
Pagi hari Rai kembali melakukan aktifitas seperti biasanya, Rai terus merapihkan nya dan bergegas keluar kamar untuk sarapan dengan Dira.
" Seperti nya nanti aku pulang agak larut malam, aku mengambil lembur di kantor," ucap nya di sela sela sarapan mereka.
"Mau langsung lembur? " tanya Dira dengan ekspresi sedih.
"Iya,sudah ya aku pergi dulu," Rai beranjak dari kursinya, menghampiri Dira dan mencium keningnya.
"Jangan di paksakan ya kalau lelah, jangan lembur setiap hari," protes Dira dengan nada yang khawatir.
"Iya, tidak usah menunggu ku ya, aku bawa kunci cadangan, kamu tidur duluan saja,"
Dira tersenyum dan mencium punggung tangan Rai yang langsung bergegas keluar rumah menuju kantor nya.
***
Sampai jam 9 malam Rai baru selesai mengerjakan perkerjaan kantor nya, dan bergegas merapihkan meja kerjanya kemudian berjalan keluar kantor. Langkah nya terhenti saat melihat Nanda sedang duduk di depan kantor sambil meminum soft drink yang di pegang nya.
"Belum pulang loe? bukannya enggak lembur? tanya nya saat menghampiri Nanda.
"Gue nungguin loe,"
"ich, so sweet banget loe, jadi geli gue, "
Nanda tersenyum tipis melihat Rai yang memandang nya dengan tatapan risih" Ban motor loe bocor tuh, tadi gue lihat di perkiraan," jelas Nanda.
"Serius loe? " Rai bergegas berjalan menuju perkiraan dan benar saja ban motor nya memang bocor.
" Aaaiissshh.. tadi pagi enggak apa-apa," gerutu Rai dengan wajah yang tampak jengkel.
"Udah loe mau pulang bareng enggak, cepet lah gue capek nih," ucap Nanda yang langsung berjalan menuju mobilnya di ikuti Rai yang langsung masuk ke mobil Nanda.
"Eh, si kemal katanya naik jabatan tuh, minggu besok mau traktir makan," ucap Nanda di sela sela perjalanan mereka.
__ADS_1
"Iya, tadi dia udah sms gue," sahut Rai yang tampak memperhatikan jalanan yang masih ramai.
" Rai, perusahaan bokap loe bangkrut bukan sekedar bangkrut gitu aja kan? " tanya Nanda menyelidik.
Rai terdiam sesaat" Iya, ada permainan seseorang," jawab Rai singkat.
" Siapa? "
" Anak kolangmerat yang suka sama Dira,"
"Serius loe? " tanya Nanda yang tampak terkejut dan Rai hanya mengangguk pelan.
" Serius loe Dira udah nikah sama hamil gitu dia masih suka? Nanda kembali bertanya dengan raut wajah yang masih tidak percaya dan Rai hanya kembali mengangguk pelan.
"Wah.. ada yang lebih gila dari loe ternyata ya," cletuk Nanda sambil sedikit tertawa.
"Udah sakit jiwa dia kayak nya," sahut Rai.
" Kok loe enggak cerita ke gue atau yang lain? " tanya Nanda yang merasa sedikit perubahan sikap Rai yang dulu biasanya selalu bercerita tentang apa saja sekarang menjadi lebih tertutup.
Nanda terkekeh geli mendengar ucapan Rai " udah normal ya otak loe semenjak nikah," ledek Nanda sambil terus tertawa mendengar ucapan Rai yang seakan lebih bijak dari biasanya.
"Ya makanya loe cepat nikah biar otak loe normal juga." tangkis Rai yang tetap di respon tawa renyah dari Nanda. Tak lama Rai sampai di rumahnya, dan mencoba mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak mendapatkan jawaban sampai Rai membuka pintu dengan kunci cadangan yang di bawanya.
Rai masuk ke kamar nya dan melihat Dira yang sudah tertidur di kasur, Rai menghampiri nya perlahan dan mencium lembut kening nya.
Maaf ya pasti kamu kesepian sudah menunggu lama. gumam nya sambil mengusap lembut rambut Dira.
***
Pagi hari setelah Rai berangkat ke kantor Dira melakukan aktifitas seperti biasanya di rumah, sampai terdengar suara ketukan pintu dari depan.
Siapa ya? gumam nya yang langsung bergegas membuka pintu.
__ADS_1
Tampak wajah seorang pria di balik pintu, wajah yang cukup membuat nya mendadak merasa jengkel dan muak melihatnya.
" Dimas? ngapain kamu ke sini? " tanya Dira yang tidak habis fikir mengapa Dimas masih saja berusaha menemuinya.
" Aku ingin bicara,"
" Aku tidak ada waktu, pulang lah," tolak Dira yang langsung mencoba menutup pintu tapi Dimas menahan nya.
" Sebentar saja, kita bicara di teras saja," paksa Dimas.
Dira terdiam dan terpaksa menurutin keinginan Dimas.
" Ada apa lagi? " tanya Dira saat Dimas sudah duduk di samping nya.
Dimas terdiam seraya memutar pandangan nya pada pemandangan sekitar nya yang tampak sederhana.
" Apa kamu nyaman hidup seperti ini? "
Dira tersenyum tipis mendengar pertanyaan Dimas" Sangat nyaman, karena aku hidup bersama pria yang aku cintai,"
" Dia tidak akan bisa membahagiakan mu,"
Dira terdiam dan menatap Dimas yang duduk di samping nya dengan pandangan yang lurus ke depan " Apa aku wanita pertama yang kamu cintai?" tanya Dira.
Dimas menoleh " Iya. " jawab nya singkat.
Dira kembali tersenyum " sama seperti ku, Rainan adalah pria pertama yang aku cintai, sejak sekolah aku sudah menyukai nya bahkan jauh sebelum kamu menyukai ku, kamu pasti bisa merasakan kan bagaimana jika kehilangan cinta pertama mu? aku belum menjadi milik mu, aku rasa tidak terlalu sulit untuk mu melupakan ku, tapi Rainan sudah menjadi suami ku bahkan aku sedang mengandung anaknya, mungkin aku bisa gila atau bahkan mati secara perlahan jika kehilangan nya.. aku sangat mencintai nya. kamu pasti bisa mengerti itu kan? "
Dimas hanya terdiam dan memalingkan wajah nya dari Dira dan kembali meluruskan pandangan nya.
" Kamu pria baik, kamu tau aku sangat beruntung bisa dekat dengan mu saat di kantor dan kamu tau banyak wanita di kantor yang ingin dekat dengan mu tapi mereka bilang kamu terlalu kaku.. aku tertawa mendengar ucapan wanita itu, karena bagiku kamu tidak seperti itu, kamu baik, ramah dan menyenangkan, bersikap lah seperti itu pada wanita selain aku.. mereka akan jauh lebih mencintai mu." sambung Dira.
Dimas masih tetap terdiam dan beranjak dari kursi nya, bergegas meninggalkan rumah Dira tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
Guys, jangan lupa, like, komen dan vote yak ❤️❤️