
Nanda mengambil handphonenya siang itu menghubungi Sabrina.
"Assalamualaikum kak, ada apa?"
"Walaikumsalam, Sabrina hari ini kamu bisa enggak temenin aku makan bareng sama teman teman aku?" pinta Nanda dari balik telepon.
"Oh, memangnya ada acara apa kak?" gadis itu mengerutkan keningnya.
"Aku mau traktir mereka, karena sebentar lagi aku akan tunangan sama kamu, bisa kan temanin aku?"
Sabrina tersenyum "Oh iya bisa kok."
"Yaudah, aku sms alamatnya ya, assalamualaikum."
"Walaikumsalam." Sabrina pun menutup teleponnya.
***
Di rumah Rai sudah berpakaian rapih "Sayang, kamu sudah siap?" tanya Rai pada Dira yang sedang sibuk bercermin.
"Sudah, aku ke kamar Shanum dulu ya aku belum kasih tau dia." Rai pun mengangguk dan Dira bergegas ke kamar Shanum.
"Shanum." panggilnya seraya mengetuk pintu.
Shanum pun bergegas membuka pintu" Iya, mbak Dira."
"Shanum kami mau makan siang di luar, kamu ikut ya." ajak Dira
"Enggak usah mbak, aku jaga rumah aja." tolak Shanum sedikit canggung.
"Shanum teman suami aku yang sering kesini mau tunangan dia suruh Rai ajak kamu, kamu ikut aja ya." bujuk Dira.
"Tapi mbak, aku malu."
Dira pun tersenyum "Kenapa harus malu? kamu cantik kok, sudah cepat siap siap aku tunggu ya." paksa Dira yang langsung meninggalkan Shanum.
Shanum pun pasrah dan bergegas mengganti pakaiannya.
Tak lama Rai dan keluarganya pun pergi sampai mereka tiba di restoran tersebut, terlihat teman temannya yang sudah menunggu.
"Lama loe." seru Arya saat Rai menghampiri mereka.
"Macet." jawabnya yang langsung duduk di sebelah Dira.
"Eh, ada Shanum, sini duduk dekat aku aja." goda Kemal dengan senyum mautnya.
"Dekat aku aja Shanum." Arya memegang kursi kosong di sebelahnya.
Gadis itu terlihat tampak bingung" Aku di sini aja." ucapnya yang memilih duduk di samping Dira.
Rai dan Nanda pun tertawa melihat dua mahluk tersebut di tolak Shanum.
__ADS_1
"Loe aja yang belum pesan makanan." Nanda memberikan buku menu pada Rai.
"Wah asik nih, sayang kamu aja yang pilih, pilih yang paling mahal, Shanum kamu juga pilih yang paling mahal." titah Rai.
"Serius loe mau tunangan?" tanya Kemal pasa Nanda yang masih tidak percaya.
"Iya, tanya aja sama Sabrina." sahutnya seraya melirik Sabrina yang duduk di sebelahnya.
"Serius? " Rai kembali bertanya.
Sabrina pun mengangguk pelan dan tersenyum membuat mereka semua melongo tak percaya.
"Kalau menikah karena ancaman mending lapor polisi aja sab.." ledek Arya.
"Sialan loe." dengus Nanda kesal.
"Yaudah selamat deh." ucap Rai.
"Iya, harus datang loe semua oia gue udah siapin baju loe semua samaan kaya keluarga gue." jawab Nanda yang sangat antusias pada acaranya tersebut.
"Seragam? kaya ibu ibu pengajian donk? " sahut kemal sambil menahan tawa.
"Enggak lah, desainnya bagus lah, udah enggak usah protes." tangkis Nanda.
Mereka semua pun mengangguk setuju sampai makanan mereka datang. beraneka makanan pun tersaji rapi di meja tersebut. Tampak mereka semua yang mengambil makanan tersebut dengan semangat.
