
Sore itu Rai dan Dira bersiap untuk kembali pulang ke jakarta.
"Pak, bi.. saya sama istri saya pulang dulu ya, " pamit Rai pada pak ujang dan bi risma sore itu.
"iya den, hati-hati di jalan ya," ujar pak ujang.
"iya den, kapan kapan main lagi ya ke sin, " sambung bi risma.
"iya, nanti kalau ada waktu saya ke sini lagi."sahut Rai dan Dira sambil tersenyum lalu bergegas meninggalkan villa tersebut.
***
Larut malam mereka sampai di rumah mereka, Rai langsung merebahkan tubuhnya di kasur untuk menghilangkan rasa lelah nya.
"Rai, kamu mau aku buatin makanan enggak? " Dira menghampiri Rai yang terlihat sangat lelah malam itu.
"Enggak usah, kamu aja ya, aku enggak laper,"
"Aku juga enggak pengen makan, aku mau tidur aja ya,"
"Oh, yaudah kamu tidur aja, aku mau mandi dulu." Rai beranjak dari ranjang menuju kamar mandi sementara Dira langsung memejamkan mata nya dan merasa tubuhnya sangat lelah malam itu.
***
Pagi itu Rai mulai membuka matanya dia melirik jam dinding di kamar nya yang sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi.
"Astaga, gue kesiangan, " Rai bergegas turun dari ranjang nya dan melihat Dira yang masih tertutup selimut pagi itu.
"Dir, kok kamu belum bangun? biasanya kamu bangunin aku, udah siang nih." ucap nya yang merasa aneh karena biasanya Dira selalu bangun lebih awal darinya.
"Dir? " Rai mencoba memanggil Dira lagi saat hendak ke kamar mandi tapi tak juga ada respon darinya.
Rai menghampiri Dira dan membuka selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
"Dir? " Rai menempuk pelan tubuh Dira.
.
"Panas banget badan nya? " Rai memegang beberapa bagian tubuh Dira yang terasa cukup panas.
__ADS_1
"Dir? kamu sakit? " Rai mulai panik.
Dira perlahan membuka matanya, dan merasa sakit dan panas di sekujur tubuhnya.
"Iya Rai, aku enggak enak badan, " ucapnya pelan.
"Yaudah kalau gitu, kita ke dokter ya sekarang, " bujuk Rai.
"Engga usah, kamu kerja aja cuma demam biasa ntar juga sembuh, "
"Aku enggak kerja dulu, kita ke dokter aja ya, " Rai mencoba membujuk lagi.
"Engga usah Rai, di kotak obat ada obat demam aku minum itu aja," pinta Dira.
"Yaudah bentar aku ambilin ya, " Rai bergegas mengambil obat dan air untuk Dira.
"Oia, kamu kan belum sarapan? harusnya makan dulu kan baru minum obat? " tanya Rai tentang prosedur minum obat yang benar pada Dira.
"iya sih, tapi makan apa Rai? cuma ada buah aja stok makanan udah enggak ada? " Dira mencoba bersandar di ranjang dan melihat raut wajah Rai yang tampak bingung.
"Aku masakin makanan aja buat kamu."
"Bisa lah, apa sih yang enggak bisa buat aku, naklukin hati kamu aja bisa, " jawab nya penuh keyakinan.
"iiissshh.. dasar. " Dira hanya tersenyum mendengar ucapan Rai.
"Yaudah, aku buat makanan dulu. " Rai bergegas ke dapur, di lihatnya di kulkas beberapa bahan makanan.
aduh.. masak apa ya? bingung, selama ini gue cuma bisa masak mie instan, ada ikan ikanan sama sayuran aja, mana bisa gue masak begituan.. gerutu rai yang mulai frustrasi
Rai hanya terdiam sambil memandang bahan makanan di hadapan nya sambil mencoba berfikir.
mending gue pesan makanan online aja deh, hidup kok di buat susah.
Rai mengeluarkan handphone nya dan mulai mencari makanan online yang akan di pesan nya. Tak lama Rai menunggu pesanan nya di depan rumah sampai pesanan itu datang dan rai bergegas membawa nya ke dapur.
"Sip. gue bilang aja sama Dira ini masakan gue. " ucapnya sambil tersenyum dan menaruh beberapa makanan itu di piring.
Rai segera menuju kamarnya dan melihat Dira yang masih berbaring di kasur.
__ADS_1
"Dir makan dulu ya, habis itu minum obat," panggil Rai sambil menaruh beberapa piring berisi makanan di meja dekat ranjang nya.
"Sudah selesai Rai masaknya? " Dira menoleh ke arah ke Rai dan mencoba bersandar di ranjang.
"Sudah. "
"Rai, banyak banget masak nya, " Dira melihat beberapa makanan yang di letakan di meja.
"Iya, yaudah kamu makan ya, " Rai duduk di kasur sambil mencoba menyuapi Dira.
Dira tersenyum dan menerima suapan demi suapan dari Rai.
"ini kamu semua yang masak? "
"Iya,"
Dira mengerutkan kening nya dengan perasaan aneh.
"Rai kok kamu masak ayam? di kulkas kan enggak ada ayam? " tanya Dira sambil mengingat bahan makanan yang ada di kulkas.
"Ada kok, kamu lupa kali, "
"Aku enggak mungkin lupa Rai, kan aku yang belanja." protes Dira yang yakin dengan ucapan nya.
Dira mencoba mendekatkan wajah nya pada Rai, menatap Rai dengan lekat seraya menekan Rai untuk berkata jujur padanya.
"Iya, iya, aku tadi pesan makanan online." sahut Rai yang akhirnya menyerah karena Dira memang tidak mudah untuk di bohongi olehnya.
"Makanan online? "
"Iya, habis dari pada kamu tambah enggak nafsu makan nanti makan masakan aku."
Dira pun tersenyum mendengar ucapan rai " tadi katanya bisa masak? " ledek nya .
"Iya, masak mie instan sih bisa, tapi kamu lagi sakit masa aku kasih mie instan, " ucap Rai yang melihat Dira tersenyum puas.
"Mie instan sih anak SD juga bisa,"
"Yaudah, yaudah cepat habisin nih makanya terus minum obat."
__ADS_1
Dira hanya tertawa melihat Rai yang tampak kesal karena kebohongan nya begitu mudah di tebak untuk nya .