
Pagi itu Dira kembali memulai aktifitas nya, bergegas mandi dan membuat kan sarapan untuk Rai, dengan trampil Dira mulai membuat beberapa sarapan dan menyajikan nya dengan rapih di meja makan.
Dira kembali ke kamar nya di lihat nya Rai yang masih terlelap tidur, Dira sejenak menatap lekat wajah Rai wajah yang begitu tampan untuk nya dan memang sejak SMA Dira menyukai, walaupun Rai sempat mengecewakan nya dulu, tapi Dira bersyukur karena Rai sedikit demi sedikit sudah mulai berubah .
"Rai, bangun," Dira menepuk tubuh Rai perlahan sampai Rai mulai membuka matanya perlahan.
Di lihatnya Dira yang sudah duduk si sampingnya dengan aroma tubuh yang menyegarkan pagi itu" bentar lagi ya, kan hari libur," tolak Rai yang kembali menutup matanya.
"Rai, bangun dong aku sudah buatin sarapan nanti keburu dingin, " bujuk Dira sambil terus menepuk pelan tubuh Rai.
Rai mengusap kasar wajahnya, dan mencoba mengumpulkan kesadaran nya untuk beranjak dari tempat tidur" aku mandi dulu ya, "ucap Rai yang langsung bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai Rai menuju meja makan, tampak Dira yang sedang sibuk menyiapkan peralatan makan di meja makan.
"Rai, ayo sarapan, " ajak Dira yang di respon seulas senyum dari bibir Rai.
Rai segera duduk di kursi makan dan menyantap sarapan nya perlahan.
"Kamu hari ini ada acara enggak? " tanya Rai di sela sela makan nya.
"Acara? enggak tuh, " sahut Dira yang memang jarang mempunyai acara di hari libur terlebih sekarang dia sudah berhenti berkerja .
"Bagaimana kalau kita jalan jalan? " ajak Rai.
"Serius? " tanya Dira antusias.
"Iya, "
"Jalan jalan ke mana Rai? "
"Kita bermalam di puncak saja bagaimana? kebetulan orang tua ku punya beberapa villa pribadi di sana, " ucap Rai sambil menyantap sarapan nya.
"Oh, yaudah aku mau, " sahut Dira dengan mata yang berbinar binar sambil terus tersenyum menerima tawaran Rai.
"Yaudah kita berangkat sekarang ya, tapi minggu pulang ya soalnya kan aku hari senin kerja, engga apa-apa kan? "
"Iya, enggak apa apa kok,"
Selesai sarapan Dira pun bergegas mempacking barang barang yang akan di bawanya untuk bermalam disana. Setelah selesai Dira menghampiri Rai yang sudah rapih dan tengah menunggu nya.
__ADS_1
"Sudah Rai, ayo jalan," ucap Dira dengan senyum sumringah.
Rai pun bergegas ke mobil dan memasukkan barang barang yang di bawa nya, tak lama Rai melajukan mobil tersebut meninggalkan rumah mereka, sepanjang perjalanan Dira terus tertidur dan Rai sesekali melirik nya sambil tersenyum.
Di perjalanan tidur, di rumah juga cepet banget tidurnya, aku rasa kalau rasa kalau ada kebakaran di rumah dia akan tetap tidur.. gumam rai sambil mengelengkan kepalanya mengingat dira sangat mudah untuk tidur nyenyak di mana pun.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan mereka sampai di sebuah villa, dan dira masih tetap tertidur.
"Dir, bangun, sudah sampai," ucap Rai sambil menepuk pelan tubuh Dira.
"Dir, " Rai mencoba memanggil dira untuk beberapa kali tapi Dira tak juga membuka matanya.
astaga.. dia sedang tidur apa mati suri sih??!
Rai tampak gemas dengan dira yang cukup sulit di bangunkan. *
Rai pun perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Dira dan mulai mencium bibir Dira yang tertutup, Rai sedikit mengigit bibir bawah Dira.
"Aaww," pekik Dira yang refleks mendorong tubuh Rai.
