Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Bertemu teman lama


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, saat ini tiba pernikahan Arya dan Chika. Pernikahan tersebut di laksanakan di sebuah hotel, tampak Arya yang gagah dan Chika yang juga tampak cantik di acara pernikahan mereka.


Selesai melakukan akad, acara resepsi di lakukan sore sampai malam hari. Malam itu tampak Rai dan teman temannya menghadiri acara tersebut.


"Kalau ke acara resepsi gini jadi inget nikah ya." ucap Kemal yang sedang berkumpul dengan teman temannya dalam satu meja seraya mengingat pernikahannya dengan Shanum.


"Jadi inget nikah apa jadi pengen nikah lagi?" cibir Nanda yang santok saja membuat yang lain tertawa dan Shanum yang tampak cemberut.


"Sialan loe, jangan dengerin sayang, anggap angin lewat." gerutu Kemal seraya membelai lembut rambut Shanum yang terlihat masih cemberut.


Acara tersebut tampak meriah dan banyak di hadiri teman teman Chika maupun Arya.


"Aku haus," keluh Dira.


"Yaudah aku ambilin minum." Rai hendak beranjak dari kursi menuju meja besar yang terdapat banyak makanan dan minuman di sana. Tapi Rayyan menangis seakan melarang Rai untuk pergi.


"Rayyan nangis, yaudah aku ambil minum sendiri aja." ucap Dira yang akhirnya mengambil minum sendiri sambil menggendong Rayka.


BUUUKKKHH.


Terdengar suara benda jatuh di belakang Dira yang tidak sengaja menabrak seseorang di belakangnya saat dia berjalan mundur, tampak kue kue berjatuhan karenanya.


"Maaf, maaf, aku enggak sengaja." seeu Dira yang tampak panik seraya membantu memungguti kue kue yang telah jatuh.


"Enggak apa-apa kok." sahut seorang pria dengan nada santai.


Dira mendongkakan wajahnya melihat wajah pria di hadapannya tersebut. Matanya membulat saat melihat sosok pria yang sudah cukup lama tak di lihatnya.


"Dimas??" seru Dira tak percaya.


Dimas yang masih terlihat memungguti kue pun mendongkakan wajahnya untuk melihat wanita yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Dira?" seru Dimas yang juga tidak percaya bisa bertemu Dira kembali.


"Kamu beneran Dimas?? Ya ampun aku enggak menyangka bisa ketemu kamu di sini?" serunya yang masih tidak percaya.


"Aku juga benar-benar tidak percaya bisa bertemu kamu lagi di sini." Dimas tersenyum simpul.


Sedangkan dari kejauhan tampak Rai yang sedang memutar pandangannya Mencari sang istri yang cukup lama mengambil minum. Sampai mata Rai tertuju pada Dira yang tampak sedang mengobrol dengan seorang pria dari kejauhan.


Matanya mendelik tidak percaya melihat sosok pria yang di lihat nya. Seketika hatinya terasa panas bak api yang membara melihat pemandangan tersebut. Rai bergegas bangkit dari kusinya dan menghampiri Dira.


"Sayang," terdengar suara dingin Rai.


Dira pun menoleh dan melihat wajah Rai yang tampak tidak bersahabat. Dira mengerti pasti karena Rai kembali melihat Dimas.


"Sayang, maaf aku enggak sengaja ketemu Dimas. " jelas Dira yang mengerti pasti Rai akan salah paham.


"Hay, gimana kabar loe?" sapa Dimas ramah dan tersenyum pada Rai.


"Seperti yang loe lihat, gue sudah punya dua anak." sahut Rai dingin.


Dimas melirik Rayyan dan Rayka yang sedang di gendong Dira dan Rai.


"Oh, selamat ya." Dimas tersenyum simpul.


"Sayang," terdengar suara wanita di tengah tengah mereka.


Rai dan Dira menoleh tampak seorang wanita cantik menghampiri mereka, menghampiri Dimas lebih tepatnya dan langsung melingkarkan tangannya di lengan Dimas.


"Mereka siapa sayang?" tanya wanita tersebut seraya mengerutkan keningnya.


"Ini teman teman aku, oia kenalkan ini Jenny istri ku." ucap Dimas yang mengenalkan wanita di sampingnya itu pada Dira dan Rai.

__ADS_1


Dira dan Rai sedikit terkejut mendengarnya tapi mereka merespon baik Jenny yang mrngulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Jenny bilang, pengantin wanita di sini adalah temannya, jadi aku menemani istri ku." jelas Dimas.


"Oh begitu, Chika teman Jenny? kalau pengantin prianya teman ku." sahut Dira sambil tersenyum.


Dira dan Jenny tampak mengobrol sebentar dan langsung terlihat akrab, berbeda dengan Rai yang masih memasang wajah dingin tanpa ekspresi. Sampai Dira pamit dan hendak kembali ke meja teman teman Rai.


"Sayang, kamu kenapa sih?" tanya Dira sambil mengiringi langkah Rai dan terlihat wajahnya yang masih terlihat dingin.


Rai hanya terdiam.


"Sayang, kamu cemburu sama Dimas? dia itu sudah menikah." ucap Dira yang seperti tau isi fikiran Rai.


"Banyak di luar sana yang sudah menikah tapi masih mencintai orang lain." ketus Rai.


Dira memegang tangan Rai dan menghentikan langkahnya.


"Kamu tidak percaya sama aku? kurangi rasa cemburu mu." ucap Dira yang masih merasa cemburu buta Rai tidak pernah hilang sejak dulu.


 Rai hanya terdiam dan kembali duduk bersama teman temannya.


"Habis dari mana loe ber dua? lama banget?" tanya Nanda heran yang melihat ekspresi aneh pasangan itu.


"Kepo loe." ketus Rai yang langsung menengguk minuman di hadapannya.


"Panas ya hawa nya." sindir Kemal yang merasa pasangan tersebut sedang bertengkar seraya mengibaskan tangannya.


"Kayanya habis ada badai nih di negri sebelah." ledek Nanda sambil menahan tawa yang melihat Rai seperti sudah mengeluarkan tanduk di kepalanya.


Sedangkan dari kejauhan Dira melihat Dimas yang tampak mesra dengan istrinya. Dira tersenyum dan merasa bahagia akhirnya Dimas bisa membuka hatinya dan tampak bahagia dengan istrinya.

__ADS_1


Besok aku up lg yak..tolong bantu vote yak cinta ❤️❤️❤️🤗🤗🤗


__ADS_2