Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Mendaki


__ADS_3

Reska terus memandangi pantulan wajahnya di cermin toilet sekolah untuk beberapa saat siang itu.


"Gue benar-benar jatuh cinta sama Rayyan, tapi gimana kalau Rayyan enggak cinta sama gue? nanti yang ada malah ngerusak persahabatan gue."


Reska menggelengkan kepalanya.


"Gue enggak mau itu terjadi, pokoknya Rayyan enggak boleh tau kalau gue suka sama dia, gue harus bersikap biasa aja seperti biasanya." batin Reska seraya menghela nafas.


Keesokan harinya di kantin sekolah.


"Lusa tanggal merah, libur 3hari nih.. gimana kalau kita jalan jalan?" ucap Devan pada teman temannya sambil menyantap makanannya saat jam istirahat siang itu.


"Jalan jalan ke mana?" sahut Elang dengan mulut penuh makanan.


"Gimana kalau kita hiking? belom pernah kan loe semua manjat gunung?" usul Devan.


"Boleh tuh," Jawab Rayyan antusias karena selama ini dia belum pernah mencoba mendaki gunung.


"Ke gunung mana?" tanya Rayka kemudian.


"Adalah, gue udah cari tau gunung yang paling bagus." Devan penuh percaya Diri.


"Gue ikut donk." sahut Reska antusias.


Mereka semua mengerutkan keningnya dengan ekspresi ragu.


"Loe cewek, mending temenin nyokap loe aja di dapur bikin sambel." cletuk Devan.


"Ya ampun, kaya gitu banget loe semua, enggak anggap gue banget sih." kening Reska mulai berurat kesal mendengar penolakan teman temannya.


"Bukannya gitu, orang tua loe ngijinin enggak kalau loe ikut kita?" tanya Rayyan lembut.


"Pasti ngijinin lah.. ganteng loe jemput gue besok ya kalau mau pergi." ucap Reska penuh percaya diri.


Rayyan tersenyum."Yaudah."


Malam harinya Reska tengah menikmati makan malamnya bersama orang tuanya.


"Pah, mah.. " panggilnya.


Kemal dan Shanum melihat ke arah putrinya yang tiba-tiba menghentikan aktivitas makannya seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Kenapa sayang?" tanya lembut Shanum.


"Reska lusa, mau ikut Rayyan sama yang lainnya hiking." mengutarakan maksudnya.


Uhuk.. uhuk..


Kemal merasa tenggorokannya gatal mendengar ucapan putri semata wayangnya.


"Hiking?" Dengan nada tak percaya.


Reska mengangguk.


"Tidak, tidak boleh." tegas Kemal.


"Lho kenapa?" Reska memasang wajah bingung.


"Hiking itu berbahaya untuk wanita, teman kamu juga cowok semua." jelas Kemal.


"Iya sayang, enggak usah ikut ya.. cewek enggak baik naik gunung gitu." timpal Shanum.

__ADS_1


"Papa kenapa sih? papa enggak percaya sama Rayyan dan yang lain? mereka itu selalu menjaga Reska.. Reska juga pengen cari pengalaman baru, Reska mohon.. " bujuknya dengan wajah memelas.


"Tidak." tegas Kemal kembali.


"Papa enggak asik." merajuk dan meninggalkan meja makan.


Keesokan harinya Reska tetap merajuk dan melakukan mogok makan, bicara, minum tapi tidak untuk mogok buang air.


"Sayang." Shanum mengetuk pintu kamar Reska dan masuk ke dalam, melihat putrinya yang sedang bersandar di ranjang sambil memainkan handphonenya.


"Heeemmm.." tanpa melihat Shanum.


"Papa sudah bilang, papa mengijinkan mu."


Reska senang bukan kepalang mendengar ucapan ibunya." Terima kasih mama... " langsung memeluk Shanum.


" Yes, strategi mogok mogokan gue berhasil." batinnya dengan senyum kemenangan.


Reska bergegas menelepon Rayyan dan bilang besok akan ikut, lalu bersiap mempacking barang barang yang akan di bawanya. Keesokan harinya Rayyan menjemput Reska ke rumahnya.


"Assalamualaikum," sambil mengetuk pintu rumah Reska.


"Walaikumsalam, Rayyan." ucap Shanum yang membuka pintu dan melihat wajah Rayyan pagi itu.


"Pagi tante, saya mau jemput Reska." sambil mencium punggung tangan Shanum.


"Rayyan," panggil Reska yang berjalan beriringan dengan Kemal.


"Sudah siap?" melihat Reska yang sudah memakai tas punggung besar.


"Sudah," tersenyum penuh semangat.


"Rayyan, om titip Reska, awas kalau terjadi sesuatu." ancam Kemal.


"Aduh jangan rapet rapet itu duduknya." protes Kemal yang melihat putrinya duduk begitu dempet dengan Rayyan di motor. Wajah Reska memerah mendengar protesan papanya dan memundurkan duduknya.


Rayyan tersenyum dan bergegas melajukan motornya ke rumahnya lalu mobilnya melaju menuju tempat tujuan. Di dalam mobil Reska duduk di samping Rayyan entah kenapa jantungnya kembali berdegup tak beraturan.


