Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Hanya aku


__ADS_3

Sore itu setelah makan dira bergegas keluar dari cafe tersebut untuk kembali menunggu taxy di depan kantor nya, tak lama taxy yang di nanti pun datang dan dira bergegas naik menuju apartemen nya. Sedangkan rai yang sudah menunggu di mobil nya bergegas mengikuti arah taxy yang membawa dira.


Sampai taxy tersebut berhenti di sebuah apartemen, rai memberhentikan mobil nya dan memperhatikan dira yang keluar dari taxy dan masuk ke dalam apartemen. Rai mengehela nafas, memperhatikan dira yang sedang berjalan dan mulai tak terlihat.


Jadi di sini dia tinggal? lebih baik aku tak menemui nya dulu, kalau aku terburu buru memaksa nya kembali pasti aku akan dapat penolakan, dia sangat keras kepala. gumam rai yang bergegas melajukan mobil nya kembali ke rumah.


Ke esokan hari nya setelah pulang dari kantor rai kembali ke kantor dira, hanya itu yang bisa dia lakukan, memantau dira dari jauh karena jika mendekat apa lagi memaksa dira pasti akan menolak nya. Sampai tak lama dira keluar dari kantor nya dan kembali menunggu taxy.


Mungkin lebih baik aku naik bus saja kali ya? menunggu taxy terlalu lama. gumam nya sambil melirik halte bus yang tak jauh dari kantor nya.


Dira bergegas ke halte dan menaiki bus yang berhenti, sampai bus yang sepi itu berjalan dan mata dira terasa sangat mengantuk dan akhirnya tertidur.


Rai yang sudah ada di bangku belakang dira meletakkan tangan nya di kaca bus menahan kepala dira yang hampir terbentur kaca di samping nya karena guncangan.


Rai tersenyum dan memperhatikan wajah dira yang sedang tertidur.


Aku merindukan mu, aku tidak mengerti dulu sangat mudah untuk ku menaklukan wanita mana pun yang aku sukai, tapi kenapa sekarang begitu sulit menaklukan istri ku sendiri? apa ini karma atas perbuatan ku dulu? gumam nya lirih.


Sampai bus itu sampai di dekat apartemen dira, rai perlahan melepaskan tangan nya yang sedari tadi menyanggah kepala dira. Tak lama dira terbangun dan keluar dari bus. Perlahan bus itu berjalan dira melirik bus tersebut tampak wajah rai dari balik jendela kaca.


Aku seperti melihat rai? apa hanya halusinasi saja? gumam nya.


Ke esokan hari nya rai kembali ke kantor dira dan memantau nya dari dalam mobil. Tak lama dira ke luar kantor dan sedikit berlari menuju halte bus karena gerimis sudah mulai turun. Dira menunggu seorang diri di halte yang sedang sepi tersebut.


" Dira " terdengar suara pria memanggil nya.


Dira menoleh dan melihat dimas yang berjalan menghampiri nya dan mulai duduk di samping nya.

__ADS_1


"Dimas, kamu belum pulang?"


" Belum, kamu sendiri kenapa belum pulang? "


" Aku sedang tunggu bus " ucap nya sambil tersenyum


" Pulang sama aku saja ya, lagi pula sudah gerimis " ajak dimas


" Enggak usah, aku naik bis saja " tolak dira


Dimas terdiam.


" Kenapa selalu menolak ku? aku mencintaimu dari dulu " dimas kembali mengutarakan perasaan nya untuk yang kesekian kalinya.


" Karena aku sudah menikah "


" Menikah dengan pria tidak baik itu? aku tau pasti kamu sedang ada masalah kan dengan suami mu? kalau tidak mana mungkin kamu kembali berkerja, dan dia tidak sama sekali menjemput mu? " dimas mencoba menerka nerka.


" Pria itu tidak baik untuk mu, dia tidak pantas menjadi suami mu " ujar dimas


" Dira!! " terdengar suara pria di belakang mereka.


Dira dan dimas menoleh dan tampak terkejut melihat rai yang sudah ada di samping mereka. Rai berjalan menghampiri dira dan melepaskan paksa tangan dimas yang sedang memegang nya.


" Berhenti lah menganggu istri orang! " ucap rai dengan sorot mata yang tajam seperti ingin sekali menghabisi pria di hadapan nya.


Dimas bangun dari duduk nya dan memperlihatkan senyum menyebalkan nya pada rai.

__ADS_1


" Gue tau dia istri loe, tapi gue juga tau dia enggak bahagia sama loe "


BUUKKHH


Rai memberi pukulan di wajah dimas, tapi dimas tidak tinggal diam, dia kembali memukul wajah rai dengan lebih keras, terlihat darah mengalir dari sudut bibir rai. Rai hendak membalas kembali pukulan dimas tapi tangan dira menahan gerakan tangan rai.


" CUKUP RAI CUKUP!! " pekik dira


Rai mengurungkan niat nya membalas pukulan dimas walaupun emosi nya masih sangat memuncak. Rai menarik tangan dira meninggalkan halte tersebut dan membawa dira ke dalam mobil.


Hanya ada suasana hening di dalam mobil, rai mencoba mengatur nafas nya dan meredakan emosi nya.


"Berhenti lah berkerja " ucap rai dengan suara serak nya.


" Tidak " tolak dira tanpa melihat wajah rai yang sedang menatap nya.


Rai memegang pundak dira, membalikkan nya agar dira menatap ke arah nya.


" Jadi kamu lebih suka berkerja dan di goda dengan pria tadi? " geram rai


" Aku tidak merespon nya " sahut dira datar


" Tidak merespon bagaimana? tadi dia memegang tangan mu? aku tidak rabun!! " sentak rai yang mulai kehabisan kesabaran nya.


" Apa aku membalas nya? seperti kamu membalas pelukan dari mantan mu? " sahut dira tak mau kalah.


Rai menarik tangan dira ke tubuhnya dan mencium kasar bibir nya, sangat kasar sampai dira merasa kekurangan oksigen dari ciuman tersebut, dira mendorong  paksa tubuh rai hingga rai melepaskan ciuman nya.

__ADS_1


" Hanya aku yang berhak menyentuh mu!! mengerti kamu!! "


Guys, udah hari minggu nih hari terakhir untuk vote, tolong bantu vote ya ❤️


__ADS_2