Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Jadi lah teman hidup ku?


__ADS_3

"Hay Res," sapa Friska pagi itu saat baru memasuki kelasnya.


"Hay Fris." balas Reska seraya tersenyum canggung karena masih merasa tidak enak pada Friska yang akhirnya melihat dia dan Rayyan tempo hari.


Friska tersenyum dan duduk di sebelah Reska mengeluarkan beberapa buku kuliahnya karena mata kuliah akan segera di mulai.


"Bagaimana Res," ucap Friska tiba-tiba.


"Bagaimana apanya?" Reska mengerutkan keningnya.


"Hubungan mu dengan kak Rayyan?" Friska menompang dagu dengan sebelah tangannya seakan siap untuk mendengarkan cerita Reska.


"Heeemmm.. bagaimana ya," Reska tampak bingung.


"Aku bahkan mengira kalian tidak saling mengenal." ujar Friska.


"Kami berteman sejak kecil,"


"Oia, lalu setelah itu apa hubungan kalian menjadi rumit?" Friska menerka nerka.


"Sangat rumit.."


Friska tersenyum."Tapi kak Rayyan tetap mencintaimu, kamu beruntung.. andai aku punya pria yang bisa mencintai ku seperti itu." lirih Friska yang berusaha tersenyum.


Reska memegang tangan gadis itu."Kamu baik, percayalah kamu akan dapat lebih dari itu.. semua orang punya jalan yang berbeda." ucap lembut Reska.


"Kamu benar." Friska tersenyum simpul.


Sampai sore hari Reska terus mengecek handphonenya berkali kali tapi tak ada satu pesan masuk pun dari Rayyan.


"Kemana dia?" gumamya yang kemudian mengambil handphone di tasnya lalu mengirim pesan untuk Rayyan.


Apa kamu masih bernafas? kenapa tidak menghubungi  ku sama sekali?


Keluh Reska dalam pesannya tak lama handphonenya bergetar dan mendapat balasan dari Rayyan.


Aku hampir tak bernafas. balas Rayyan.


Jangan bercanda. gerutu Reska.


Aku sakit. Rayyan memberikan alamat apartemennya.


"Sakit? dia sungguh sakit?" Tanpa fikir panjang Reska bergegas mengambil tasnya keluar dari kampus dan melajukan mobilnya menuju apartemen Rayyan.


Tak lama Reska datang dan membuka pin pasword apartemen Rayyan. Reska masuk dan melihat Rayyan yang sedang terbaring berbalut selimut di tempat tidurnya.


"Sayang," panggil Reska yang menghampiri Rayyan.


"Aku kira kamu tidak akan datang," Rayyan tersenyum.


Reska duduk di ranjang dan memegang kening Rayyan.


"Tidak panas?" tanya Reska yang merasakan suhu tubuh Rayyan normal seperti biasa.


"Memangnya kalau sakit harus panas?" Rayyan balik bertanya.

__ADS_1


"Tidak juga sih,"


Rayyan tersenyum."Yasudah temani aku, supaya aku cepat sembuh." pintanya manja seraya memeluk lengan Reska.


"Kamu sudah makan?"


Rayyan menggeleng.


"Kasian sekali, hidup sendiri jam segini pun belum makan." Reska memasang wajah prihatin.


"Iya kasian sekali aku, kamu cepatlah jd istri ku supaya aku tidak  hidup sendiri lagi di sini."


"iiisshhj..modus,"


"Ya sudah, aku buat bubur dulu ya untuk kamu." Reska beranjak dari duduknya dan menuju dapur untuk membuat bubur untuk Rayyan.


Saat sedang sibuk memasak Reska merasakan ada yang melingkarkan tangannya di pinggang rampingnya.


"Rayyan?" seru Reska yang melihat Rayyan sudah memeluk tubuh belakangnya.


"Lanjutkan saja." bisiknya


"katanya sakit, istirahat saja." perintah Reska.


"Sepertinya lebih nyaman istirahat di sini dari pada di kamar." sahut Rayyan seraya menyandarkan dagunya di pundak Reska.


