Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Persiapan untuk pergi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Malam itu Reska merebahkan tubuhnya di ranjang menuliskan sesuatu pada buku catatannya dengan senyum mengembang di bibirnya.


Senja..


Dia seperti senja untuk ku, melindungi ku dan menjaga ku.. boleh kah aku mencintaimu? lebih dari persahabatan kita? aku mencintaimu Rayyan.


Reska menutup buku catatannya, ini sungguh cinta pertama untuknya. Walaupun dia tak tau seperti apa akhirnya, gadis belia itu hanya mengingat hal yang indah tentang seorang pria yang di cintainya untuk pertama kalinya.


***


Beberapa bulan kemudian.


Rayyan dan Rayka sedang menikmati makan malamnya bersama orang tuanya.


"Rayyan, sudah kamu siapkan semuanya?" tanya Rai pada putrnya itu yang sudah lulus sekolah dan sebentar lagi akan melanjutkan kuliahnya di Singapura.


"Sudah pah," jawabannya yakin.


"Sayang, sering sering hubungin mama ya nanti di sana." lirih Dira yang sebenarnya enggan untuk berjauhan dengan putranya itu tapi tak bisa berbuat apa apa karena keputusan Rayyan sudah bulat.


"Iya mah, tenang aja." Rayyan tersenyum.


"Sayang, jangan nakal ya, apalagi kencan dengan sembarang wanita." pesan Dira yang was was Rayyan akan menuruni sifat Playboy Rainan.


"Dengar tuh, jangan sembarang pacaran, jangan punya pacar dua juga." timpal Rai dengan kata katanya yang seolah bijak.


"Terus harus punya pacar berapa pah?" tanya polos Rayyan.


"Pacari semua gadis cantik di sana." gurau Rai.


"Luaaaarrrr biaaaasaaa.." sahut Rayyan dan Rayka sambil mengacungkan jempolnya.


"Sayaaaaaaang!!" geram Dira yang langsung mencubit gemas lengan Rai yang membuat Rai meringis kesakitan.


"Bercanda sayang." mengelus lembut rambut Dira yang kepalanya sudah mulai bertanduk.


Keesokan harinya Rayyan menelepon Devan, Elang dan Reska dan hendak meneraktir mereka semua di sebuah restoran sebelum dia akan pergi Singapura. Siang itu mereka sudah berkumpul dalam satu restoran.


"Serius nih, boleh pesan apa aja?" tanya Devan yang langsung mengambil daftar menu dengan mata yang berbinar binar.

__ADS_1


"Serius lah.. " sahut santai Rayyan.


"Wah wah.. kenapa enggak dari dulu aja loe niat pergi." cletuk Elang.


"Pujian yang bagus.. " Rayyan mencoba meredam hasratnya untuk menjitak temannya itu.


"Ganteng, traktir makan aja? enggak belanja juga?" tawar Reska.


"Belanja?"


Reska mengangguk polos.


"Belanja baju, sepatu, tas, gitu?" tanya Rayyan kembali.


"Iya.. " Reska kembali mengangguk.


"Wah.. udah kaya lebaran ya belanjain baju segala, yaudah nanti aja ya kalau mau lebaran belanjanya." Rayyan mengelus gemas rambut Reska.


"Masih lama ganteng.. " protes Reska dengan wajah di tekuk.


Mereka semua pun memesan makanan dan mulai menyantapnya tak lama kemudian.


"Mantab, mantab.." Elang mengelus perutnya yang kekenyangan.


Tak lama mereka semua pulang. Reska pun pulang bersama Rayyan menaiki motornya.


"Res.. " panggil Rayyan di tengah tengah perjalanan mereka.


"Apa?"


"Lusa gue berangkat, besok malam gue mau ajak loe jalan, mau enggak?"


Jantung Reska kembali berdegup kencang mendengar tawaran Rayyan, bibirnya tersenyum tipis saat tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.


"Res? kuping loe masih normal enggak? diam aja?" panggil Rayyan yang tidak mendapat jawaban dari Reska.


"Mau, mau." jawab Reska antusias.


"Yaudah, besok gue jemput jam 7."


Reska semakin tersenyum sumringah mendengar ucapan Rayyan walaupun ada perasaan sedih karena Rayyan akan pergi untuk waktu yang lama, tapi Reska mencoba mengerti itu.

__ADS_1


Keesokan harinya sore itu Reska mulai membuka lemari besarnya dan melihat beberapa pakaian di dalamnya.


"Harus tampil cantik malam ini, tapi pakai baju apa ya?" gumamya bingung karena hampir semua pakaiannya hanya lah kemeja dan kaus itu pun tidak ada yang modelnya feminim.


Reska keluar dari kamar nya dan menghampiri Shanum yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


"Mah," panggilnya yang langsung duduk di samping Shanum.


"Iya sayang,"


"Mama punya dress enggak? yang cantik gitu?"


Shanum mengerutkan keningnya."Dress?"


Reska mengangguk."Iya dress? aku mau pakai dress malam ini."


"Apa? serius sayang?" Shanum mendelik tak percaya.


"Iya mah, aku nsu mau pergi malam ini."


"Pergi? pergi sama siapa?"


"Sama Rayyan."


"Rayyan?"


Reska kembali mengangguk dengan wajah yang merah merona. Shanum memandang sendu putrinya itu.


"Apa Reska menyukai Rayyan?" batin Shanum.


"Mah, kok diam aja? punya kan dress nya yang ukuran aku?" tanya Reska yang melihat mamanya itu melamun sesaat.


"Oh, iya bentar ya mama ambikan." beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya.


Tak lama Shanum kembali dan membawa Dress cantik di tangannya." Nih sayang, kayaknya ukurannya pas di kamu." sambil memberikan dress tersebut pada Reska.


"Wah, cantik mah.. aku coba dulu ya." tersenyum sumringah dan bergegas membawa dress tersebut ke kamarnya.


Reska segera mencoba dress cantik itu dan terus memandangi pantulan tubuhnya di cermin.


"Cantik.. " sambil berputar centil di cermin.

__ADS_1


"Semoga Rayyan suka." berharap Rayyan akan menyukai penampilannya malam ini.


Tolong bantu vote ya say... ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2