
"Kak," Friska menghampiri kakaknya yang sedang sibuk menatap layar laptopnya.
"Heeemmm.."
"Kak Rayyan itu baik ya, ganteng juga." ucap gadis tersebut sambil menyanggah dagunya dengan kedua tangannya dan senyum yang merekah di bibirnya.
Sony menoleh dan semakin adiknya sangat menyukai Rayyan.
"Kamu suka?" tanyanya santai sambil kembali menatap layar laptopnya.
"Emm.. aku pengen jalan sama kak Rayyan, tapi gimana bilangnya ya?" sang adik memasang wajah yang semakin merona.
"Besok kakak bantu,"
"Serius?" Friska terlihat antusias.
"Iya,"
"Makasih ya." Friska memeluk senang kakanya.
***
Sore itu Rayyan mendatangi kampus Reska arah matanya tertuju pada parkiran dan melihat mobil Reska yang masih terparkir di sana.
"Dia belum pulang?" gumamya.
Rayyan bergegas mencari Reska di seluruh area kampus yang sudah terlihat mulai sepi. Sampai langkah kakinya terhenti pada sebuah kelas dengan pintu yang tertutup. Rayyan mendengar isak tangis wanita di dalam sana, dan melihat Reska yang tengah menangis dari balik kaca.
"Kenapa seperti ini? kapan mama bisa mengerti perasaan ku? aku sangat mencintai Rayyan." ucap Reska dengan derai air mata yang membasahi pipinya.
Rayyan tertengun mendengar ucapan Reska. Dia tidak menyangka kalau Reska juga tersiksa dengan perasaannya.
Reska terus menangis meluapkan kesedihannya yang tidak bisa dia tumpahkan di apartemennya. Sampai Reska memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.
"Sakit.. perut ku sakit sekali." rintihnya sambil memegangi perutnya.
Rasa sakit itu kian menjalar sampai tubuh lemahnya jatuh tersungkur ke lantai.
"Reska!!" seru Rayyan yang langsung menghampiri gadis itu.
"Res, sadar Res!!" Rayyan menepuk pipi Reska yang sudah tidak sadarkan diri.
Rayyan bergegas menggendong Reska menuju mobilnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Sampai Reska segera di tangani tenaga medis di sana.
"Pasien mengalami masalah pada lambungnya, tapi keadaannya akan segera membaik setelah di beri obat." ucap dokter wanita yang menanangi Reska (Anggaplah mereka bicara pakai bahasa Australia ya.. wkwkwk)
"Begitu, bisa tolong hubungi keluarganya?" pinta Rayyan.
__ADS_1
Dan perawat di sana pun bergegas menghubungi keluarga Reska. Sampai tak lama Reska kembali membuka matanya dan melihat Rayyan yang duduk di kursi dekat ranjangnya.
"Rayyan?" ucapnya pelan sekaligus tidak percaya.
"Kamu tadi pingsan di kampus jadi aku membawa mu ke sini," jelas Rayyan dengan nada dingin.
Mereka hanya saling terdiam. Sampai tak lama Shanum datang ke ruangan tersebut. Shanum begitu terkejut melihat Rayyan yang ada di sana.
"Rayyan?"
Rayyan beranjak dari kursinya dan berjalan menghampiri Shanum.
"Apa kabar tante?" tanyanya dengan tatapan dingin pada Shanum.
Shanum hanya terdiam.
"Keadaan Reska baik-baik saja, rawatlah dengan baik." ucap Rayyan yang berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Shanum hanya terpaku dengan perasaan yang tidak menentu. Lalu bergegas menghampiri putrinya yang masih terbaring lemah di ranjang.
"Sayang, kenapa Rayyan bisa ada di sini?" tanya Shanum penasaran.
"Dia kuliah di kota ini juga,"
Shanum semakin terkejut dengan ucapan Reska.
"Tenanglah, aku tidak menjalin hubungan dengannya." ucap Reska yang seakan tau isi fikiran ibunya.