"Rai kamu tuh apa apaan sih? " dengus kesal Dira sambil mengusap bibirnya yang cukup sakit karena gigitan Rai.
"Ya ampun kamu kok ngomongnya gitu sih, amit amit deh aku di perkosa,"
"Yaudah nanti aku aja yang perkosa, udah yuk turun, udah sampai," ucap Rai yang langsung beegegas turun dari mobilnya dan menurunkan beberapa barang bawaan nya.
Dira menyusul turun dari mobil dan melihat pemandangan di sekitar nya , tampak villa yang cukup besar dan pemandangan hijau nan teduh di sekitarnya.
"Siang den, den rainan sudah sampai, " tampak soalnya pria paruh baya menghampiri mereka ber dua yang masih berdiri di depan mobil
"Oh, iya pak, oia kenalin pak ini istri saya," Rai yang mencoba mengenalkan Dira pada pria tersebut.
"Oia dir, ini pak ujang dia pengurus villa di sini, " ucap Rai, dan Dira pun tersenyum pada pria yang tampak ramah tersebut
"Yaudah ayo den, masuk, sini bapak bantu bawa," pak ujang dengan cekatan membatu membawa barang bawaan mereka menuju ke dalam villa.
"Buk, buk, sini ada den Rainan," panggil pak ujang pada wanita yang sedang sibuk merapihkan teras villa tersebut.
"Ya ampun, den Rainan, ini den Rainan yang dulu masih kecil itu? " tanya wanita itu antusias sambil menatap lekat Rai yang berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
"Bi risma kan? iya saya Rainan," sahut Rai sambil tersenyum.
"Ya ampun.. meni kasep pisan nya, "
"Oia kenalin ini istri saya, oia dir ini bi risma istri pak ujang pengurus villa di sini juga,"
"Dira " ucap Dira sambil memperkenalkan diri.
"Aduh, istrinya juga cantik, ayo masuk, " ucap bi risma sambil mengiringi langkah mereka ke dalam villa.
"Tadi bapak sudah telepon aden mau ke sini, kamarnya sudah di rapihkan, bibi mau masak dulu ya kalian pasti lapar " ujar bi risma dengan senyum ramah nya.
"Yaudah bi, saya ke kamar dulu ya, " pamit Rai yang langsung menuju kamar.
Rai segera melepas jaket nya dan merebahkan diri nya di ranjang untuk sejenak merenggangkan otot ototnya yang pegal karena menyetir cukup lama. Sementara Dira memutar bola matanya melihat kamar yang tertata rapih dengan jendela kaca besar yang menyuguhkan pemandangan indah dan kolam renang di bawanya.
"Rai, " panggil Dira sambil duduk di ranjang.
"Iya,"
"Kamu sudah lama enggak ke sini? " tanya Dira mengingat ekspresi pak ujang dan bi risma yang cukup terkejut dengan penampilan Rai sekarang.
"iya, mungkin terakhir waktu SMP kayaknya," sahut Rai sambil mencoba mengingat ingat.
"Kenapa Rai? aku kalau punya villa sendiri mungkin bisa sering sering ke sini, " ucap Dira yang memang lebih menyukai pemandangan yang asri dan sejuk seperti ini dari pada di kota.
"Ya ngapain ke sini sendiri atau sama keluarga tuh enggak asik, " sahut Rai.
"Enggak asik? enggak asik kenapa? " tanya Dira dengan ekspresi bingung.
Rai pun mulai beranjak dari tidur nya dan duduk di samping Dira" enggak asik lah, kalau ke sini tuh asik nya sama pasangan, udara nya dingin terus bisa.. " ucap nya sambil mengelelus lembut pundak Dira.
"iiisshh kamu tuh, mesum banget sih," ucap Dira yang langsung melempar bantal ke wajah Rai.
"Dir.. sekarang yuk," pinta Rai manja.
"Enggak mau, aku capek. " sahut Dira yang langsung meninggalkan Rai ke kamar mandi.
.
__ADS_1