"Mau minum?" Rayyan menawarkan sebotol air mineral pada Reska.


"Oh, boleh." mengambil air tersebut dan menengguknya.


"Loe gue perhatiin akhir akhir ini rada kalem?" tanya Rayyan dengan nada heran yang sedikit melihat perubahan sikap Reska.


Uhuk.. uhukk..


Reska tersendak.


"Masa sih." berusaha bersikap sesantai mungkin.


"Iya, loe masih normal kan?" tanya Rayyan sambil meletakkan tangannya di kening Reska.


Reska tersenyum." Pertanyaan yang sangat menyejukan.. seperti biasa gue selalu enggak normal ganteng.." tersenyum centil.


"Baguslah." Rayyan tersenyum lega.


Memakan perjalanan yang jauh dan cukup lama membuat Reska mengantuk dan perlahan memejamkan matanya, mebyederkan kepalanya di pintu mobil. Rayyan perlahan mengeser kepala Reska ke bahunya. Reska yang menyadari hal itu membuka matanya dan hendak beranjak dari bahu Rayyan tapi Rayyan menahannya.


"Loe tidur aja, bersandar di sini aja." ucapnya pelan yang membuat perasaan Reska semakin tidak menentu dan mencoba memejamkan matanya kembali di bahu Rayyan sebagai sandarannya.


Setelah sekian lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, terlihat lukisan alam yang indah di sepanjang mata memandang. Rayyan dan yang lain pun mulai mendaki gunung, melewati setapak demi setapak jalan yang terkadang tidak bersahabat. Nafas Reska terengah engah langkah kakinya mulai terasa lemas yang terus berjalan menanjak seperti tidak ada ujungnya.

__ADS_1


"Aduh.. ini gunung mana ujungnya sih, capek gue." gerutu Reska yang sudah merasa sangat lelah.


"Sabar bentar lagi sampai." sahut Elang santai.


"Gue udah capek banget nih!!" Reska menghentikan langkahnya.


"Yaudah istirahat dulu deh." perintah Rayyan dan mereka semua pun duduk untuk menghilangkan rasa lelah.


"Kata gue juga apa, loe jangan ikut mending bantuin nyokap loe aja bikin sambel di dapur." cletuk Devan pada Reska.


"Mana gue tau nih gunung nanjatnya jauh banget..capek gue, enggak ada eskalator apa lift gitu di sini?" gurau Reska sambil menengguk air mineralnya.


"Kalau ada eskalator atau lift di sini yang ada banyak ibu ibu yang belanja." sahut gemas Rayka.


Mereka semua pun beristirahat sejenak lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka. Sekian lama mendaki kaki Reska mulai terasa lemas lagi sampai pada track yang licin dia terpeleset dan terperosok ke bawah.


"Aaaaaakkhhhh." pekik Reska saat tubuh lemahnya terperosok ke bawah tebing.


"Res!!!!" ucap mereka bersamaan yang panik bukan kepalang.


"Ya ampun, gimana nih." ucap Devan panik.


"Gue turun ke bawah." Rayyan bergegas turun ke bawah tebing dengan sangat hati hati dan menghampiri tubuh Reska yang terbaring lemah.


"Res, loe enggak apa-apa?!!" Rayyan panik dan membantu Reska duduk.


"Kaki gue sakit." rintinya.


Rayyan menaikkan celana panjang Reska dan tebelalak kaget melihat kaki Reska yang berdarah dan penuh luka.


"Kita obatin di atas." Rayyan bergegas memapah tubuh Reska kembali ke atas.


"Res, loe masih nafas kan?" ucap panik Elang.


"Kalau gue udah enggak nafas loe yang pertama gue cekek" omel Reska.


Rayyan bergegas mengambil air meniral dan membersihkan luka Reska lalu mebalut luka Reska dengan kausnya agar darahnya tidak keluar lagi.


"Masih sakit?" tanya Rayyan.


"Masih.. " lirih Reska.


"Terus gimana nih? mau lanjut jalan?" tanya Devan bingung.


"Gue enggak bisa jalan, gue balik aja ke bawah atau panggil bantuan.. maaf ya gara gara gue jadi kacau." sesal Reska.


"Lanjut jalan aja, bentar lagi juga sampai.. bawain tas gue." Rayyan melemparkan tas besarnya pada Elang.


"Gue gendong loe sampai atas." Rayyan berjongkok di hadapan Reska.


"Gendong?" Reska tampak terkejut.


"Iya ayo cepet." perintah Rayyan.


"Aduh jadi kaya adegan film india." Cibir Devan.


"Ayo nanti keburu gelap." perintah Rayyan kembali.


Reska pasrah dan membiarkan Rayyan menggendongnya merasakan punggung kekar itu menahan beban berat tubuhnya dengan perasaan yang semakin tidak karuan.


Guys.. jangan lupa vote yak.. ❤️❤️❤️

__ADS_1


Oia untuk kalian yang mungkin ada yang masuk GC terus tiba-tiba ke kick, aku memang sedang melakukan pembersihan anggota grup..kalau kalian mau masuk lagi boleh kok.. dengan format "Pembaca setia MGC." ok.. terima kasih... 🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️


__ADS_2