Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Liburan receh


__ADS_3

Malam itu Dira menghampiri Shanum di kamarnya.


"Shanum." panggillnya seraya mengetuk pintu.


"Ada apa mbak?"


"Boleh aku masuk?"


Shanum pun mengangguk dan Dira duduk di ranjangnya.


"Shanum Sabtu besok Rai sama teman-temannya mau jalan-jalan ke puncak, kamu ikut aja ya?" bujuk Dira kembali setelah sebelumnya Shanum sempat menolak untuk ikut.


"Enggak mbak, aku jaga rumah aja." tolaknya kembali.


"Shanum kandungan aku semakin besar, aku enggak bisa jaga Rayyan sendiri sedangkan Rai kadang lalai, kamu ikut aja ya." bujuk Dira yang tidak tega membiarkan gadis itu sendirian di rumah.


Shanum pun terdiam dan tak lama akhirnya mengangguk setuju.


Dira tersenyum sumringah" Makasih ya." ucap Dira yang tak lama kemudian pergi dari kamar Shanum.


Hari Sabtu berikutnya Dira dan teman teman Rai berencana jalan jalan ke villa pribadinya. Dira dan keluarga kecilnya sudah mempacking barang barang yang kemudian di masukan Rai ke dalam bagasi mobil. Tak lama datang 2 mobil yang berisi Nanda dan istrinya, serta satu mobil yang berisi Arya dan Kemal.


"Udah siap Rai? " tanya Arya saat menghampiri Rai.


" Udah nih."


"Yaudah berangkat sekarang yuk, udah sore nih." ucap Nanda yang memang mereka memilih berangkat sore hari.


Tak lama Dira, Rayyan dan Shanum keluar dari rumah dan mengunci pintu.


"Shanum ikut?" tanya Kemal saat melihat Shanum yang sudah rapih.


Gadis itu mengangguk pelan.


"Wah asik nih." sambung Kemal dengan senyum sumringahnya.


Mereka semua pun bergegas memasuki mobil dan memulai perjalanan sore itu. Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya malam hari mereka sampai di villa dan bergegas keluar dari mobil.


"Den Rainan." ucap pak ujang penjaga villa yang sudah menyambut kedatangan mereka.


"Pak ujang, bi risma mana?" tanya Dira yang tidak melihat istri si penjaga villa tersebut.


"Sedang sakit mba."


"Sakit? sakit apa?" tanya Rai.


"Sakit meriang biasa den."

__ADS_1


"Oh, yaudah semoga cepet sembuh ya, kami masuk dulu ya." sahut Rai yang tersenyum lega.


"Iya, silakan den." pak ujang dengan cekatan membantu membawa barang barang Rai dan teman temannya.


Mereka semua bergegas masuk ke villa yang tampak besar tersebut dan menuju kamar masing masing untuk beristirahat karena hari memang sudah malam. Kesekokan harinya pagi itu tampak Rai dan teman temannya yang sudah bangun dan melakukan olahraga kecil di halaman belakang seraya mengirup udara sejuk di sekitarnya.


"Bapak bapak, sudah ya olahraganya." seru Dira, Shanum dan Sabrina yang menghampiri mereka.


"bapak bapak tampan sekarang bi Risma lagi sakit jadi enggak ada yang masak kita cewek cewek mau masak, kalian tolong ke pasar ya beli bahan bahan makanan." perintah Dira dengan senyuman.


"Hah? ke pasar? " ucap mereka serempak yang selama hidup tidak pernah berbelanja ke pasar.


"Iya bisa kan tolong kita." sahut Sabrina seraya melirik Nanda dengan tatapan lembutnya membuat Nanda tak bisa menolaknya.


"Yaudah suruh, si Rai sama si Nanda aja tuh yang udah bapak bapak, gue sama Kemal kan bukan bapak bapak." sahut Arya.


"Enak aja, makan bareng bareng loe enggak mau ikut." dengus Rai kesal.


"Yaudah jangan debat cepat pergi sana." perintah Dira.


"Shanum, ikut yuk? " ajak Kemal.


Shanum langsung mengeleng.


"Emang enak di tolak." cibir Arya dan Nanda sambil tertawa.