Reska yang sedang mengaduk bubur menjadi sangat gugup saat Rayyan semakin memeluknya erat.


"Aduh.. aku jadi gemetar nih." batinya yang mulai gelisah.


"Serius? kedengeran sampai ke situ?" sahut Reska polos.


"Iya, kamu grogi aku peluk? atau mau lebih dari ini?" goda Rayyan.


"iiissshh.. mesum!!" Reska melepaskan pelukan Rayyan dan memukulnya berulang kali dengan sendok sup yang di pegangnya.


"Ya ampun, sakit." rintih Rayyan.


"Yaudah sana tunggu di kamar saja." usir Reska dengan wajah yang memerah.


Rayyan tersenyum melihat tingkah Reska yang semakin grogi dan kembali ke kamarnya. Tak lama Reska kembali masuk ke kamar dengan semangkuk bubur yang sudah di buatnya.


"Di makan ya," ucapnya yang langsung duduk di samping Rayyan dan menyuapinya perlahan.


"Enak?"


Rayyan tersenyum."Enak."


"Sebenarnya ada hal yang aku belum ceritakan ke kamu." ucap Reska kemudian.


"Cerita apa?"


"Apa benar papa mu dan papa ku sekarang sudah tidak bersahabat lagi?"


Rayyan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Reska.

__ADS_1


"Sepertinya iya," jawab Rayyan dengan nada santai.


"Apa karena aku?"


"Karena aku juga, sudahlah percaya pada ku papa ku orang yang baik dan mereka pasti akan kembali bersahabat lagi." Rayyan memebelai lembut rambut Reska.


"Aku percaya, dan kamu tau mama sudah setuju dengan hubungan kita dan dia bilang dia akan meminta maaf pada orang tua mu." ucap Reska dengan senyum sumringahnya.


Rayyan mengambil air di meja dekat kasurnya dan meminumnya.


"Oya? baguslah kalau begitu kita bisa langsung menikah?" sahut Rayyan antusias.


"Tapi.. "


Belum sempat Reska melanjutkan ucapannya Rayyan mencium lembut bibir Reska dan ********** untuk sesaat. Sampai Rayyan melepaskan ciumannya tampak wajah Reska yang semakin merona. Rayyan mengambil sesuatu di laci mejanya.


"Sebentar lagi kuliah ku selesai, menikahlah dengan ku." Rayyan menyematkan cincin cantik pada Reska.


"Cincin ini?" Reska tertengun melihat cincin yang pernah di berikan Rayyan dahulu.


"Iya, aku selalu menyimpannya."


Reska tersenyum simpul.


"Jadi bagaimana kamu mau menikah dengan ku?" tanya Rayyan yang belum mendapat jawaban dari Rayyan.


Reska hanya terdiam.


"Oh.. jadi tidak mau menikah dengan ku, lalu lebih suka aku mencium mu sepuasnya atau bahkan melakukan hal yang lebih?" goda Rayyan seraya memberikan tatapan nakalnya.


"Apa yang kamu fikirkan? jangan mesum!!" Reska melempar bantal ke arah Rayyan.


Rayyan menarik tangan Reska dan menjatuhkannya ke ranjang.


"Kalau begitu menikah dengan ku?" ucapnya dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.


"I.. Iya aku mau menikah dengan mu." balasnya gugup yang langsung mendorong tubuh Rayyan.


"Baiklah.. lusa kita ke Indonesia untuk bicarakan hal ini pada orang tua ku." Rayyan tersenyum puas.


"Iya," balas Reska.


"Astaga.. hampir saja aku di buat pingsan olehnya , sepertinya bahaya kalau aku berpacaran lama lama dengannya." batin Reska yang sudah memikirkan hal yang tidak tidak di kepalanya.



netizen : Lah itu fotonya udah gitu aja thor.. cepet napa nikahin mereka.


Otor : udah enggak sabar mereka nikah apa enggak sabar baca adegan itunya.. Wkwkwk.


Salam aja deh dari neng Reska yang cakep



Sama bang Rayyan yang cuco.. jangan lupa votenya kalau mau mereka cepat cepat nikah.. 😀😀😀

__ADS_1



__ADS_2