Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Extra part Racun dunia


__ADS_3

"Apa saja jadwal ku hari ini?" tanya Rai pada sekretarisnya saat hendak memasuki ruangannya.


Sontak saja sekretarisnya mengambil tab di meja kerjanya dan masuk ke dalam ruangan mengikuti arah kaki Rai yang langsung duduk di kursi kerjanya.


"Hari ini ada pertemuan dengan ibu Tiara, membahas kontrak kerja sama pak." jelas sekretarisnya.


"Oh, jam berapa dia datang?"


"Sebentar lagi pak, ibu Tiara sedang dalam perjalanan."


Rai mengangguk dan sekretarisnya pamit keluar ruangan. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari sekretarisnya yang memberitahukan ibu Tiara telah datang dan Rai segera mempersilahkannya masuk.


Rai yang masih berdiam di kursi kerjanya tampak mengerjapkan matanya beberapa kali melihat sosok wanita muda dan cantik, dengan pakaian yang super ketat dengan rambut di cepol yang memperlihatkan leher jenjangnya.


"Boleh saya masuk?" ucapnya sambil tersenyum.


"Silakan," Rai mempersilahkan kliennya itu duduk.


Wanita dengan paras yang menggoda dengan tatapan nakal itu tampak terus memandangi Rai saat Rai membahas kembali isi kontrak kerja sama mereka.


"Kamu mengerti yang aku katakan?" tanya Rai yang merasa wanita itu tidak mendengarkannya dan justru lebih fokus memandang wajahnya.


"Saya tidak mengerti, bisa lebih di perjelas?" Wanita itu beranjak dari sofa di hadapan Rai dan lebih memilih duduk di samping Rai.


Duduk di sana kenapa memangnya?" tanya Rai sedikit risih.


"Biar lebih jelas pak." jawabannya dengan senyum yang mengoda.


Aduh...gini banget ya. batin Rai sambil membuang pandangannya.


Rai kembali menjelaskan isi kontrak kerja sama tersebut tapi tetap saja wanita itu tampak fokus memandang Rai dan semakin duduk rapat di sebelah Rai.


"Lihatnya ke sini, jangan ke wajah saya, nanti kalau tidak mengerti juga saya batalkan kontraknya." geram Rai yang sudah cukup gemas dengan wanita tersebut.


"Kalau galak gitu, makin ganteng pak." pujinya sambil kembali tersenyum.


Astaga.. benar benar racun dunia. batin Rai.

__ADS_1


Rai mencoba sabar dan kembali menjelaskan kerja sama mereka sampai tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangannya.


"Papap, " teriak Rayyan di balik pintu yang sontak saja membuat Rai dan wanita itu tampak terkejut .


" Sayang, jangan masuk dulu, sedang ada tamu." Dira mencoba mencegah Rayyan masuk.


Tapi tiba-tiba matanya membulat dan hatinya terasa sangat mendidih melihat Rai yang tampak duduk sangat rapat dengan wanita asing yang di lihatnya.


"Sayang, kita pulang saja." sambil menarik tangan Rayyan agar keluar dari ruangan tersebut.


Rai bergegas beranjak dari sofa yang seperti sudah melihat tanduk di kepala Dira dan mencegahnya pergi.


"Sayang, kok pulang, tunggu bentar ya klien aku sebentar lagi pulang." sambil mencegah Dira pergi.


"Asik ya, dempet dempetan." sindir Dira.


"Enggak gitu, dia yang maju, nanti aku kasih lihat cctv deh kalau enggak percaya, sekarang masuk ya." bujuk Rai sambil mengiring Dira dan Rayyan masuk ke ruangannya.


"Tunggu di sini ya, Rayka mana?" tanyanya sambil mendudukan Dira di kursi kerjanya.


"Di rumah sama bibi." jawab Dira ketus.


"Duduk di sini ya." Rai mendudukan Rayyan di sebelah Tiara tampak balita itu bertepuk tangan.


"Ini anak bapak?" Wanita itu melirik Rayyan.


"Iya, anak pertama saya, anak kedua saya di rumah, anak ketiga saya masih dalam proses." jelas Rai sambil tersenyum.


Tampangnya masih muda gini ternyata anaknya udah banyak. batin Tiara sambil memasang wajah malas.


Rai kembali menjelaskan kontrak kerja samanya dengan berkas yang di pegangnya, tampak Tiara dan Rayyan yang lebih serius memandang berkas yang di tunjukan Rai pada mereka, celoteh celoteh Rayyan menghiasi perbincangan mereka . Sampai akhirnya semuanya selesai dan Tiara pamit dengan wajah yang tampak di tekuk.


"Sayang.." sambil menghampiri Dira yang masih duduk di kursi kerja.


"Aku mau pulang." ketus Dira yang langsung beranjak dari kursinya.


"Ya ampun yank, masih marah aja.. " sahut gemas Rai.

__ADS_1


"Kalau di belakang aku gitu ya?" tuduh Dira.


"Ya ampun enggak yank, itu juga baru ada klien model begitu." jelas Rai.


"Baru ada berarti senang dong?" Dira melangkahkan kakinya hendak ke luar ruangan.


Tapi dengan sigap Rai memeluk tengkuk belakangnya.


"Aku cinta kamu, Nandira adara." ucap Rai seraya menyandarkan dagunya di bahu Dira.


"Masih inget bilang cinta?" keluh Dira yang merasa Rai sudah jarang bersikap manis padanya lagi.


Rai terdiam, dan membenarkan jika dirinya tidak pernah bersikap romantis atau mengucap kata cinta lagi semenjak lebih fokus pada anak anaknya.


"Maaf." sesal Rai.


"Aku kira kamu enggak cinta lagi sama aku." Dira merasa lebih sensitif dan menangis.


Rai membalikkan tubuh Dira dan menghapus air matanya.


"Kok nangis, yaudah nanti kita liburan berdua ya." bujuk Rai.


"Beneran?" sahut Dira antusias .


"Iya, aku cari waktunya dulu ya." balas Rai yang merasa memang sudah lama tidak pernah berlibur berdua dengan Dira semenjak mereka mempunyai anak.


Dira mengangguk dan tersenyum.


"Papap," panggil Rayyan sambil menunjukan sesuatu.


Rai dan Dira melihat ke arah Rayyan yang masih berdiri di dekat sofa dia duduk. Mata Rai membulat melihat sobekan kertas yang di tunjukkan Rayyan adalah surat kontrak kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh Tiara barusan.


"Ya ampun Rayyan!!" seru Rai dan Dira bersamaan.


"Rayyan, kamu ini!! " tangan Rai sudah gatal ingin sekali menjitak kepala anaknya yang memasang wajah polosnya itu.


"Ya ampun Rayyan kenapa di sobek, nanti wanita itu datang lagi ke sini, mesra mesraan lagi sama papa kamu." keluh Dira dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


"Ya ampun yank mikirnya gitu banget." ucap Rai yang tampak pusing melihat istri dan anaknya siang itu.


Mungkin aku akan kasih 5 atau 6 episode ektra part. semoga enggak bosen yak.. jangan lupa vote ya say.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2