
Nanda masih terdiam dengan menundukkan sedikit kepalanya mencoba lebih berkonsentrasi lagi dengan apa yang akan di bacanya.
"Nak Nanda." panggil ayah Sabrina yang membuyarkan lamunan Nanda.
Nanda mendongkakan wajahnya melihat mata seluruh tamu undangan tertuju padanya.
"Maaf saya agak lupa." ucap Nanda pelan.
"Tenang, tidak usah gugup ya, tarik nafas yang panjang dan jangan gugup." ucap pak penghulu menenangkan.
Nanda menarik nafas panjang dan kembali terdiam membuat wajah tegang seluruh para tamu undangan. Tak lama Nanda mendekatkan kembali mic ke bibirnya yang dan mencoba lebih berkonsentrasi lagi.
Sampai terdengar suara merdunya yang mulai melantunkan surah tersebut, terdengar menjekukan hati saat dirinya mulai melantunkan surah tersebut sedikit demi sedikit sampai akhirnya dia bisa menyelesaikan membaca surah tersebut. Di barisan belakang terlihat Sabrina yang terharu saat pria yang di cintainya dapat mengabulkan permintaannya.
Kakak kelas yang telah lama di kenalnya dan terkenal bad boy di sekolahnya kini benar benar terlihat berbeda di matanya, senyum pun terus mengembang di bibir gadis itu. Sampai Nanda selesai mengucap ijab qobul dan Sabrina duduk di sampingnya dengan senyum bahagia.
Acara akad pun selesai dan di lanjutkan resepsi sampai malam hari semuanya berjalan sangat lancar sampai acara selesai. Setelah acara selesai Nanda, Sabrina dan keluarganya pun menginap di hotel yang sama. Nanda dan Sabrina segera masuk ke kamar hotel setelah acara selesai terlihat kamar hotel yang di hias cantik untuk pasangan pengantin baru tersebut.
"Alhamdulillah ya semuanya berjalan lancar." ucap Sabrina saat mereka duduk di ranjang.
Nanda tersenyum "Iya maaf ya tadi sempat lupa hafalannya." sesal Nanda.
"Enggak apa-apa kok aku ngerti, makasih ya udah kabulin permintaan aku." Sabrina tersenyum simpul.
Nanda terdiam melihat senyuman gadis itu, ino benar benar mimpi untuknya, gadis yang telah lama di sukainya kini telah sah menjadi istrinya. Wajah Sabrina sedikit memerah saat Nanda terus memandangnya.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu ya." ucap Sabrina gugup dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya.
"Oh iya." Nanda mengangguk dan Sabrina segera bergegas ke kamar mandi.
Tak lama gadis itu keluar kamar mandi dengan mengenakan setelan baju tidur panjang berwarna navy, tampak terlihat cantik natural wajahnya dengan rambut panjang yang masih terlihat sedikit basah. Nanda yang sedang bersandar di ranjang pun menoleh matanya tak berkedip melihat wajah gadis itu untuk pertama kalinya tidak mengenakan hijab.
"Masyaallah cantiknya." puji Nanda yang membuat Sabrina sedikit malu dan menundukkan kepalanya.
Nanda perlahan berjalan mendekati gadis itu.
"Kamu cantik banget." pujinya kembali pada Sabrina yang masih menundukkan sedikit kepalanya.
"Kak Nanda mau mandi juga?" ucap Sabrina gugup.
"Oh iya, aku mandi dulu." sahut Nanda yang juga masih mengenakan pakaian pengantinnya.
Tak lama Nanda selesai mandi dan melihat Sabrina tengah bersandar di ranjang.
"Kamu mau makan di luar? " tanya Nanda yang menghampiri Sabrina.
"Enggak usah sudah malam, pesan di hotel ini saja ya minta di antar ke sini."
"Oh yaudah aku pesanin ya." Nanda pun segera memesan makanan.
Tak lama makanan pun datang dan mereka makan bersama. Selesai makan Nanda menghampiri Sabrina yang kembali bersandar di ranjang.
__ADS_1
"Mau tidur?" tanya Nanda kembali.
"Mau sholat isya dulu, kan tadi belum sholat." jawab gadis itu.
"Oh yaudah ayo sholat."
Mereka pun bergegas mengambil wudhu, dan untuk pertama kali dalam hidupnya Nanda menhimami seseorang wanita saat sholat. sedikit gugup untuknya tapi Nanda merasa sangat senang bisa melakukan itu.
Selesai sholat mereka pun kembali ke duduk di ranjang, tidak ada percakapan di antara mereka terasa sangat canggung untuk keduanya.
"Nonton tv aja kali ya." ucap Sabrina memecah keheningan.
"Oh iya, nonton tv aja biar rame." sahut Nanda.
Mereka pun menonton televisi dan tetap tidak bersuara. Nanda memandang wajah Sabrina di sampingnya yang tengah fokus menonton televisi.
"Kenapa kak? ada yang salah ya sama wajah aku?" tanya Sabrina yang sedikit gugup karena Nanda terus memandangnya.
"Kamu cantik." ucapnya yang perlahan memegang tangan Sabrina lembut.
Gadis itu tampak malu dan sedikit tersenyum.
"Aku boleh minta sekarang enggak?" tanya Nanya yang sudah tidak dapat menahan hasratnya.
Jantung Sabrina berdegup kencang mendengar perkataan Nanda. tapi dia mengerti kalau saat ini tubuhnya milik Nanda seorang.
__ADS_1
Sabrina pun mengangguk pelan membuat Nanda tersenyum sumringah. Nanda pun membaca doa sebelum melakukan hubungan badan dan mulai mencium lembut bibir Sabrina.
Hayo!! serius banget bacanya 😅😅 di skip aja kali ya adegan dewasa nya, bulan puasa nih.. 😂😂 yang kenceng donk votenya biar aku semangat nulisnya 🤗🤗❤️❤️❤️❤️