Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Berhenti memperhatikan ku


__ADS_3

Setelah beberapa saat keluar dari ruangan tersebut Rayyan kembali duduk bersama temsn temannya. Sesekali dia melirik Reska yang tampak mesra dengan pria yang di sebut pacarnya itu. Rayyan merasa tidak nyaman dengan kemesraan yang di tunjukkan Reska yang duduk di hadapannya, entahlah Rayyan sadar dia menyayangi Reska seperti adiknya sendiri tapi saat ini tidak suka melihat Reska bersama pria lain. Sampai acara selesai Rayyan hanya mencoba cuek dan tidak banyak bicara .


***


Keesokan harinya.


Hari ini Rayyan mendatangi kampus Reska untuk sekedar mengisi waktu luang, karena baru saja lulus kuliah dia belum begitu mempunyai banyak kegiatan dan hanya sesekali di minta Rainan untuk belajar dan membantu mengurus perusahaannya.


"Si Reska mana?" tanya Rayyan yang tidak melihat Reska bersama teman temannya di kantin.


"Tadi sih masih ada kelas, tapi seharusnya udah kelar sih, tapi belum keluar juga tuh anak." sahut Rayka.


Sementara di kelas Reska baru merapihkan buku bukunya namun, tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit.


"Ya ampun, kebiasaan nih kalau datang bulan gini terus." rintihan saraya memegangi perutnya dan menyandarkan kepalanya di meja untuk beberapa saat sampai kelas itu benar-benar sepi dan hanya ada dirinya.


"Sakit banget .. " rintihnya kembali sambil memejamkan matanya.


"Minum nih," ucap seorang pria yang perlahan mendekatiny dan meletakkan obat pereda nyeri haid di mejanya.


Reska membuka matanya dan melihat Rayyan yang sudah berdiri di sampingnya.


"Rayyan? ngapain loe di sini?" tanyanya bingung .


"Ngapain aja terserah gue, minum cepat obatnya." perintah Rayyan .


Reska pun segera meminum obat pereda nyeri haid itu.


"Muka loe pucet, kita pulang sekarang, gue antar balik." ajak Rayyan.


"Enggak usah, gue di jemput pacar gue kok." tolaknya.


"Oh gitu, yaudah telepon pacar loe, gue tunggu sampai dia jemput." Rayyan duduk di kursi depan Reska.


"Oh," Reska tampak bingung.

__ADS_1


"Cepat telepon." perintah Rayyan kembali.


"Gue.. mau ke toilet dulu." beranjak dari kursinya, meninggalkan kelas menuju toilet.


Sesampainya di toilet Reska mengeluarkan handphone dari saku celana jeansnya.


"Aduh mau enggak ya tuh cowok jemput gue sekarang, gue kan sewa dia cuma semalam.. telepon aja lah." batin Reska yang langsung menekan nomor telepon di handphonenya.


"Halo, mbak, ada apa?" terdengar suara pria di balik telepon.


"Halo Tejo, loe di mana? jemput gue sekarang donk di kampus gue, loe sewa mobil nanti gue kasih upah lebih." perintah Reska dengan suara cepat tanpa rem.


"Jemput mbak?!" suara pria tersebut terdengar bingung.


"Iya.. Sutejo.. jemput gue sekarang!!" perintah gemas Reska.


"Aduh mbak.. maaf, saya udah pulang kampung."


"Hah? pulang kampung?!!" Reska tampak terkejut.


"Ya ampun Tejo.. dapet uang langsung pulang kampung aja.. gue kan masih butuh bantuan loe." gerutu Reska .


"Maaf mbak.. minggu depan saya mau kok bantu lagi." tawarnya.


"Astaga.. minggu depan sih kelamaan, udahlah!!" Reska dengan kesal menutup teleponnya.


"Salah pilih orang kayaknya gue." batinya kesal yang langsung keluar dari toilet dan kembali ke kelas.


Di kelas Reska hendak mengambil tasnya dan melihat Rayyan yang masih menunggu di kelas.


"Masih nunggu?" batinya yang perlahan menghampiri Rayyan.


"Lama banget ke toilet, gue kira loe pingsan." ucap Rayyan yang melihat kedatangan Reska.


"Oh, yaudah gue balik dulu." mengambil tas di banhkunya.

__ADS_1


"Pacar loe udah jemput?"


Reska terdiam sesaat. "Emm.. dia ada urusan katanya, gue pulang sendiri aja, perut gue juga udah enggak sakit kok."


Rayyan beranjak dari duduknya."Pulang sama gue." menarik tangan Reska keluar kelas. Reska pun pasrah sampai mereka masuk ke mobil dan meninggalkan area kampus.


Di perjalanan Reska kembali merasakan perutnya yang terasa sakit. Sesekali Rayyan melirik Reska yang terlihat memegangi perutnya.


"Masih sakit?!" tanyanya khawatir.


Reska mengangguk pelan.


"Gue beliin obat lagi ya?"


Reska menggeleng."Mau cepat pulang aja." pintanya.


Rayyan pun pasrah dan bergegas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak lama mobilnya sampai di depan rumah Reska.


"Gue anter loe sampai dalam." ucap Rayyan seraya melepaskan sabuk pengaman Reska.


"Enggak usah, sampai sini aja." hendak keluar mobil tapi Rayyan menahan lengannya.


"Berhenti memperhatikan gue." lirih Reska.


"Apa?" Rayyan tidak mengerti.


"Berhenti memperhatikan gue mulai saat ini." tegasnya.


"Sampai kapan loe kaya gini?! loe tau, loe udah benar-benar sangat berubah." lirih Rayyan yang sebenarnya merindukan sosok Reska yang dulu.


Reska tersenyum tipis."Waktu yang merubah segalanya." ucapnya.


"Waktu? jadi karena waktu dan pacar loe begini? seberapa hebat sih pacar loe itu?"


"Tidak hebat, tapi setidaknya perhatian yang di berikan seorang pacar pasti karena wanita itu pacarnya bukan karena pria itu menganggap adik atau sekedar teman." ucap Reska yang langsung bergegas keluar dari mobil Rayyan, meninggalkan Rayyan yang hanya diam mematung .

__ADS_1


Vote nya dooooong sayaaaang...aku udah up tiap hari lho. 😥😥😥😥😥


__ADS_2