Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Rayyan hilang


__ADS_3

Setelah cukup lama mencari di sekitar halaman rumah dan sekitar kompleks perumahan Rai dan Nanda tetap tidak menemukan Rayyan.


" Ya ampun Nan, dimana nih anak gue? " Rai mengusap kasar wajah nya berusaha meredam kepanikikan nya.


" Loe tenang, gue bakal bantu cari sampai ketemu, tapi mending kita kasih tau Dira dulu." Nanda memberikan usul.


" Astaga.. bisa di cekik gue kalau Dira tau anaknya ilang." sahut Rai semakin panik dan takut membayangkan respon Dira jika tau hal ini.


" Ya tapi enggak mungkin juga kalau di sembunyiin terus, udah gue temenin jadi kalau Dira khilaf ada gue." Nanda menepuk bahu Rai dan berusaha meyakinkan nya.


Rai pun akhirnya setuju dan berjalan perlahan bersama Nanda menuju kamar Dira.


" Sayang," Rai mengusap pelan pipi Dira yang masih tertidur.


Dira perlahan membuka matanya, di lihat nya Rai dan Nanda yang berdiri di hadapan nya.


" Ada Nanda? kapan datang? " tanya nya seraya mencoba bersandar di ranjang.


" Dari tadi Dir." Nanda mencoba tersenyum.


" Oh gitu, oia sayang mana Rayyan? " tanya Dira yang tak melihat sosok balita mungil nya di sekitar mereka.


Deg!!!


Jantung Rai berdegup kencang mendengar pertanyaan Dira, dan hanya terdiam tak sanggup untuk menjawab.


" Sayang, kok diam aja? Rayyan di mana? " Dira kembali bertanya dengan ekspresi heran.


Rai masih tetap terdiam dan sedikit menundukkan kepala nya.


" Sayang, jawab donk? di mana Rayyan? " nada suara Dira mulai terdengar panik.


" Maafkan aku, Rayyan hilang, aku lalai menjaga nya." ucap Rai dengan nada yang sedikit bergetar.


" APA? RAYYAN HILANG?? " Dira segera bangkit dari kasur dan kaget bukan kepalang mendengar ucapan Rai.


" Maafkan aku, kamu tenang ya, aku akan terus mencari nya," Rai berusaha menengkan.


" Apa kamu sudah gila? bagaimana mungkin aku bisa tenang kalau anak ku hilang seperti ini? kenapa sih Rai? kenapa kamu selalu lalai jaga Rayyan? kenapa? " Dira memukul dada Rai berulang kali dan sudah tidak dapat membendung air matanya.

__ADS_1


Rai segera memeluk nya" Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf." ucap Rai dengan nada penuh penyesalan.


Dira terus menangis sejadi jadinya, dan sudah tidak dapat membendung rasa panik dan sedih di hati nya.


" Dir, loe tenang ya, gue sama Rai mau cari Rayyan lagi sekarang." ucap Nanda yang melihat Dira terus menangis di pelukan Rai.


Dira melepaskan pelukan Rai " Aku mau ikut mencari Rayyan." sahut Dira dengan nada yang terbata bata.


" Sayang, kamu masih sakit, kamu tunggu di sini aja ya, biar aku saja sama Nanda yang cari Rayyan," Rai mencoba melarang Dira saat merasakan tubuh Dira masih panas dan wajah nya terlihat pucat.


" Bagaimana bisa aku menunggu di sini tapi anak aku di luar sana enggak tau keadaan nya gimana? dia sedang sama siapa? dia sudah makan belum? Rayyan di mana kamu? " Dira kembali terisak menangis.


" Tapi sayang.." Rai masih mencoba melarang nya seraya menghapus air mata Dira.


" Aku mau ikut, pokoknya aku harus ikut." tegas Dira.


" Yaudah, kamu boleh ikut." ucap Rai yang akhirnya menyerah.