"Wah makan besar nih, ayo makan." seru Rai yang hendak mendaratkan makanan tersebut di mulutnya.
"Oia baru gue mau bilang baca doa dulu." sahut Arya sambil tersenyum canggung.
"Iya baru juga mau baca doa kita." Kemal pun tersenyum sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yaudah Nan loe pimpin doa." titah Rai.
"Gue? " Nanda menjetikan jarinya sendiri ke wajahnya.
"Iya lah, kan loe yang punya acara." seru Arya.
Nanda pun mengehela nafas dan memimpin doa sebelum makan.
Untung aja gue bisa doa makan, kalau enggak malu deh sama Sabrina. batin Nanda lega.
Selesai berdoa mereka pun segera menyantap makanan tersebut.
"Aduh kenyang banget ya." ucap Kemal selesai makan.
"Elo makannya banyak gitu." gerutu Nanda.
"Kak Nanda selesai ini kak Rainan sama istrinya mau langsung pulang ya?" bisik Sabrina di telinga Nanda.
Nanda pun mengerutkan keningnya "Kenapa memangnya?"
__ADS_1
"Aku suka banget sama anak kak Rainan, boleh enggak ajak jalan jalan sebentar."
Nanda pun menatap ke arah Sabrina.
Kepincut juga Sabrina sama si Rayyan belum tau aja tuh anak suka bikin repot. batin Nanda.
"Yaudah bentar aku bilang Rai dulu ya." Sabrina pun mengangguk
"Rai, loe habis ini mau langsung pulang? " sambung Nanda.
"Kenapa emangnya?" jawab Rai yang masih sibuk dengan makanannya.
"Sabrina mau ajak Rayyan jalan jalan bentar boleh enggak? "
Rai pun bergegas minum" Boleh banget lah, ajak jalan jalan aja, gue sama Dira mau nonton, ya kan sayang? " ucap Rai antusias yang akhirnya bisa memiliki waktu berdua dengan Dira.
"Enggak ngerepotin?" tanya Dira ragu.
"Enggak kok, aku suka anak kecil." sahut Sabrina sambil tersenyum.
"Wah, berarti Shanum nganggur ya, jalan sama kakak aja yuk? " ajak Kemal antusias.
"Sama aku aja Shanum?" ajak Arya tak mau kalah.
Shanum kembali terlihat bingung.
"Udah Shanum jalan sama mereka aja, porotin aja sampai duit mereka habis, enggak usah malu malu." ucap Rai yang tersenyum jahil.
"Sabrina, ini tas bayi Rayyan ada susu sama cemilan di dalam." Dira memberikan tas bayi tersebut pada Sabrina.
"Makasih ya kak." Sabrina pun tersenyum.
"Ayo sayang, kita nonton." ajak Rai sambil merangkul Dira dan beranjak dari restoran tersebut.
Sedangkan Shanum pun pergi dengan Kemal dan Arya.
"Kak Nanda kita ajak Rayyan ke arena permainan yuk." ajak Sabrina yang tampak mencium gemas Rayyan.
Nanda dan Sabrina pun menemani Rayyan bermain di arena permainan.
"Nih, minum dulu." Nanda memberikan ice Coffee pada Sabrina yang tengah duduk memperhatikan Rayyan bermain.
"Makasih ya." Gadis itu tersenyum dan meminum ice Coffeenya.
"Kak Nanda sama teman teman kak Nanda tuh engga berubah ya selalu kompak, aku kira kalian udah enggak berteman lagi setelah lulus SMA." ucap Sabrina yang mengenal Nanda dan teman temannya dari SMA.
Nanda tersenyum" Iya teman teman yang aneh, tapi baik."
"Awet juga pertemanan kalian." puji Sabrina.
"Mereka sudah seperti keluarga, sangat penting untukku." jawab Nanda sambil tersenyum.
__ADS_1
Guys.. tolong bantu vote yak.. ❤️❤️❤️