Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Ekstra Part Liburan receh lagi part 2


__ADS_3

Mereka pun menyantap sarapan bersama sama pagi itu.


Uuuuwweeeekk.


Reska merasakan perutnya sangat mual pagi itu.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Shanum panik.


Reska tidak menjawab, membekap mulut dengan tangannya dan bergegas ke toilet. Shanum dan Dira pun segera menyusulnya.


"Sayang, kamu tidak apa apa?" Dira memijat leher belakang menantunya itu yang sedang berusaha memuntahkan isi perutnya.


"Rasanya mual sekali," keluh Reska dengan wajah pucatnya.


"Jangan jangan.." Dira menerka nerka." Kamu sudah terlambat mens?" tanyanya antusias.


Reska terdiam dan mencoba berfikir." Sepertinya aku terlambat bulan ini," ucapnya pelan.


Dira dan Shanum saling melirik."Kamu hamil lagi?" seru mereka berdua.


"Apa iya aku hamil lagi?!" Reska mengelus pelan perutnya.


"Kita harus beritahu Rayyan," Shanum menuntun Reska kembali ke meja makan.


"Tapi mah.."


"Rayyan, Reska katanya mual," ucap Dira yang menghampiri sang putra yang masih menyantap makanannya.


"Oh, aku bawa obat masuk angin, nanti aku ambilkan ya," sahutnya santai.


"Sayang, Reska bukan masuk angin tapi sepertinya hamil," seru Dira.


Uhuk uhuk.


Rayyan kaget bukan kepalang mendengarnya.


"Apa? hamil?" ucap Kemal yang tak kalah terkejut.

__ADS_1


"Wah Derran, kamu akan segera punya adik, bagus.. bagus." ucap bangga Rai yang langsung memangku cucunya itu.


"Astaga.. satu anak belatung nangka aja udah bikin pusing, sekarang mau nambah lagi." gerutu Kemal.


"Bener-bener loe ya, cucu gue ganteng gini di bilang belatung nangka," geram Rai yang rasanya ingin sekali melakban mulut besanya itu.


"Iya papa kok gitu sih, Derran ganteng di bilang gitu, papa jahat!" protes sang putri.


"Papa syok, sayang.. Derran itu masih kecil seharusnya jangan hamil dulu," keluh Kemal.


"Si Rayyan suaminya aja enggak protes, kenapa jadi loe yang protes?!" ucap heran Arya.


"Memangnya kalian lagi program atau kebablasan?" Tanya Chika penasaran dengan senyum geli di bibirnya.


"Sebenarnya mau di tunda, cuma waktu itu lupa beli pil kontrasepsi, malam malam hujan, Rayyan enggak tahan," jelas Reska.


"Aduh sayang.. jangan terlalu jujur." gerutu Rayyan dengan wajah yang memerah.


"Gitu ya kalau udah nikah, pah aku mau cepat melamar Friska aja pah," sambung Rayka antusias.


"Aduh, Rayka seharusnya kamu enggak usah denger," seru Dira.


"Ya sudah Rayyan kamu belikan tespek untuk Reska sekarang," perintah Dira.


"Beli di mana mah?"


"Di tukang beras, ya di apotek lah," sahut gemas Devan.


"Gue tau, tapi di sini mana ada apotek,"


"Kayanya dekat pasar ada deh, coba kamu cari aja," ucap Nanda.


"Yaudah aku cari dulu," Rayyan beranjak dari duduknya dan bergegas menuju mobilnya mencari apotek terdekat.


"Yaudah sayang, kamu istirahat aja ya," Shanum menuntun putrinya ke kamar.


Selesai sarapan Rai, Kemal dan yang lainnya pun bersantai di perkarangan belakang.

__ADS_1


"Loe berdua cepet tua ya, udah mau punya cucu dua aja," ledek Arya yang terkekeh geli.


"Iya nih, jadi berasa tua gue, anak loe sih aktif terus," gerutu Kemal yang melirik ke arah sang besan.


"Wajar aktif masih muda, gimana sih loe," sahut gemas Rai yang membuat Arya dan Nanda terkekeh geli melihatnya.


"Si Derran mana?" tanya Nanda yang tak melihat balita mungil itu.


"Tadi di sini." Kemal menunjuk tempat Derran sebelumnya duduk.


"Loe ya, bener bener enggak berguna ber dua, ilang lagi tuh si Derran," ucap gemas Nanda


Mereka semua pun memutar pandangannya." Rai, si Derran mau ke kolam renang tuh?!!" seru Arya melihat balita mungil tersebut hendak melangkahkan kakinya menuju kolam renang di sana.


"Astagfirullah, nyemplung deh cucu gue!!" seru Kemal tak kalah heboh.


Mereka pun berlari dengan kecepatan tinggi menunj kolam Renang. Rai dengan cepat menarik pinggang balita tersebut yang akan melangkahkan kakinya ke arah kolam renang.


"Derran!!!" seru Rai yang berhasil menarik dan menggendong balita tersebut.


"Untung enggak kecebur," ucap Nanda, mereka pun bernafas lega.


"Kalau sampe tenggelam di kolam, bisa di gugat cerai sama Dira gue," ucap Rai dengan angan angannya yang menyeramkan.


"Biaa enggak di anggap papa deh gue sama si Reska." sambung Kemal.


"Makannya loe berdua tuh jaga yang bener, enggak guna loe," cobir Arya.


"Gue bilang juga apa, satu belatung nangka aja udah ribet sekarang mau nambah lagi," keluh Kemal yang kembali mengungkit kehamilan putrinya.


"Semoga aja nanti anak si Reska cewek deh, capek gue bayi cowok tingkahnya kaya si Rayyan semua," sahut Rai dengan harapannya.


"Emang si Rayyan dulu enggak kaya loe tingkahnya?" tanya Nanda dengan pertanyaan polosnya.


"Kata nyokap gue si dulu gue pendiem," valas Rai seraya mencium gemas pipi Derran.


"Nyokap loe bohong besar pasti," sahut Nanda tak percaya. Mereka pun membawa Derran ke dalam dan menjaganya lebih hati hati seraya menunggu para istri yang tengah sibuk merawat Reska yang terus merasa mual pagi itu.

__ADS_1


Apakah Reska hamil??? tunggu part selanjutnya yak... ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2