
Hari ini hari terakhir Dira di rumah sakit dan bergegas untuk pulang siang itu, tampak Rai, orang tua dan mertua nya yang masih setia menemani.
"Sayang, nanti kamu tinggal di rumah mama aja ya, masa baru lahiran tinggal sendiri," ucap mama Rai seraya membereskan barang barang yang akan di kemasnya.
"Dira tinggal di rumah saya aja ya jeng," sahut mama Dira yang sedang menyuapi putri nya.
"Di rumah saya aja ya jeng sementara, saya pengen banget ngerawat menantu dan cucu saya," pinta mama Rai stengah memaksa.
" Saya juga mau merawat putri dan cucu saya jeng, " sahut mama Dira tak mau kalah.
" Di rumah saya aja dulu ya, Rai itu keponakan nya langka jadi saya kesepian sekali ini lah saya mau rumah saya ramai," bujuk mama Rai.
Dira tampak bingung dengan perdebatan dua orang tua di hadapan nya.
" Yaudah mah, Dira tinggal di rumah Rai dulu ya dua minggu baru setelah itu di rumah mams, gimana? " ucap Dira yang mencoba mencari jalan tengah nya.
" Yasudah kalau gitu, habis itu langsung pulang ke rumah mama ya, mama juga kan pengen tinggal bareng cucu mama," sahut mama Dira yang akhirnya mengalah.
" Iya, " ucap Dira seraya tersenyum simpul.
" Makasih ya jeng," mama Rai tampak tersenyum sumringah seperti merasa telah memenangkan perbebatan mereka.
Tak lama tampak Rai yang masuk ke ruangan tersebut "Sayang, sudah yu kita pulang, aku sudah membayar administrasi dan obat nya tadi," ucap nya.
" Oh yaudah, yuk, mama sudah packing nih barang barang nya kita pulang ke rumah mama ya," sahut mama Rai antusias.
" Ke rumah mama? " tanya Rai seraya mengerutkan kening nya.
" Iya, Dira kan baru lahiran masa tinggal sendiri kan kamu juga nanti kerja, kalian tinggal di rumah mama dulu ya,"
" Oh gitu, yaudah "
__ADS_1
Mereka pun bergegas keluar dari rumah sakit, orang tua Dira pulang ke rumahnya sedangkan Dira pulang ke rumah mertuanya. Tak lama mereka sampai di rumah, Rai bergegas memapah Dira berjalan ke kamar dan menyandarkan nya di ranjang.
" Sayang, rayyan kaya nya haus nih, kamu susui dulu ya," ucap mama Rai yang memberikan bayi mungil yang sedang di gendong nya pada Dira.
"Iya mah." Dira segera menyusui bayi nya yang tampak haus dan mama Rai keluar dari kamar.
"Haus enggak? aku ambil minum dulu ya,"
" Boleh,"
Rai beranjak dari kasur dan bergegas mengambil minum untuk Dira.
" Nih, di minum dulu," Rai memberikan segelas air putih pada Dira dan Dira langsung meminum nya.
"Sayang, kamu besok langsung masuk kerja lagi? " tanya Dira pada Rai yang tampak terus menatap bayi nya yang sedang menyusu.
" Iya, besok aku langsung kerja, enggak apa-apa kan? ada mama juga di rumah? "
"iya, enggak apa-apa kok,"
Dira pun melihat bayinya yang tampak sudah tertidur di gendongan nya setelah menyusu dan memberikan nya pada Rai.
" Ya ampun ganteng banget ya dia, kalau sudah besar pasti gampang nih buat pacarin semua gadis cantik, " ucap Rai sambil tersenyum.
" Ngomong apa sih kamu." Dira mencubit gemas pinggang Rai.
" Aduh, bercanda sayang." sahut Rsi yang sedikit meringis kesakitan.
Rai kembali menatap wajah bayinya dan mencium lembut kening nya.
Sampai malam hari setelah makan malam Rai menonton televisi, tak lama Rai kembali menuju kamarnya.
__ADS_1
" Mah, mama masih di sini? Rai mau tidur nih ngantuk," ucap Rai yang melihat mama nya selalu ke kamar nya untuk menengok Dira dan cucu semata wayang nya.
" Yaudah kalau ngantuk tidur aja, mama mau tidur di sini," sahut mama Rai sambil terus menggendong cucu nya.
Rai mengedip ngedipkan matanya beberapa kali seolah tidak mengerti dengan ucapan mama nya " kok tidur di sini? terus Rai tidur di mana?" tanya nya bingung.
" Kamu tidur di kamar tamu dulu,"
" Hah? kamar tamu?!! " ucap nya yang tampak terkejut seperti mendengar petir di siang bolong.
" Iya,"
" Rai mau tidur di sini, udah mah besok juga ketemu rayyan lagi, udah aku mau tidur nih," sahur Rai yang tampak gemas dengan mama nya.
" Kamu itu, mama serius, kalau baru lahiran itu enggak boleh tidur bareng dulu, udah sana tidur di kamar tamu," usir mama Rai.
" Kenapa sih? masa tidur sama anak istri enggak boleh," sahut Rai yang mulai jengkel.
" Enggak boleh, takut kamu khilaf! dulu mama sama papa juga gitu, udah sana, mama juga mau tidur," usir mama Rai yang langsung mengiring Rai keluar kamar dan mengunci pintu.
" Ya ampun mah, apa apaan sih!! khilaf sama istri masa engga boleh," seru Rai sambil mengetuk pintu kamarnya berulang kali.
" Berisik, anak kamu baru tidur nih, kasian, " sahut mama Rai dari dalam kamar.
Dira hanya tertawa melihat perdebatan ibu dan anak tersebut, sampai suara ketukan pintu itu mereda dan tidak terdengar lagi.
" Dasar anak keras kepala, sayang ingat ya jangan berhubungan suami istri dulu, masih sakit kan itu nya? kalau Rai maksa pukul aja kepala nya, anak itu kadang suka ngeyel," gerutu mama Rai sambil merebahkan tubuhnya di ranjang untuk tidur bersama menantu dan cucu nya malam itu.
" iya mah," sahut Dira sambil tersenyum.
Rai akhirnya masuk ke kamar tamu dan merebahkan tubuhnya di ranjang dengan wajah yang sangat gusar.
__ADS_1
Apa apaan sih, masa tidur bareng aja enggak boleh, kan enggak khilaf juga, tau gini enggak gue ijinin deh Dira tinggal sama mama. gerutu Rai malam itu.
Guys novel ini masih lanjut kok, cuma mungkin sampai beberapa episode terakhir aja.. terus soal trio error mungkin nanti aku buat di cerita baru aja ya, setelah novel inj selesai, supaya alur nya enggak berantakan.. ok cinta, semoga enggak bosen yak.. jangan lupa, like, komen, dan vote nya ❤️❤️❤️