"Aku harus bicara seperti apa? bukankah itu yang mama inginkan? apa mama memikirkan perasaan ku?" Reska menatap tajam ke arah sang ibu.
"Sayang, mama sayang kamu.. berhenti bicara seperti itu,"
"Sayang? saat aku memutuskan kuliah di sini? apa mama bertanya bagaimana perasaan ku? apa mama bertanya apakah aku masih mencintai Rayyan? Tidak, mama tidak melakukan itu, mama tetep ingin aku menikah dengan pria itu setelah kuliah ku selesai kan??" seru Reska yang tidak dapat membendung air matanya lagi.
"Sayang, berhenti bicara seperti itu!!" Shanum memeluk erat tubuh Reska yang semakin terisak menangis.
***
Beberapa hari kemudian.
"Yan, nanti malam loe sibuk enggak?" tanya Sony pada Rayyan yang sedang merapihkan bukunya.
"Kenapa emangnya?"
"Jalan yuk.. " ajak Sony.
"Gue masih normal, enggak mau jalan sama loe," ketus Rayyan.
__ADS_1
Sony terkekeh geli mendengarnya." Bukan gue aja, sama teman teman gue juga ada ceweknya juga, bareng bareng gitu biar seru." tawar Sony.
Rayyan terdiam dan tak memberi jawaban.
"Ayolah enggak bt apa malam minggu di apartemen aja?"
"Ok deh," jawab Rayyan yang juga sudah merasa bosan harus menghabiskan waktunya di apartemen.
"Gitu dong.. gue tunggu di Darling Harbour nanti malam."
Malam itu Rayyan datang ke tempat tersebut dan berjalan jalan di sana. Sampai matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang memandangi lautan dengan latar belakang perkotaan dan gedung gedung tinggi dan air laut yang membiru cukup eksotis untuk di lihat di pinggiran kota Sydney malam itu.
"Reska?" gumam Rayyan.
Sampai nada handphonenya berbunyi yang membuat Reska menoleh ke arah suara tersebut.
"Rayyan?" ucapnya yang tampak terkejut melihat Rayyan yang berdiri tak jauh darinya.
Rayyan mengangkat teleponnya.
"Yan, kita kumpul di tempat lain ya, adik gue minta ikut loe pergi sama dia tunggu Friska lagi otw ke situ," ucap Sony mencari alasan.
"Apa Friska mau ke sini?" balas Rayyan yang juga tak kalah terkejutnya.
Reska yang mendengar percakapan itu pun menundukan kepalanya dan hendak meninggalkan tempat tersebut tapi tangan Rayyan menahan lenganya saat gadis itu berjalan di sisinya.
"Jangan pergi," ucapnya yang langsung menutup teleponnya.
"Aku bisa menganggu mu yang akan bertemu Friska." lirih Reska.
Rayyan menarik tangan Reska dan memeluknya.
"Berhentilah, membohongi perasaan mu." ucap Rayyan yang mempererat pelukannya.
Air mata jatuh di pipi mulus Reska dan menumpahkan semua kesedihannya di pelukan Rayyan.
"Apa kamu membenci ku?" tanya Reska sambil menangis terisak.
"Aku tidak pernah membenci mu."
"Kenapa tidak pernah menyapa ku?" sahutnya kembali.
"Aku hanya tidak ingin terluka lagi, sebelum aku tau kamu pun tersiksa dengan semua ini, kamu mencintai ku?"
"Aku selalu mencintaimu," ucap Reska yang semakin menumpang semua kesedihannya pada pelukan pria yang sangat di cintainya.
Di sisi lain tampak seorang wanita melihat mereka dengan senyum lirih di bibirnya.
__ADS_1
"Jadi Reska wanita yang di cintai kak Rayyan? apa dia pacar dahulu kak Rayyan yang berada di Indonesia?" gumam Friska yang berusaha tersenyum dengan hati yang pilu karena dirinya menyukai Rayyan.
Aku tambah up lagi nih.. votenya tambah yak.. ❤️❤️❤️❤️❤️