Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Selamatkan


__ADS_3

Berulang kali bi Tina menepuk pipi Reska berharap ibu hamil itu membuka matanya tapi Reska tetep saja terpejam tak sadarkan diri. Dengan cepat wanita paruh baya itu bergegas ke luar rumah untuk meminta bantuan para tetangga membawa Reska sampai ke rumah sakit. Sampai Reska tiba di rumah sakit dan langsung di tangani petugas medis di sana.


"Saya harus menelepon siapa?" ucapnya bingung sambil berjalan mondar mandir di depan ruang IGD dengan handphone Reska yang sempat di bawahnya.


"Saya harus hubungi pak Rayyan." bergegas mencari nomor Rayyan dan menghubunginya namun nomor tersebut tidak aktif.


"Kenapa tidak aktif? lebih baik saya hubungi pak Kemal." fikirnya yang kembali bergegas menekan nomor papa Reska di handphone tersebut.


Kemal yang sedang fokus pada perkerjaan di kantornya siang itu mengerutkan keningnya saat melihat layar handphone yang berisi panggilan dari sang putri dan Kemal bergegas mengangkatnya.


"Halo sayang, kenapa?"


"Pak, maaf ini saya bi Tina pembantu di rumah non Reska,"


"Bi Tina?" tanyanya dengan ekspresi bingung.


"Iya pak, non Reska pingsan sekarang ada di rumah sakit, saya sudah mencoba menghubungi pak Rayyan tapi nomornya tidak aktif," jelasnya.


"Apa? pingsan??" bak tersambar petir mendengar kabar tersebut.


"I.. iya pak."


"Yasudah, bibi beri tau alamat rumah sakitnya saya segera ke sana." ucapnya panik dan langsung menutup telepon.


Kemal bergegas menelepon Rainan untuk menyampaikan berita tersebut pada Rayyan dan bergegas meninggalkan kantornya menuju rumah sakit siang itu.


***


Rainan yang mendapat telepon dari Kemal pun dengan cepat berjalan menuju ruang kerja putranya.


"Kita harus ke rumah sakit sekarang," ucapnya panik saat baru memasuki ruangan.


"Rumah sakit?" Rayyan mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan perkataan sang ayah.


"Reska pingsan, sekarang sedang di rumah sakit."


"Apa? pingsan?!!" beranjak dari duduknya dengan wajah panik.


"Iya, cepat kita ke sana sekarang."


Mereka pun bergegas keluar dari kantor menuju rumah sakit. Tak lama Kemal datang bersama Shanum yang sudah di jemputnya dan langsung bergegas menuju ruang IGD.

__ADS_1


"Bi, bagaimana keadaan Reska?!" Menghampiri bi Tina yang masih berdiri di depan ruang IGD dengan wajah paniknya.


"Masih di tangani dokter pak,"


"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Shanum penasaran.


"Saya tidak tau nyonya, pagi tadi saya baru datang ke rumah non Reska dan sudah melihat non Reska di lantai kamar tak sadarkan diri." jelasnya.


"Ya ampun sayang.. " lirih Shanum dengan mata yang berkaca kaca. Kemal mengelus pundak sang istri untuk memberinya ketenangan.


Tak lama Rayyan, Rainan serta Dira pun datang dengan langkah kaki yang tergesa gesa di susul Rayka dan Friska yang juga langsung menuju ke rumah sakit begitu mendengar kabar tersebut.


"Bagaimana keadaan Reska?" tanya Rainan masih dengan nada paniknya.


"Sedang di tangani dokter," sahut singkat Kemal.


"Maaf pah, handphone ku lowbet," ucap Rayyan yang mengerti pandangan Kemal padanya seolah mempertanyakan keberadaannya.


Tak lama dokter pun ke luar dari ruang IGD tersebut.


"Siapa di sini keluarga pasien?" tanya dokter wanita itu.


"Kami semua keluarganya." sahut Kemal cepat.


"Saya suaminya," balas Rayyan cepat.


"Bisakah bicara di sini kami semua ingin tau keadaannya," ucap Kemal.


Dokter itu menghela nafas."Begini tentu keluarga atau suaminya sudah tau kan bahawa sejak awal kandungan pasien lemah?" ucap dokter tersebut yang lebih fokus melihat Rayyan selaku suaminya.


"Lalu?" tanya Rayyan.


"Kondisi pasien dan bayinya sangat lemah saat ini, saya sangat menyangkan kondisi ini, janin yang ada di kandungannya harus segera di keluarkan dengan operasi secar."


"Lalukan, lakukan operasi itu sekarang." sahut Kemal yang semakin panik.


"Tapi saya tidak dapat menjamin keselamatan untuk ke duanya karena kondisinya keduanya yang sangat lemah, jika situasi di dalam srmakin buruk saya hanya dapat menyelamatkan satu dari mereka terutama bayinya yang akan terlahir prematur."


Bibir Kemal hendak berucap."biarkan Rayyan yang jawab." lirih Shanum yang berucap lebih dahulu.


"Jika hanya satu yang selamat, selamatkan istri saya." ucap Rayyan pelan dengan perasaan yang sangat sedih.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan segera melakukan operasi silakan bapak ikut saya untuk mendatangi beberapa berkas." Dengan cepat Rayyan mengikuti langkah kaki dokter tersebut berjalan.


Tak lama Rayyan kembali terlihat keluarganya dan keluarga Reska yang masih menunggu di depan ruang IGD dengan wajah sedih mereka.


"Rayyan, papa ingin bicara," ucap Rainan yang langsung sedikit menjauh dari tempat tersebut.


Rainan berdiri di hadapan putranya yang sedikit menundukan kepala dengan wajah sedihnya.


"Kamu sudah tau bukan kandungan Reska lemah?" menatap tajam sang putra.


"Aku tau,"


"Apa kamu tidak menjaga dengan baik? kalian sering bertengkar?" tanyanya Rainan dengan pertanyaan menohok.


Rayyan terdiam.


"Jawab!" Rainan meninggikan suaranya.


"Iya, aku bertengkar dengannya,"


Rainan tersenyum kecut mendengar ucapan putranya."Dasar bodoh, kamu tau itu sangat berpengaruh untuk kandungannya!"


Rayyan hanya terdiam.


"Papa rasa kamu sepertinya tidak terlalu memperhatikanny? benar begitu?" tanya Kembali Rainan yang sering kali melihat Rayyan pulang malam untuk menyelesaikan perkerjaannya padahal Rainan kerap kali memberitahunya untuk tidak usah berkerja sampai larut malam.


"Iya, aku terlalu fokus pada perkerjaan ku, aku tidak memperhatikan nya." sesal Rayyan.


"Kamu ini benar benar!!" Rainan hendak mengerakan tangannya untuk menampar Rayyan tapi dengan cepat Dira menahannya.


"Jangan tampar Rayyan!! dia sudah menyesali perbuatannya." seru Dira.


Rainan mengatur nafasnya mencoba meredam amarahnya.


"Dasar anak bodoh." umpatnya yang langsung meninggalkan tempat tersebut.


Dira dengan cepat memeluk putranya."Tenanglah, semua akan baik-baik saja." lirih Dira.


"Aku benar-benar suami yang buruk." sesal Rayyan dengan matanya yang sudah memerah.


Dari kejauhan Kemal dan Shanum yang melihat pertengkaran itu hanya membisu dan juga merasa kecewa dengan perbuatan Rayyan.

__ADS_1


Like, komen dan vote yang banyak yak biar aku semangat cepat up lagi.. ❤️❤️❤️


__ADS_2