Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Mendingin


__ADS_3

Akhirnya Rayyan memilih menunggu di luar dan membiarkan Reska bersama orang tuanya di dalam.


"Mah," ucap Reska sambil mengunyah makanannya yang sedang di suapi sang ibu.


"Iya sayang,"


"Setelah pulang dari rumah sakit Reska ingin tinggal di rumah mama dulu, Reska enggak ingin tinggal bersama Rayyan." pintanya dengan wajah yang masih sedih.


Shanum menghela nafas, meletakkan makanan yang di pegangnya di meja.


"Kenapa ingin seperti itu?" tanyanya lembut.


"Reska masih kecewa dengan Rayyan enggak ingin melihatnya dulu."


"Kamu boleh tinggal di rumah mama, tapi bersama Rayyan juga, bagaimana pun Rayyan tetap suami mu, tidak baik bersikap seperti itu."


"Tapi mah.. "


"Sayang, Rayyan pun hanya manusia biasa, tidak ada suami yang sempurna.. mama yakin Rayyan sangat mencintaimu, beri dia kesempatan." bujuk Shanum.


Reska hanya terdiam tanpa mengatakan apapun. Sampai tak lama Kemal datang ke ruangan tersebut.


"Sayang, papa punya kabar baik untukmu," ucapnya seraya menghampiri Reska dengan senyum di bibirnya.


"Kabar apa pah?"


"Bayi mu laki laki, sekarang keadaannya sudah mulai stabil, papa dan papa Rayyan baru melihatnya barusan,"


"Benarkah? alhamdulillah," ucap haru Reska yang mendengar berita menyenangkan itu.


"Reska juga ingin melihatnya pah, boleh kan?" pintanya antusias.


"Bisa, dokter bilang bayi kamu tidak bisa langsung di bawa pulang dia masih butuh perawatan intensif di sini untuk beberapa pekan, tidak apa apa kan?"


"Tidak apa-apa pah, yang penting bayi Reska bisa sehat kembali." ucapnya sambil tersenyum.


"Ya sudah, tunggu sebentar papa ambilkan kursi roda." Kemal bergegas mengambil kursi roda untuk Reska yang belum bisa berjalan pasca operasi yang di jalaninnya.


Tak lama Kemal kembali dan mendorong Reska ke luar ruang rawat menuju ruang nicu tempat bayinya di rawat.


"Pah," panggil Rayyan yang langsung menghampiri Reska begitu melihat mereka keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aku juga ingin melihat bayi ku, biar aku yang pergi bersama Reska."


Kemal terdiam sesaat.


"Baiklah, sayang kamu pergi sama Rayyan ya, dia juga ingin melihat bayinya." bujuk Kemal namun Reska hanya terdiam dan enggan melihat ke arah Rayyan.


Rayyan tersenyum dan bergegas mendorong kursi roda tersebut menuju ruang nicu. Sampai mereka masuk ke dalam tampak bayi mungil yang sedang tertidur di dalam inkubator sebagai penghangat tubuhnya.


"Ini bayi ku?" gumamnya yang merasa senang namun juga sedih karena melihat ukuran bayinya yang lebih kecil dari pada bayi normal pada umumnya.


"Dia tampan," ucap Rayyan yang menatap paras putranya itu.


"Sayang, kamu harus kuat ya.. untuk sementara kita tidak bisa tinggal bersama dulu, tapi mama akan sering menjenguk mu, mama sayang kamu." ucap Reska yang dengan air mata yang membasahi pipinya melihat kondisi bayi mungilnya.


Rayyan mengusap lembut punggung Reska."Bayi kita pasti akan semakin membaik, " ucapnya, namun Reska tak menjawab apa pun sampai mereka kembali ke ruang rawat inap.


Rayyan memapah Reska untuk kembali duduk di ranjangnya.


"Aku ingin bicara," ucap Reska kemudian.


Rayyan tersenyum lega akhirnya Reska mau berbicara dengannya lagi.


"Bicara apa?" mencoba duduk di samping Reska.


Wajah Rayyan yang tadinya terlihat antusias mendadak menjadi kecewa mendengar perkataan Reska barusan.


"Aku tau kamu masih membenci ku, kamu bisa tidak berbicara dengan ku selama apapun yang kamu inginkan, tapi aku tidak bisa jika harus hidup terpisah dengan mu." tolak Rayyan.


