?" Tania memasang wajah heran karena biasanya Kemal tidak pernah menolak ajakannya.
"Iya, udah dulu ya." Kemal beranjak pergi tapi Tania menahan lengannya.
"Temenin donk, BT bgt nih.. " gadis manis itu memohon.
" Besok aja deh." tolaknya kembali.
"Kok besok sih, sebentar aja deh.. ayo."
Kemal menghela nafas" Yaudah, tapi sebentar aja." jawabnya yang akhirnya menuruti permintaan Tania.
Gadis itu tersenyum sumringah" Iya.. ayo pergi pakai mobil kamu ya, aku enggak bawa mobil." ucapnya yang langsung jalan beriringan dengan Kemal menuju mobil.
***
Sore itu Dira menghampiri Shanum yang tengah bermain dengan Rayyan di ruang keluarga.
"Shanum, aku boleh minta tolong enggak?" ucap Dira seraya menghampiri Shanum.
"Minta tolong apa mbak?"
__ADS_1
"Bahan makanan di dapur sudah habis, bisa enggak kamu ke supermarket sebentar beli bahan makanan? biar Rayyan aku saja yang jaga." jelas Dira.
"Oh, yaudah aku mau mbak."
"Ini uang dan daftar belanjaannya."
Shanum mengangguk dan bergegas ke luar rumah menuju supermarket. Sore itu setelah makan di cafe Kemal hendak bergegas keluar mall, Kemal memicingkan matanya saat melihat sosok gadis yang tengah berjalan sendirian di mall tersebut.
"Shanum." panggilnya yang melihat Shanum juga hendak keluar mall sambil menenteng belanjaan di tangannya.
Gadis itu menoleh " Kak Kemal?" ucapnya saat melihat Kemal dan Tania di hadapannya.
"Kamu ngapain di sini?" sambung Kemal.
"Oh, aku habis dari supermarket." jawab Shanum singkat.
"Ini siapa?" tanya Tania seraya memperhatikan Shanum dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Oh aku ingat kamu yang waktu itu makan sama kita di cafe kan?" tanya Tania saat Shanum belum menjawab yang tiba tiba teringat melihat Shanum saat makan di cafe bersama teman-temannya.
"Iya." Shanum mengangguk pelan.
"Kamu adiknya Rainan atau Dira?" tanya Tania lagi.
"Oh baby sister." Tania mengangguk dengan tatapan yang sedikit merendahkan.
"Aku pulang dulu, permisi." pamit Shanum pada Tania dan Kemal.
Namun Kemal memegang lengannya.
"Pulang sama aku aja ya." ajak Kemal.
Shanum menggeleng dan melepaskan tangan Kemal lalu bergegas mempercepat langkahnya, namun Kemal mengejarnya.
"Sudah gelap, pulang sama aku aja." paksa Kemal yang kembali menahan lengan Shanum.
"Enggak, aku bisa naik angkutan umum."
"Shanum, sudah mau malam ayo pulang sama aku." Kemal menarik lengannya untuk ikut dengannya.
"Jangan paksa aku!" pekik Shanum yang sontak saja membuat Kemal terkejut.
Shanum melepaskan tangan Kemal dan bergegas pergi. Kemal hanya terdiam dan sangat kecewa pada sikap Shanum.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih? maksa cewek itu?" tanya Tania yang menghampiri Kemal yang hanya terdiam dan bergegas masuk ke mobilnya.
Sepanjang perjalanan pulang bersama Tania dia hanya terdiam.
"Kamu kenapa sih?" tanya Tania yang merasa aneh dengan sikap Kemal.
Kemal hanya terdiam tanpa mengucapkan apa pun.
"Kamu dengar aku enggak sih? " sentak Tania yang tampak kesal.
"Aku lagi enggak mood, jangan banyak tanya." ketus Kemal.
Tania tersenyum kecut.
"Kamu enggak mood karena cewek tadi? si baby sister tadi?" Tania mulai terpancing emosi.
Kemal tetap terdiam tanpa melihat ke arah Tania yang sudah sangat emosi padanya.
"Kamu suka sama cewek itu?" sentak Tania kembali.
"Kalau iya kenapa?"
Tania tersentak kaget dengan ucapan pria di hadapannya.
"Kamu suka sama cewek kampung itu? kamu sudah gila." ujar Tania yang menilai penampilan Shanum terlihat kampungan di hadapannya.
"Apa urusannya dengan mu? "
"Kamu tuh, kita itu sudah lama kenal kita juga sudah saling memperhatikan sekarang kamu tiba-tiba bilang suka sama cewek kaya gitu?" Tania tidak terima dengan ucapan Kemal.
"Berhenti merendahkannya dia lebih baik darimu." Kemal mulai jengkel dengan ucapan Tania yang merendahkan Shanum.
"Kamu itu milik aku! " Tania menekan suaranya.
Kemal mengerutkan kening nya" Milik? sejal kapan kita berpacaran?" tanyanya bingung mengingat selama ini dia tidak pernah mengucapkan kata cinta pada Tania.
"Tapi kamu suka aku kan? kita juga sering memperhatikan satu sama lain."
"Iya dulu memang sempat suka, sekarang tidak lagi." Kemal mencoba berkata jujur.
"Kamu tuh bener bener brengsek! berhenti! aku mau turun!" sentak Tania dengan emosi yang memuncak. Kemal bergegas memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Aku benar-benar kecewa sama kamu! " ucap Tania seraya membanting pintu dan keluar dari Mobil Kemal.
__ADS_1