
Setelah meninggalkan musolah Nanda bergegas menuju rumah Arya pukul 19.00 mereka meninggalkan rumah Arya untuk menemui Rai dan Kemal yang sudah menunggu di lokasi cafe. Nanda melajukan mobilnya dengan perlahan sampai mereka tiba di sebuah jalanan yang cukup sepi ada sebuah mobil yang dengan segala menghalangi jalan mereka.
"Kenapa tuh mobil berhenti di depan mobil kita?" ucap Arya dengan ekspresi bingung.
Sampai terlihat 5 orang pria turun dari mobil tersebut. Nanda memicingkan matanya melihat salah seorang pria yang tak asing baginya.
Itu kan si roby, sial kayaknya gue masuk perangkap nya.batin Nanda.
"Keluar loe! " seru beberapa pria seraya mengetuk kaca mobil Nanda.
Nanda dan Arya pun keluar dari mobil. Nanda terlihat tenang berbalik terbalik dengan Arya yang tampak bingung.
" Siapa loe? cepat singkirin mobil loe, gue mau jalan." titah Arya.
Roby perlahan mendekati Nanda.
Di tariknya erat kerah baju Nanda yang membuat tatapan mereka saling bertemu dengan emosi masing masing.
"Hebat ya loe, bisa ambil Sabrina dari gue, mau cari mati loe! " seru Roby dengan penuh emosi.
Nanda melepaskan paksa tangan Roby dari kerah bajunya" Sabrina enggak pantes sama loe."
Tatapan Roby menyerangai senyum menyebalkan merekah di bibirnya " Loe fikir loe pantes sama dia?!!"
"Gue lebih baik dari loe." tangkis Nanda.
Roby memberi isyarat pada teman temannya untuk menghajar Nanda. Perkelahian pun tak dapat terhindarkan, Arya berusaha menolong Nanda yang di keroyok 3 orang pria tapi sia sia Arya pun mendapat beberapa pukulan dari pria yang lain. Sampai terlihat Nanda benar-benar tersungkur dengan wajah dan tubuhnya yang penuh luka.
__ADS_1
"MATI LOE! " seru Roby seraya menendang tubuh Nanda yang sudah terbaring lemah.
Mereka pun bergegas masuk ke mobil dan meninggalkan tempat itu. Arya dengan langkah gontainya mendekati Nanda yang sudah terbaring dengan luka di sekujur tubuh dan wajahnya.
" Nan, bangun Nan!" ucap Arya panik seraya menepuk nepuk pipi Nanda.
Arya pun dengan susah payah memapah tubuh Nanda ke dalam mobil dan bergegas membawanya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit petugas medis pun segera menanganinya. Arya dengan cemas menunggu Nanda di depan ruang IGD wajahnya pun terlihat tak kalah lebam akibat pukulan dari teman teman Roby. Sampai tak lama handphone Arya berbunyi.
"Ar, di mana loe? gue sama si Kemal udah beruban nih nungguin loe sama si Nanda." terdengar suara kesal Rai dari balik telepon.
"Gue di rumah sakit, gue sama Nanda di keroyok."
"Hah, serius loe? " Rai terkejut tak percaya.
"Loe ke sini aja kalau enggak percaya, Nanda lagi di IGD."
Rai bergegas memberitahukan Kemal dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Tak lama Rai dan Kemal pun sampai di rumah sakit, sedangkan Nanda sudah di pindahkan ke ruang rawat inap tetapi kondisinya masih belum sadar.
"Loe enggak apa-apa." seru Rai yang langsung masuk ke ruangan tersebut dan menghampiri Arya.
"Enggak lihat loe muka gue ancur gini? " Arya menjetikan jarinya ke arah wajahnya yang terlihat lebam.
"Loe di keroyok sama siapa?" tanya Kemal penasaran.
"Enggak tau, kayaknya si cowoknya si Sabrina." sahut Arya yang sempat mendengar perdebatan Nanda dan Roby.
"Si Sabrina punya cowok? si Nanda masih deketin gitu? gede juga nyalinya." cletuk Rai seraya tersenyum kecut.
__ADS_1
"Gila emang, dasar bucin." umpat Kemal.
Sampai tiba tiba Handphone Nanda berbunyi yang sedang di taruh Arya di saku celananya. Tertera nama Bidadari surga di layar handphone nya.
"Astaga, alay banget nih bucin." ucap Arya yang tampak geli melihat nama Sabrina di handphone Nanda.
"Dari si Sabrina? angkat aja, bilang si Nanda lagi di ujung maut." titah Rai.
Arya pun segera mengangkat telepon Sabrina.
"Halo, assalamualaikum, kak Nanda."
"Walaikumsalam, Sabrina ini aku Arya temannya Nanda."
Gadis itu mengerutkan keningnya "Temannya kak Nanda? memangnya kak Nandanya ke mana?" tanyanya heran.
"Nanda lagi di rumah sakit belum sadar, habis di keroyok."
"Apa? " Sabrina tampak terkejut mendengar ucapan Arya.
"Iya."
"Yaudah, tolong kasih tau aku alamat rumah sakitnya, aku mau ke sana.
Arya pun memberi tau alamat rumah sakitnya. Sabrina segera menutup teleponnya dan bergegas menuju rumah sakit.
Minta vote nya donk cinta. . . ❤️❤️❤️
__ADS_1