Reska kembali tersenyum lirih mendengar ucapan Rayyan." Tidak bisa terpisah hidup dengan ku? selama kita hidup bersama apa kamu pernah perduli dengan ku? kamu tidak membutuhkan ku, kamu lebih butuh perkerjaan mu bukan?" tanyanya dengan mata yang kembali berkaca kaca.


"Aku tau aku salah, aku sangat mengecewakan mu, aku suami yang buruk apa pun pendapat mu tentang ku, aku terima itu.. tapi yang jelas aku masih sangat mencintai mu, aku memang berselingkuh dengan perkerjaan ku, aku mengabaikan mu dan membuat kondisi mu buruk.. tapi percayalah dari kecil hingga saat ini aku hanya bisa mencintaimu, hanya kamu wanita satu satunya yang aku cintai hingga detik ini, aku mohon beri aku kesempatan lagi," bujuk Rayyan.


Reska hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari Rayyan yang sedang menatapnya dengan penuh harap..


***


Tiga hari kemudian Reska di perbolehkan pulang, tapi tidak untuk bayinya yang tetap harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit untuk beberapa pekan.


"Aku sudah mengurus semuanya, kita bisa pulang sekarang," ucap Rayyan yang masuk ke ruangan tersebut setelah mengurus beberapa berkas untuk kepulangan Reska.


"Ayo pah kita pulang," Kemal dengan sigap kembali memapah Reska ke kursi rodanya untuk keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


"Rayyan, untuk sementara waktu Reska akan tinggal di rumah kami, dan kamu tinggalah bersama kami," ucap Shanum kemudian yang melihat Rayyan hanya diam mematung.


Reska sempat ingin berucap protes dengan ucapan sang ibu namun dirinya akhirnya pasrah dan membiarkan Rayyan ikut bersamanya.


Tak lama mereka sampai di rumah orang tua Reska. Rayyan segera mendorong kursi roda Reska menuju kamarnya lalu Rayyan keluar kamar untuk mengambil beberapa tas di mobilnya.


"Rasanya haus sekali," gumam Reska yang ingin mengambil air mineral di meja kamarnya.


Reska perlahan berdiri dari kursi rodanya dan mencoba berjalan sedikit demi sedikit.


"Rasanya sakit sekali." gumamya yang menghentikan langkahnya merasakan kembali nyeri di bagian perutnya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Rayyan yang melihat Reska diam di tempat.


"Aku.. ingin minum," kembali mencoba melangkahkan kakinya kembali.


Rayyan dengan cepat menghampiri dan menggendongnya, lalu mendudukan tubuh Reska di ranjang.


"Minumlah," mengambil air mineral di meja dan memberikannya pada Reska.


"Tidak usah di gendong, aku ingin belajar berjalan." ucap Reska dengan wajah yang masih enggan untuk memandang Rayyan di hadapannya.


Rayyan menghela nafas dan mencoba mengerti atas sikap Reska yang masih dingin padanya. Malam hari Rayyan membawakan makanan dan obat untuk Reska.


"Makanlah," mencoba menyuapi Reska yang sedang duduk di ranjang.


"Aku bisa makan sendiri," mengambil piring di tangan Rayyan dan memakaanya sendiri.


Selesai makan Reska segera merebahkan tubuhnya di ranjang dan menarik selimut ke tubuhnya.


"Apa kamu tidak ingin ke toilet dulu? aku akan memapah mu berjalan?" tanya Rayyan yang melihat Reska sudah berbaring di ranjang membelakanginya.


Reska hanya menggeleng menjawab pertanyaan Rayyan. Sampai Rayyan pun merebahkan tubuhnya di ranjang dan melihat punggung Reska yang masih membelakanginya.


"Apa AC nya terlalu dingin?" tanyanya kembali yang melihat Reska hampir menyelimuti seluruh tubuhnya.


Reska kembali menggeleng.


"Aku rindu memeluk mu." ucap Rayyan kemudian.


Reska tak menjawab apa pun dan justru menarik selimutnya sampai benar-benar menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Rayyan kembali menghela nafas menerima perlakuan dingin Reska padanya." Baiklah, tidurlah.. aku mencintaimu." ucapnya kembali namun Reska masih diam seribu bahasa mendengar semua perkataan Rayyan padanya malam itu.


Jangan lupa komen dan votenya yang banyak yak..❤️❤️❤️❤️


__ADS_2