Mereka ber empat pun bergegas mandi dan hendak ke luar villa untuk ke pasar yang tak jauh dari villa tersebut. Saat Rai hendak keluar villa Rayyan berlari kecil dan memeluk kaki Rai.


"Rayyan sini sama mama." Dira bergegas mengambil Rayyan dari gendongan Rai tapi balita tersebut malah menangis.


"Yaudah Rayyan ikut aja deh." ucap Rai pasrah.


"Yaudah jaga yang bener awas kalau sampai hilang." ancam Dira dengan tatapan menyeramkan.


"Iya, iya."


"Nih, daftar belanjanya." Sabrina memberikan daftar belanja pada Nanda.


Mata Nanda mendelik melihat tulisan rapih tapi begitu panjang.


"Banyak banget?" protes Nanda.


"Iya kan makanya bareng bareng bukan ber dua aja, bisa kan?" ucap Sabrina dengan nada menekan seraya tersenyum manis membuat hati Nanda lagi lagi tak bisa menolaknya.


"Iya bisa." ucapnya pasrah yang langsung masuk ke mobil bersama yang lain.


Tak lama mereka sampai di pasar, tampak suasana pasar yang ramai karena memang masih sangat pagi.

__ADS_1


"Beli apa dulu nih?" tanya Arya pada Nanda yang sedang melihat daftar belanjaan.


"Apa nih, beras, ikan, sama ayam dulu kali ya? "


"Yaudah ayo." sahut Rai.


Mereka semua pun bergegas mencari penjual beras.


"Beli yang mana nih?" tanya Nanda yang bingung saat melihat banyak pedagang yang menujual beras.


"Yang itu aja deh." sahut Arya antusias.


Mereka semua mengikuti jari telunjuk Arya mengarah.


"Tau aja loe yang bening." sahut Rai yang langsung tau jika Arya memilih penjual beras yang paling muda dan cantik.


Mereka pun segera memberi beras tersebut.


"Makasih ya mbak." ucap Arya saat menerima beras tersebut dengan senyuman manisnya membuat si penerima senyum tampak merona wajahnya.


"Gue jitak juga loe." umpat Nanda gemas pada kelakuan mahluk satu itu.


"terus beli apa lagi nih?" Tanya Rai yang sibuk mengendong Rayyan yang sudah tidak bisa diam.


"Ikan." sahut Nanda.


Mereka semua pun bergegas menuju penjual ikan.


"Mau ikan apa mas?" tanya ibu ibu penjual ikan.


"Ikan apa Nan?" tanya Kemal yang melihat Nanda kembali membaca daftar belanjaan.


"Lah di sini tulisannya ikan doang?" Nanda tampak bingung.


"Gimana sih? enggak detail gitu nulisnya, payah banget yang nulis." sahut Kemal yang juga membaca daftar belanjaan tersebut.


"Yang nulis bini gue, jelekin bini gue sih loe?" dengus Nanda kesal.


"Jadi ikan apa nih?" tanya Arya bingung sedangkan ibu ibu penjual ikan hanya memasang wajah heran pada ke tiga mahluk tersebut.


"Telepon dulu deh." Nanda bergegas menghubungi Sabrina, tapi Sabrina tak juga mengangkatnya.


Di saaat yang bersamaan Rayyan menangis seraya menjetikan jarinya yang tampak ingin pergi dari tempat tersebut.


"Aduh anak loe pake nangis lagi." ucap Kemal seraya melirik Rayyan yang menangis semakin kencang.


"Aduh repot banget ya, gue ke sana dulu deh Rayyan nangis." ucap Rai yang langsung meninggalkan ke tiga temannya yang masih tampak bingung dengan ikan yang hendak di belinya.

__ADS_1


Guys, semoga enggak bosen yak bacanya ya walaupun kadang isinya kehidupan yang ringan ringan aja.. semoga enggak suntuk yak bacanya 😂😂 jangan lupa vote yak ❤️❤️


Oia untuk novel baru aku yang tanya kapan up aku udah up 2 hari yang lalu lho, tapi kalau novel baru biasanya review nya agak lama say, sabar yak ❤️❤️


__ADS_2