
Rayyan terus terdiam dengan fikirannya.
"Kayaknya sikap gue tadi udah keterlaluan." sesalnya.
Rayyan meraih handphonenya dan menuliskan pesan untuk Reska.
Res, gue minta maaf.
Tulisnya dalam pesan tersebut. Sekian menit bahkan jam menunggu tapi Rayyan tidak mendapatkan balasan apa pun dari Reska.
"Dia enggak pernah bales sms atau angkat telepon gue lagi." batinya yang mulai merasa gusar.
***
Keesokan harinya Rayyan mendatangi kampus Reska.
"Mau kemana loe?" tanya Devan yang berpapasan dengan Rayyan di lorong kampus.
"Ke si Reska." jawabannya singkat yang langsung berlalu meninggalkan Devan.
"Tuh anak perasaan rajin banget nemuin si Reska? ada apa gerangan?" batin Devan.
Tak lama Rayyan sampai di kelas Reska dan melihat susana kelas yang sepi hanya ada Reska yang sedang merapihkan bukunya.
"Res." panggilnya yang perlahan menghampiri Reska.
Reska mendongkakan wajahnya dan menarik nafas melihat Rayyan yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ada apa lagi?" tanyanya ketus.
"Kenapa sms gue enggak pernah di balas?"
__ADS_1
Reska beranjak dari duduknya."Gue enggak ada pulsa." kilahnya yang hendak meninggalkan Rayyan menahan lengannya.
"Gue minta maaf." lirihnya menatap tajam gadis itu.
"Enggak ada yang perlu di maafkan." mencoba melepaskan tangan Rayyan yang semakin erat memegangnya.
"Ok, gue mau ajak loe jalan malam ini." ucap Rayyan kemudian.
Reska tertengun mendengar ucapan pria itu. Memorinya langsung teringat saat Rayyan mengajaknya jalan hanya untuk mengatakan dia menganggap Reska hanyalah adik yang membuat gadis itu lebih memilih mengubur dalam dalam perasaannya pada Rayyan.
"Gue sibuk malam ini." tolaknya.
"Malam apa pun kapan pun loe bisa gue tunggu," bujuknya.
"Enggak bisa." tolaknya lagi.
"Gue mohon." Rayyan mengiba..
"Ok, gue tunggu loe malam ini di taman kota, temuin gue malam ini setelah itu gue akan penuhi permintaan loe, untuk enggak ganggu loe lagi."
Reska terdiam sejenak mendengar tawaran Rayyan .
"Ok, " jawabannya singkat yang langsung melepaskan tangan Rayyan dan berlalu pergi meninggalkannya.
***
Malam harinya Rayyan sudah siap dengan penampilan terbaiknya dan terus memandangi pantulan tubuhnya di cermin. Dia bergegas ke luar kamar dan melajukan mobilnya menuju taman kota. Di tengah perjalanan Rayyan memberhentikan mobilnya di sebuah toko bunga dan membeli bunga cantik di sana.
"Dia suka bunga enggak ya?!" batinya yang mencium aroma bunga tersebut dan kemudian kembali masuk ke mobilnya.
Tak lama Rayyan sampai di taman kota dan duduk menunggu di bangku kosong yang ada di sana. Sesekali Rayyan melirik arloji yang di kenakakannya. Sekian lama Rayyan menunggu tapi dia tak juga melihat kedatangan Reska malam itu.
__ADS_1
"Dia benar-benar enggak datang." batinya yang penuh dengan rasa kecewa.
Rayyan mencoba menghubungi gadis itu beberapa kali tapi yang terdengar hanyalah suara operator. Rayyan menghela nafas, perasaannya sungguh tak bisa di ungkapkan. Benar benar kecewa tapi hatinya sungguh sangat ingin bertemu Reska malam itu.
Rayyan beranjak dari duduknya dan bergegas masuk ke mobilnya menuju suatu tempat. Tak lama Rayyan sampai di rumah Reska. Terlihat rumah besar yang tampak sepi.
Rayyan segera mengetuk pintu dan mengucap salam.
"Assalamualaikum,,"
"Walaikumsalam," terdengar suara wanita dari dalam dan langsung membuka pintu.
"Rayyan?" ucap Shanum yang melihat wajah Rayyan di balik pintu.
Rayyan tersenyum dan mencium punggung tangan Shanum .
"Reskanya ada tante?""
"Reska? Reskanya tadi keluar rumah," jawab Shanum dengan ekspresi bingung.
"Oya? keluar kemana tante?"
"Enggak tau.. Reska enggak bilang."
"Sendiri tante?"
"Iya, sendiri kok."
"Oh gitu ya, yaudah Rayyan pulang dulu tante." pamitnya sambil tersenyum dan bergegas masuk ke mobilnya.
Rayyan mengambil handphonenya dan kembali menghubungi Reska tapi handphone gadis itu tetap tidak aktif. Rayyan menghela nafas kecewa dan mengusap kasar wajahnya. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa Reska sampai seperti itu menjauhinya.
__ADS_1
Dikit ya? mau lagi? vote dulu ya.. aku up lagi.. ok.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️