
Malam itu di sebuah klub malam Ricko sedang memperhatikan seorang pria yang tengah duduk sendirian di dekat meja bar.
"Sendiri aja loe." ucap Ricko yang langsung menghampiri pria bernama Kevin tersebut dan duduk di sampingnya.
Kevin hanya tersenyum kecut seraya menengguk wine yang di pegangnya.
"Loe kenal sama yang namanya Arya?" tanya Ricko yang juga menengguk wine yang di pegangnya.
Kevin mengerutkan keningnya " Kenal sih, kenapa emang?" tanyanya bingung.
"Kapan dia ke sini lagi?" tanya Ricko kembali.
"Kurang tau sih, sekarang udah jarang, teman temannya juga udah enggak pernah ke sini lagi." jawab Kevin yang dulu memang sempat dekat dengan Arya dan teman temannya jika mereka ke klub malam.
"Loe bisa bawa di ke sini?" pinta Ricko.
Kevin menoleh dengan tatapan aneh" Mau ngapain emang?" tanyanya heran.
"Gue punya kerjaan buat loe." bisik Ricko yang langsung mengeluarkan uang cukup banyak dan memberikannya pada Kevin lalu menjelaskan tentang rencananya pada Arya.
***
Sore itu Arya sedang merapihkan meja kerjanya karena jam pulang kantor akan tiba tapi tiba-tiba saja handphonenya berbunyi. Arya melihat nomor yang tidak di kenalnya di layar handphonenya.
"Nomor siapa nih?" gumamnya yang langsung bergegas mengangkat telepon tersebut.
"Halo Ar, nih gue Kevin." ucap Kevin dari balik telepon.
Arya mengerutkan keningnya" Kevin?" tanyanya yang sempat lupa dengan sosok yang bernama Kevin.
"Temen nongkrong loe di klub, masa lupa?" Kevin mengingatkan Arya.
"Oh, kenapa loe telepon gue?" tanya Arya bingung.
"Loe bisa ke klub enggak malam ini?" pinta Kevin.
"Kenapa emang?"
"Ada yang mau obrolin sama loe, penting."
__ADS_1
"Oh yaudah deh." Arya langsung mengiyakan ajakan tersebut.
"Ok, gue tunggu nanti malam." Kevin bergegas menutup teleponnya.
Malam hari Arya bergegas menuju klub malam tersebut. Tak lama Arya sampai dan melihat Kevin yang tengah duduk sendiri di sana.
"Udah lama loe." sapa Arya yang langsung duduk di sebelahnya.
"Lumayan." Kevin tersenyum seraya menengguk wine yang di pegangnya.
Lalu Kevin mulai mengajak Arya mengobrol sampai Arya sesaat fokus dengan obrolan itu. Perlahan tangan Kevin merogoh kantong jaket Arya dan mengambil kunci mobilnya lalu melemparkan pada teman di belakangnya tanpa sepangetahuan Arya. Tak lama teman Kevin memberikan kunci mobil tersebut dan Kevin memasukkan nya Kembali ke kantong jaket Arya.
Kevin tetap fokus mengajak mengobrol Arya, Sampai tak lama datang sekelompok polisi datang yang membuat orang orang yang berada di klub malam tersebut tampak panik.
"Kok ada polisi?" tanya Arya bingung.
Sampai polisi tersebut menghampiri Arya.
"Sodara yang bernama Arya silakan ikut kami ke kantor polisi sekarang." perintah polisi tersebut.
Sontak saja Arya tampak bingung di buatnya" Lho kenapa saya harus ke kantor polisi pak?"
"Bapak jangan asal nuduh, saya bukan pengedar narkoba." sahut Arya tak terima.
"Cepat periksa dia." Polisi tersebut pun memeriksa tubuh Arya dan benar saja polisi menemukan obat terlarang tersebut di kantong jaket Arya.
"Ini apa??" tanya polisi tersebut seraya memperlihatkan obat terlarang tersebut pada Arya.
Arya kaget bukan kepalang melihatnya, pasalnya dia tidak pernah merasa menggunakan obat terlarang tersebut, bagaimana bisa obat itu ada di kantong jaketnya.
"Periksa aja pak mobilnya siapa tau ada di mobil juga." ucap salah seorang pria yang ternyata Ricko.
Arya tersentak mendengar ucapannya saat itu juga dia merasa dirinya telah di jebak.
"Jangan asal ngomong loe, loe jebak gue?" ucap Arya tak terima.
"Sudah sini berikan kunci mobil anda." pinta pak polisi.
Arya pun memberikan kunci mobilnya dan beberapa polisi bergegas memeriksa mobil Arya dan benar saja, polisi tersebut kembali menemukan obat terlarang tersebut di dalam mobil Arya.
__ADS_1
"Apa ini??" polisi kembali memperlihatkan obat terlarang tersebut pada Arya.
Arya semakin terkejut di buatnya, bagaimana bisa obat itu ada di dalam mobilnya.
"Itu bukan punya saya pak, saya di jebak." jelas Arya.
"Sudah jelaskan saja di kantor polisi." polisi pun bergegas mengiring Arya ke kantor polisi.
***
Pagi itu baru saja selesai mandi dan handphonenya berbunyi. tertera nama Nanda di handphonenya dan Rai bergegas mengangkatnya.
"Halo, nan kenapa?" tanyanya.
"Rai si Arya di tangkap polisi." seru Nanda.
Rai tersentak kaget mendengarnya "Serius loe? kok bisa?" tanyanya tidak percaya.
"Katanya polisi nemuin narkoba di mobilnya, tadi nyokapnya telepon gue sambil nangis nangis." jelas Nanda.
"Astaga, yaudah gue ke kantor polisi deh sekarang."' ucap Rai panik.
"Yaudah gue juga sama Kemal mau ke sana." sahut Nanda yang langsung menutup teleponnya.
,"Kenapa yank?" tanya Dira yang melihat Rai tampak tergesa gesa mengambil jaketnya.
"Aku mau ke kantor polisi, Arya di kantor polisi." jawab Rai.
"Kantor polisi? kok bisa?" tanya Dira bingung.
"Iya,katanya ada narkoba di mobilnya." jelas Rai.
"Apa? narkoba? memangnya Arya pakai narkoba?" tanya Dira tak percaya.
"Setau aku sih enggak." jawab Rai yang tau betul teman temannya yang nakal tapi mereka tidak pernah memakai obat terlarang tersebut.
"Yaudah aku pergi dulu." pamit Rai yang menyempatkan ke kantor polisi dulu sebelum ke kantornya. Rai mencium kening Dira dan bergegas ke luar rumah.
Hay pembaca setia MGC, Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin ya... ❤️❤️
__ADS_1
Rajin banget thor lebaran masih up aja? enggak pulang kampung emang? Enggak say.. enggak punya kampung juga sih 😅😆 jadi aku tetap up kok menemani hari raya kalian.. semoga kalian tetap sempatin baca yak.. jangan lupa votenya donk rangkingnya jauh banget nih.. padahal aku udah rajin up lho 😧😧❤️❤️❤️❤️