Akhirnya Rai, Dira dan Nanda pun bergegas masuk ke mobil dan meninggalkan rumah untuk mencari Rayyan. Rai perlahan menyusuri jalan dari komplek perumahan nya sampai di jalan raya di susul mobil Nanda yang mengikuti dari belakang, tapi mereka tak kunjung menemukan balita mungil tersebut.


" Sebenarnya apa sih yang terjadi sampai Rayyan bisa hilang? " Dira meminta penjelasan Rai di tengah tengah perjalanan mereka.


" Kamu tuh kenapa sih kalau udah sama teman kamu pasti lupa daratan! pokoknya kalau sampai terjadi sesuatu sama Rayyan aku enggak akan memaafkan mu! Rayyan sayang kamu di mana? " balas Dira yang kembali menangis membuat Rai semakin panik tidak karuan memikirkan keadaan putra semata wayang nya.


Rai tetap fokus menyetir, seraya memperhatikan jalan di sekitar nya, sampai mata Dira tertuju pada punggung balita mungil yang tengah berjalan sendirian di pinggir jalan di mana banyak pertokoan di sekitar nya.


" Rai berhenti Rai!! " Seru Dira yang membuat Rai segera meng ngeram mobil nya.


" Kenapa? " tanya nya panik.


" Aku melihat Rayyan,"


" Apa? dimana? "


Dira tidak menjawab dan langsung membuka pintu mobil nya, Dira setengah berlari menghampiri balita yang tengah berjalan tersebut.


" Rayyan sayang, akhirnya mama menemukan mu," seru Dira seraya memeluk dari belakang tubuh balita mungil tersebut.


Dira segera membalikkan tubuh balita tersebut namun matanya terbelalak kaget saat melihat balita yang di peluk nya bukan lah putranya.

__ADS_1


" Ini.. ini bukan Rayyan." ucap Dira lirih saat melihat wajah balita tersebut.


" Vino.. ya ampun kamu di sini," ucap seorang wanita sambil menghampiri Dira yang masih memeluk putranya.


" Ini anak ibu? maaf saya kira anak saya." Dira memberikan balita itu pada ibu nya.


" Enggak apa-apa mbak, anak saya itu memang nakal suka hilang hilang." sahut wanita tersebut sambil tersenyum ramah.


Dira tersenyum lirih " Rayyan, di mana kamu?" ucap Dira yang kembali menangis, sampai dia merasakan pandangan nya perlahan samar dan gelap.


BUUUKKKHH.


Dira jatuh tersungkur di tanah saat kesadaran nya mulai hilang.


" Sayang? " seru Rai yang langsung menghampiri Dira di susul Nanda yang juga keluar dari mobil nya, membuat beberapa orang di sana juga panik.


" Sayang, bangun sayang? " Rai menempuk nepuk pipi Dira.


" Rai, kita bawa ke rumah sakit aja," ucap Nanda yang juga panik.


" Iya mas bawa ke rumah sakit aja." sahut beberapa orang di sana.


Rai dan Nanda pun segera memapah tubuh Dira ke dalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Rai langsung melajukan mobil nya begitu pula dengan Nanda sampai handphone Nanda berbunyi di tengah tengah perjalanan.


" Nan, loe di mana? " terdengar suara Arya dari balik telepon.


" Gue mau ke rumah sakit." ucap Nanda panik.


" Sakit? siapa yang saki? " Arya mengerutkan kening nya.


" Dira tadi pingsan, anak nya juga hilang, "


" Hah? serius loe? kok bisa? " Arya terkejut mendengar nya.


" Serius, panjang ceritanya."


" Oh yaudah loe kasih tau alamat rumah sakitnya, gue sama kemal nyusul ke sana."


" Ok." Nanda segera menutup telepon nya memberitahukan alamat rumah sakit yang hendak di tuju nya bersama Rai.

__ADS_1


Guys. aku tambah lagi nih up nya.. boleh donk tambah vote nya juga 🤗🤗 semoga enggak jenuh yak sama cerita nya ❤️❤️


__ADS_2