
Siang itu Rai masih duduk termenung di halaman rumah Dira dan melangkah kan kakinya ke ruang tamu dan hendak pulang.
"Mah, Rai pulang dulu, " pamit Rai yang melihat mertuanya dan Dira sedang duduk di ruangan tersebut.
.
"Rai, mama mau pergi ke rumah saudara sama papa dan mungkin menginap kamu bisa jaga Dira malam ini?" tanya mama Dira sambil tersenyum penuh arti.
"Mama apaan sih, enggak usah di jaga Rai juga Dira enggak apa apa kok. " protes Dira dengan wajah yang sedikit kesal seakan tau mamanya sengaja merencanakan itu.
"Dira, kamu itu sedang hamil, tidak baik di rumah sendirian apa lagi kamu juga masih sering mual mual kan," bujuk mama.
"Iya, betul itu Dira, kamu di temanin Rai saja malam ini," sambung papa Dira sambil menghampiri mereka.
"Yaudah Rai temenin Dira malam ini," sahut Rai yang seakan mendapatkan kesempatan emas.
Dira hanya terdiam dengan wajah yang pasrah. Tak lama orang tuanya pergi dan meninggalkan mereka ber dua.
Sepanjang hari Dira hanya mengurung diri di kamar dan tak memperdulikan Rai yang hanya berbaring di ruang keluarga dan berusaha mengusir kejenuhanya dengan handphonenya.
"Makanlah, aku sudah menyiapkan makan malam," ucap Dira saat menghampiri Rai yang masih berbaring di ruang keluarga.
"Yaudah ayo kita makan," jawab Rai sambil tersenyum.
"Aku enggak ingin makan." balas Dira yang langsung meninggalkan Rai ke dapur dan menyiapkan makanan untuknya .
Rai hanya duduk di meja makan sambil memperhatikan Dira yang masih terlihat sangat dingin padanya. Tak lama perutnya terasa sangat mual. Dira berlari menuju wastafel di dapur dan berusaha memuntahkan isi perutnya.
__ADS_1
Rai menghampiri Dira dan mencoba memijat leher belakangnya .
"Kamu enggak apa apa? "
"Enggak apa apa, " Dira langsung menepis tangan Rai dan meninggalkanya ke kamar.
"Minumlah," Rai menghampiri Dira yang sedang duduk di kamarnya dan membawakan air hangat untuknya.
Dira pun menoleh dan meminum air tersebut.
"Aku ingin tidur. " ucap Dira yang merasa sedikit tidak nyaman karena Rai terus menatapnya.
"Emm, boleh enggak aku mengelus perut mu sebentar? "
Dira hanya terdiam, dan sebenarnya ingin menolak permintaan Rai, tapi rasanya terlalu berlebihan jika Rai tidak boleh mengelus janin yang ada di perut nya, akhirnya Dira hanya mengangguk pelan.
"Aku akan berusaha jadi ayah yang baik untuk anak kita,"
Dira hanya terdiam.
"Dira, aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi, aku benar-benar mencintai mu, " Rai berusaha kembali membujuk.
"Kamu tau, sejak awal masuk sekolah aku sudah sangat menyukai mu Eai, kamu tampan , pintar dan cukup terkenal di sekolah dulu, sampai kamu mendekati ku, aku sangat senang rai tapi ternyata kamu mempermainkan ku, aku mencoba memaafkan dan menerima pernikahan kita, tapi apa? lagi lagi kamu mempermainkan ku Rai? aku lelah Rai, aku sangat lelah. " lirih Dira .
"Aku tau Dira, aku banyak salah sama kamu tapi aku akan coba perbaiki, aku mohon percaya aku untuk kali in,i "
Dira hanya terdiam sambil sedikit meneteskan air mata.
__ADS_1
"Dira, apa kamu mau anak kita punya keluarga yang enggak utuh? aku akan lakukan apa aja supaya kamu percaya, apa saja agar kamu kembali," bujuk Rai sambil terus menatap Dira walaupun Dira tak sedikit pun melihat ke arah nya.
"Aku lelah Rai, aku ingin tidur, tolong keluar, kamu bisa tidur di kamar tamu." pinta Dira yang langsung berdiri.
"Harus berapa banyak kesabaran yang aku miliki untuk mu Dira? kenapa kamu sangat keras kepala? " ucap Rai yang juga berdiri dan mulai terpancing emosi
"Sabar? bukankah aku yang selama ini bersabar untuk mu? "
"Apa aku harus bersujud dan mencuci kaki mu? begitu? " sentak Rai.
Dira sedikit kaget dengan ucapan Rai yang keras dan malah berbalik marah padanya.
"Kenapa kamu marah Rai? kamu yang berbuat ulah dan sekarang kamu yang lebih marah? "
"Apa yang kamu ragukan dari aku? kamu ragu aku tidak mencintaimu? aku sudah berulang kali bilang aku mencintaimu , belum cukup Dira? harus aku mengemis cinta mu setiap saat supaya kamu percaya? harus begitu?? " tanya Rai yang seakan sudah habis kesabaranya.
"Sudah lah Rai, aku lelah aku ingin istirahat. " balas Dira yang sudah menetskan air mata.
"Aku suami mu, kamu suruh aku tidur di tempat lain? di mana perasaan mu? "
"Cukup Rai cukup!! aku sudah semakin yakin untuk kita berpisah itu akan membuat ku lebih tenang."
"Kamu sudah benar benar gila Dira! " Rai angsung keluar kamar dan membanting pintu .
Dira hanya terdiam sambil menghapus air mata di pipinya.
bagaimana aku bisa percaya kalau cara mu seperti itu Rai .
__ADS_1
Mau tau kelanjutan nya kan ? aku up lg secepatnya . . tapi vote dulu donk yg banyak . . ok cinta ❤️❤️❤️❤️